Rabu, 14 Februari 2018

Sekilas Tentang Burung Merbah Corok-Corok

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sekilas-tentang-burung-merbah-corok-corok

Jenis burung merbah merupakan salah satu jenis burung ocehan yang kurang terlalu diminati untuk dipelihara sebagai burung rumahan ataupun burung masteran. Hal ini dikarenakan tidak banyak dari para pedagang yang menjual jenis burung merbah dan juga keberadaannya di arena lomba pun sangat sulit dijumpai. Selain itu, jenis burung merbah yang umumnya dikenal orang-orang hanyalah Merbah Cerukcuk yang mempunyai kicauan merdu dan gaya berkicau yang unik. Untuk itu pada artikel ini coba mengulik terkait salah satu jenis burung merbah yang belum umum dikenal orang-orang. Adapun nama burung merbah tersebut adalah burung Merbah Corok-Corok.

Burung Merbah Corok-Corok merupakan salah satu jenis burung ocehan yang habitat hidupnya hanya tersebar di dua negara. Dua negara yang menjadi habitat burung merbah yang satu ini adalah Malaysia dan Indonesia. Tapi penyebarannya kebanyakan berada di wilayah hutan Indonesia yang meliputi daerah Pulau Sumatera, Bangka, Belitung, Pulau Batu, Pulau Nias, Kalimantan, Pulau Balambangan, Jawa, Kepulauan Anambas, dan Kepulauan Natuna.


Gambar: Burung Merbah Corok-Corok

Kehidupan burung yang bernama latin Pycnonotus simplex ini di alam liar biasanya mendiami area dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian mencapai 1300 meter di atas permukaan laut. Jenis hutan atau lahan yang menjadi tempat tinggalnya pun tergolong beragam mulai dari hutan primer, hutan sekunder, lahan garapan yang masih ada pepohonannya. Selain itu, saat bergerak di siang hari biasanya burung Merbah Corok-Corok ini akan berbaur dengan jenis burung cucak-cukakkan. Jenis makanan yang biasanya disantapnya pun tergolong bervariasi baik itu buah-buahan yang berukuran kecil dan serangga. Sewaktu masa berkembangbiak tiba rutinitas yang dilakukan indukkan pun akan membangun sarannya yang terbuat dari akar kering, daun, dan serat palem. Sangkar yang disusun menyerupai bentuk cawan biasanya akan menjadi tempat mengeram bagi indukkannya dengan jumlah telur sekitar dua butir.

Adapun ciri fisik burung Merbah Corok-Corok memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar dengan panjang hanya sekitar 17 cm saja. Corak warna bulunya tampak didominasi warna cokelat keabu-abuan buram. Warna cokelat keabuan-abuan buram tersebut terlihat di bagian atas kepala, pipi, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya terlihat berwarna abu-abu kusam yang dapat dilihat di bagian tenggorokan, leher, dada, perut, sampai tunggirnya. Di bagian pupil matanya memiliki warna hitam pekat dengan lingkaran berwarna putih terang mirip burung kacamata. Paruhnya agak tebal dan berukuran sedang dengan balutan warna hitam. Ekornya yang berwarna cokelat juga memiliki ukuran sedang yang terdiri dari beberapa helai bulu tebal.

Nah, ciri kicauan burung yang dalam bahasa inggris dipanggil Cream-vented Bulbul ini mempunyai volume yang tidak terlalu tinggi. Suara kicauannya tergolong bertempo agak rapat dengan nada yang pendek. Selain itu, nada kicauannya terdengar agak monoton dengan bunyi “cirriiupp” yang selalu diulangi secara terus-menerus. Tapi walaupun demikian corak kicauannya termasuk cukup lantang dan merdu.

Yup, sampai di sinilah pembahasan terkait dengan burung Merbah Corok-Corok yang habitat hidupnya banyak berada di wilayah hutan kita. Untuk itu dari membaca artikel ini sampai tuntas membuat kita semakin mengenal dan mengetahui karakter suara kicauannya. Karenanya bila Anda tertarik dengan burung Merbah Corok-Corok mungkin dapat mendatangi pasar burung ataupun dapat menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/27/merbah-corok-corok/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_merbah_corok.htm

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pycnonotus_simplex_1.jpg

Senin, 12 Februari 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Kedasi Hitam

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/mengenal-lebih-dekat-burung-kedasi-hitam

Jenis burung ocehan yang ada di wilayah hutan kita sebenarnya berjumlah lumayan banyak yang terdiri dari beragam jenis dengan corak warna dan suara kicauan yang berbeda-beda. Tapi umumnya dari sekian banyak jenis burung ocehan hanya segelintir saja yang dikenal dengan banyaknya yang memelihara dan mengikutkannya dalam perlombaan. Selain itu, jenis burung ocehan yang biasanya dikenal orang-orang adalah Murai Batu, Kenari, Kacer, Pleci, Ciblek, ataupun Cucak Ijo. Untuk itu pada artikel ini coba mengenalkan salah satu jenis burung ocehan yang berasal dari keluarga Cuculidae. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Kedasi Hitam.

Burung Kedasi Hitam termasuk salah satu jenis burung kedasi yang habitat hidupnya tersebar cukup banyak di wilayah hutan kita. Tapi sebelum dijelaskan keberadaannya di Indonesia terlebih dahulu dijabarkan penyebarannya di negara lain seperti Nepal, Banglades, Tiongkok, India, Filipina, Myanmar, Malaysia, dan Sri Lanka. Sedangkan daerah di Indonesia yang menjadi tempat tinggal burung Kedasi Hitam berada di kawasan Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Maluku utara.

File:Asian Drongo Cuckoo.jpg
Gambar: Burung Kedasi Hitam

Di habitat aslinya burung yang bernama latin Sumiculus Lugubris ini mendiami hutan yang berada di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 900 meter di atas permukaan laut. Keberadaannya di hutan biasanya menghuni area hutan lebat, tepian hutan, dan semak belukar. Selain itu, burung Kedasi Hitam memiliki sifat suka bersembunyi dibalik rimbunnya pepohonan dan lebih mengeluarkan suaranya saja. Jenis makanan yang biasa disantapnya tergolong beragam mulai dari ulat, laba-laba, kumbang, dan buah-buahan. Sedangkan masa berkembangbiaknya berlangsung pada bulan Juli, September, November sampai Maret dengan jumlah telur sebanyak 2 butir.

Adapun ciri fisik burung Kedasi Hitam memiliki penampilan sekilas mirip burung Srigunting. Persamaan ciri fisik tersebut tampak dari warnanya yang hitam dan bentuk ekornya yang panjang dengan pola mirip garpu. Hanya saja, ukuran tubuh burung Kedasi Hitam jauh lebih kecil dibanding burung Srigunting dengan panjang hanya sekitar 23 cm saja. Hampir seluruh tubuhnya mulai dari paruh, punggung, sayap, dada, perut, tunggir, dan ekornya tampak berwarna hitam pekat. Sedangkan di bagian bawah tubuhnya terkadang untuk beberapa sup-spesiesnya terlihat ada bintik-bintik putih. Selain itu, di area bawah ekornya yang memiliki bulu yang lebar juga terdapat warna putih yang membentuk pola garis secara vertikal.

Begitu pula dengan ciri suara burung Kedasi Hitam memiliki volume yang lumayan tinggi dan terdengar keras tapi tidak sampai melengking. Walaupun volume kicauannya cukup tinggi tapi suaranya tak terdengar parau ataupun serak. Kicauannya berirama pelan dengan diawal kicauan volumenya masih rendah dan di irama selanjutnya volume tersebut akan ditingkatkan yang berbunyi secara teratur. Suara kicauannya tergolong monoton dengan bunyi nada terdengar seperti “pi..pi...pi” yang dilakukan secara berulang-ulang.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Kedasi Hitam yang perawan fisiknya sekilas mirip burung Srigunting. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah pemahaman kita terkait ragam jenis burung ocehan yang hidup di wilayah hutan kita. Karenanya bila Anda tertarik dengan burung Kedasi Hitam mungkin dapat mencarinya di pasar burung ocehan yang ada di wilayah kota Anda masing-masing. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/05/22/kedasi-hitam/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_kedasi_hitam.htm

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Asian_Drongo_Cuckoo.jpg