Jumat, 24 Februari 2017

Mendorong Burung Ciblek Rajin Berkicau dengan Pakan Telur Puyuh

Merawat burung Ciblek tidak hanya soal menjaga kesehatan seluruh tubuhnya dari ancaman penyakit yang berbahaya. Akan tetapi juga burung Ciblek butuh perawatan mengenai suaranya yang kadang mengalami kurang rajin berkicau atau bahkan macet bunyi. Tujuan perawatan ini agar burung Ciblek dapat semakin rajin berkicau tidak hanya di rumahan tapi juga saat dibawa ke arena lomba burung ocehan. Adapun supaya burung Ciblek mempunyai kualitas suara yang bagus dan membuatnya semakin rajin berkicau dapat memberinya pakan telur puyuh.

Telur puyuh telah lama dikenal sebagai pakan yang banyak mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh. Nutrisi yang terkandung pada telur burung puyuh tidak hanya kaya akan protein yang mencapai 13 gram. Akan tetapi terdapat kandungan nutrisi lainnya seperti lemak, karbohidrat, kalsium, asam phantothenat, besi, vitamin B6, kolin, fosfor, vitamin B12, kalium, natrium, dan mangan. Selain itu bagi manusia yang menyantap telur puyuh ternyata memperoleh manfaat berupa dapat menguatkan stamina tubuh agar tidak mudah stres, berguna untuk menguatkan tulang dan gigi, dan tidak terlalu berisiko bila dikonsumsi oleh yang mengalami asam urat.


Gambar: Telur Puyuh

Begitu pula bagi burung Ciblek yang menyantap telur puyuh dipercaya dapat membuatnya semakin rajin berkicau. Hal ini dikarenakan banyak jenis burung ocehan lain seperti Kenari yang juga diberikan pakan telur puyuh untuk melancarkan kicauannya agar tidak mudah macet. Untuk itu, pemberian telur puyuh memang dianjurkan kepada burung Ciblek yang kadang suka malas berkicau atau bahkan macet bunyi. Dengan diberikannya telur puyuh maka perlahan-lahan burung Ciblek akan semangat lagi untuk berkicau sampai akhirnya rajin.

Rajinnya burung Ciblek berkicau karena rutin diberi pakan telur puyuh tak terlepas dari banyaknya kandungan nutrisinya. Lengkapnya kandungan nutrisi pada telur puyuh juga turut memengaruhi kesehatan fisik burung Ciblek misalnya bulu-bulunya semakin mengkilap terang, staminanya tidak mudah habis, dan meningkatkan kemampuan otaknya untuk mengingat. Besarnya manfaat yang terdapat pada telur puyuh ternyata juga berpengaruh untuk membuat burung Ciblek semakin rajin berkicau.

Adapun pemberian telur puyuh kepada burung Ciblek dilakukan dengan terlebih dahulu merebusnya hingga matang. Setelah direbus telur puyuh mesti dipisahkan antara putih dan kuningnya. Lalu berikanlah bagian kuning telur tersebut sebanyak setengah butir untuk sekali makan baik pada pagi dan sore harinya. Bila saat memberikan kuning telur puyuh mengalami penolakan oleh burung Cibleknya maka dapat mensiasatinya dengan mencampurkannya ke dalam voer untuk beberapa kali pemberian. Saat burung Ciblek sudah terbiasa mencium aroma telur puyuh yang dicampur voer dan tidak takut lagi memakannya maka selanjutnya cukup hanya memberikan kuning telur puyuh saja tanpa dicampur apapun.

Akan tetapi yang perlu diingat saat memberikan telur puyuh kepada burung Ciblek adalah diusahakan jangan terlalu berlebihan porsinya. Burung Ciblek yang memakan telur puyuh hanya dianjurkan diberi sebanyak 2 sampai 3 kali saja dalam seminggu. Selain itu, bila burung Ciblek sudah gacor atau rajin berkicau maka pemberian telur puyuh dapat dihentikan untuk sementara waktu. Adanya anjuran ini karena burung Ciblek yang keseringan memakan telur puyuh dapat mengalami kegemukan yang tidak baik bagi kesehatannya.

Oke, dengan paparan singkat mengenai telur puyuh yang ternyata cukup ampuh dijadikan cara untuk melatih burung Ciblek agar rajin berkicau. Jadi, dengan membaca artikel ini tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencoba memberikan telur puyuh kepada burung Ciblek kesayangan Anda sesuai dengan arahan yang dipaparkan dalam artikel.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. https://omkicau.com/2013/08/02/telur-puyuh-rebus-agar-ciblek-rajin-bunyi/
  2. http://www.mediaronggolawe.com/nah-ini-dia-resep-kuning-telur-untuk-pakan-burung-ocehan.html
  3. http://bidanku.com/enak-dan-bergizi-berikut-informasi-kandungan-nutrisi-dan-manfaat-telur-puyuh
Sumber Gambar:
http://www.delmonte.ph/sites/default/files/image/kitchenomics/ingredients/main_image/main_quail-eggs.png

Kamis, 23 Februari 2017

Mengupas Keanggunan Burung Sikatan Ninon

Mengenal burung ocehan agaknya tidak harus selalu terkait dengan burung murai batu, pleci, ataupun kenari. Sebab ada banyak lagi jenis burung ocehan yang tak kalah bagus kicauannya dan corak warna bulunya pun tampak indah. Salah satunya ada pada jenis burung sikatan yang dikenal sebagai burung bertubuh mungil dengan penampilan warna bulu yang lumayan indah. Ditambah pula suara kicauan jenis burung sikatan cukup indah bahkan beberapa jenisnya diikutkan pada perlombaan kontes burung kicauan. Pada artikel ini, mencoba untuk mengupas salah satu jenis burung sikatan yang selain warna bulunya enak dipandang juga mempunyai kicauan cukup bagus. Adapun nama burung sikatan tersebut adalah burung Sikatan Ninon.

Burung Sikatan Ninon yang bernama latin Eumyias Indigo adalah burung endemik yang daerah penyebarannya hanya di beberapa pulau di Indonesia. Ciri khas dari burung Sikatan Ninon ialah ukuran tubuhnya yang berukuran hanya 15 cm saja. Terdapat warna biru nila agak gelap di bagian punggung, tenggorokan, dan kepalanya. Pada bagian dada, sayap, dan dekat hidungnya dibalut dengan warna biru kehitaman. Bagian bawah badannya tepatnya di bagian perut hingga ke perbatasan pangkal ekornya berwarna putih keabu-abuan. Bagi burung Sikatan Nion dewasa terdapat bercak warna putih di bagian kepala dekat hidungnya. Dengan penampilan fisiknya yang berwarna kebiruan dan ukuran fisiknya yang kecil menambah kesan keanggunan untuk burung Sikatan Ninon.


Gambar: Burung Sikatan Ninon

Dikatakannya burung Sikatan Ninon sebagai burung endemik karena daerah penyebarannya hanya berada di beberapa daerah seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Saat berada di alam liar biasanya burung Sikatan Ninon memilih daerah yang berkontur pegunungan atau perbukitan. Daerah dataran tinggi yang dihuni oleh burung mungil ini sering menempati hutan gelap yang banyak pepohonan dan semak belukar. Selain itu, sewaktu mencari makan burung Sikatakan Ninon akan terbang rendah dekat dengan tanah atau menunggu di ranting pohon yang tidak tinggi. Adapun makanan yang biasanya dimakan oleh burung ini adalah buah hutan yang berukuran kecil, serangga kecil, dan larva. Sewaktu musim kawin tiba tepatnya sekitar bulan Februari sampai Agustus lazimnya kawanan burung ini akan membentuk sarang yang tak begitu jauh dari atas tanah. Sarangnya disusun memiliki bentuk mirip kantung yang bahannya diambil dari lumut yang menempel di bebatuan dan batang pohon.

Adapun untuk warna kicauannya mirip seperti burung kicauan berukuran kecil yang agak melengking. Akan tetapi nada kicauannya cukup tinggi dan berirama hanya saja suara kicauan alaminya terbilang agak monoton atau sering mengalami pengulangan. Bunyi kicauan burung Sikatan Ninon terdengar seperti “fi..fu..fiu... fii..fii” dan dinyanyikan dengan nafas yang cukup panjang. Saat dipelihara burung Sikatan Ninon bukanlah tipikal burung yang pintar dalam meniru suara kicauan burung lain, akan tetapi bila dilatih dengan serius maka bisa jadi kualitas suaranya dapat semakin bagus. Selain itu pula, sifat alami burung Sikatan Ninon adalah dikenal sebagai burung yang mudah jinak dan tidak takut dengan manusia yang mendekatinya. Sehingga bagi Anda yang tertarik memeliharanya agaknya tidak perlu berlama-lama melatihnya supaya jinak sebab burung Sikatan Ninon berkarakter mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Oke.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/06/30/perawatan-burung-sikatan-ninon-dan-download-kicauannya/
2. http://www.kutilang.or.id/2013/03/11/sikatan-ninon/
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Sikatan_ninon

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b5/Indigo_Flycatcher_%28Eumyias_indigo%29.jpg