Senin, 24 April 2017

Sekilas Tentang Khasiat Tahu Putih bagi Burung Kicauan

Jenis makanan untuk burung kicauan tergolong beragam jenisnya mulai dari voer, jangkrik, belalang, kroto, ikan kecil, biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan. Ragamnya jenis makanan burung kicauan tak bisa dilepaskan dari fungsinya yang berperan aktif dalam menjaga kesehatan dan menggenjot agar burung lebih mudah berkicau. Akan tetapi jenis pakan yang diperuntukkan bagi burung kicauan sebenarnya tidak hanya itu saja melainkan terdapat satu jenis pakan lainnya yang dirasa cukup berkhasiat dan pakan tersebut sering pula dikonsumsi oleh orang-orang. Adapun nama pakannya adalah tahu putih.

Tentunya siapapun sudah sangat akrab sekali saat mendengar nama tahu putih. Ya, tahu putih merupakan jenis makanan yang paling digemari orang-orang di berbagai negara sebagai makanan bergizi tinggi. Selain itu tahu putih yang dikonsumsi oleh orang-orang lazimnya diolah terlebih dahulu menjadi aneka jenis makanan yang enak. Gemarnya orang-orang yang memakan tahu putih bukan hanya karena harganya terjangkau dan rasanya enak melainkan terdapat beragam khasiat di dalam. Dipercaya bahwa tahu putih dapat mencegah terjadinya anemia atau kekurangan darah, dapat mencegah anti kanker, mengandung banyak kalsium, dan makanan yang rendah kolesterol.


Gambar: Tahu Putih

Selain digemari banyak orang ternyata tahu putih pun dikatakan cukup baik dikonsumsi oleh burung kicauan. Pemberian tahu putih bagi burung kicauan memang tidak diperuntukkan untuk semua jenisnya. Akan tetapi banyak di antaranya yang boleh memakan tahu putih sebagai pakan tambahan seperti burung Jalak Kerbau, Cendet, Kutilang, Cucak Jenggot, Ciblek, Gelatik, Pleci, dan Trucukan. Dibolehkannya tahu putih dimakan oleh ragam jenis burung kicauan terlihat dari kandungan gizinya yang sangat bervariasi seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin (A, B6, C, dan D), dan asam folat.

Adapun khasiat yang dimiliki oleh tahu putih yang disantap burung kicauan pun tergolong banyak misalnya membantu stamina burung tetap stabil, menjauhkan burung dari kegemukan, dan membuat bulu-bulu tidak mudah terlepas atau memperkuatnya. Besarnya khasiat tahu putih yang asalnya dari fermentasi kedelai ini tentunya aman untuk dimakan burung kicauan dalam jangka waktu yang lama. Terkecuali bagi burung kicauan yang mengalami alergi atau tidak boleh mengkonsumsi kedelai disarankan agar jangan diberikan pakan tahu putih.

Tahu putih yang diberikan kepada burung kicauan terlebih dahulu mesti dipilih yang masih dalam kondisi segar atau permukaan kulitnya tidak berlendir. Selanjutnya tahu putih tersebut dapat dibersihkan dengan mencucinya pakai air yang mengalir atau direndam memakai air hangat. Tujuannya agar kuman dan bakteri yang ada di tahu putih bisa hilang sepenuhnya dan aman dimakan burung. Pemberian tahu putih kepada burung kicauan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti memberikannya dalam bentuk utuh sebanyak satu buah, memotongnya dalam beberapa bagian agar memudahkan burung memakannya, dan bisa dijadikan sebagai pakan racikan dengan mencampurkan jenis pakan lain.

Nah, itulah kiranya penjelasan tentang tahu putih yang ternyata mengandung banyak khasiat bagi burung kicauan yang menyantapnya. Apalagi tahu putih bukanlah jenis pakan yang sulit didapatkan sebab keberadaannya selalu mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional maupun modern dan harganya pun sangat terjangkau. Jadi, bagi Anda yang belum pernah memberikan tahu putih bagi burung kicauan Anda maka tak ada salahnya untuk mencobanya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2016/04/09/manfaat-tahu-putih-sebagai-pakan-tambahan-alternatif-bagi-burung-peliharaan/
2. http://www.mediaronggolawe.com/manfaat-tahu-putih-untuk-burung-ocehan-kita.html

Sumber Gambar:
https://www.flickr.com/photos/_rmt_/11705047726

Jumat, 21 April 2017

Mengenal Burung Ocehan Sikatan Bubik

Jenis burung sikatan memang telah lama dikenal mempunyai kicauan yang merdu dan nyaring. Terbukti dari banyaknya orang yang memelihara jenis burung sikatan seperti Sikatan Bakau dan Sikatan Gunung. Akan tetapi terdapat jenis burung sikatan lainnya yang belum terlalu dikenal luas masyarakat karena statusnya sebagai burung migrasi yang sering berpindah tempat sangat jauh sampai melewati berbagai negara. Salah satunya terdapat di hutan kita yang merupakan tempatnya bermigrasi. Adapun nama burung sikatan tersebut adalah burung Sikatan Bubik.

Burung Sikatan Bubik merupakan burung migrasi yang negara asal tempatnya berkembang biak berada di kawasan negara di Asia Timur dan Himalaya. Sedangkan tempat burung Sikatan Bubik pergi bermigrasi saat musim dingin melanda tempat asalnya tersebar di berbagai negara Asia seperti India dan kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di hutan Indonesia penyebarannya terdapat di daerah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Biasanya burung Sikatan Bubik saat migrasi ke wilayah yang didatanginya tidak hanya akan tinggal di hutan melainkan juga mendiami kawasan perkebunan, taman perkotaan, dan halaman yang banyak pepohonannya.


Gambar: Burung Sikatan Bubik

Adapun ciri fisiknya tidak terlalu sulit ditandai yakni dengan ukuran fisik yang hanya sekitar 12 cm saja. Selain itu warna tubuhnya terlihat agak kekusaman dengan terdapat warna cokelat keabu-abuan di bagian atas tubuh mulai dari kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Warna putih keabu-abuan tampak di bagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada, perut, sampai dengan ekornya. Di dekat matanya terdapat lingkaran berwarna putih keabuan yang terlihat jelas.

Di alam liar burung Sikatan Bubik menyantap aneka jenis serangga kecil termasuk kumbang, lebah, dan larva kunang-kunang. Sewaktu berburu mangsa terlebih dahulu burung Sikatan Bubik akan memantau dari ranting tempat bertengger. Selanjutnya burung akan terbang ke bawah menuju mangsanya yang berada di atas tanah ataupun dedaunan. Saat sudah mendapatkan mangsa buruannya maka burung akan kembali lagi ke ranting tempatnya bertengger tadi dengan menggerakkan ekornya. Cara berburu burung Sikatan Bubik ini memang tergolong unik dan tampak seperti gerakan bumerang saja.

Karakter suara burung yang bernama latin Muscicapa Latirostris terdengar bunyi “crr... crr... crr” yang dinyanyikan dengan nada lembut dan diulangi secara terus menerus. Bunyi kicauannya agak melengking tapi tidak bernada tinggi. Sehingga terdengar cukup merdu bagi siapapun yang mendengar burung Sikatan Bubik sewaktu berkicau. Selain itu burung sikatan yang satu ini mampu berkicau dengan tempo yang cukup lama tanpa terlalu banyak diam saat menarik nafas untuk berkicau kembali. Karenanya dengan bunyi kicauan yang terdengar rapat yang dimiliki burung Sikatan Bubik sangat cocok dijadikan sebagai pemaster untuk burung ocehan yang hendak belajar berkicau.

Untuk itu bila Anda tertarik mendengar kicauannya maka tak ada salahnya memelihara burung Sikatan Bubik yang terkenal lincah saat berada di alam liar. Apalagi burung Sikatan Bubik terkadang di jual musiman oleh para pedagang burung kicauan yang ada di pasar burung ataupun di pinggiran jalan. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/12/05/sikatan-bubik-burung-migran-yang-tak-mau-diam/
2. http://www.kutilang.or.id/2013/03/17/sikatan-bubik/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Asian_Brown_Flycatcher_(Muscicapa_dauurica)_-_Flickr_-_Lip_Kee_(4).jpg