Kamis, 14 Januari 2016

5 Pantangan Agar Kondisi Fisik Burung Terjaga Dengan Baik

Saat musim hujan tiba seperti saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi anda yang memelihara burung. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan udara dingin bisa mengganggu kesehatan burung. Apalagi bagi burung kicau yang khusus dilatih agar bisa berkicau dengan merdu. Namun karena perawatan fisik yang tidak tepat bisa jadi kicauannya pun bisa hilang.

Jika anda masih dalam tahap belajar merawat burung peliharaan, ikuti 6 cara menjaga kesehatan fisik burung peliharaan anda.

  1. Jangan memberi makan di luar jadwal

    Memberi makan burung tidak pada waktunya atau asal-asalan justru akan membuat burung tersebut mudah lemas dan terserang penyakit. Misalnya anda menemukan jangkrik lepas, kemudian iseng memberikan kepada burung peliharaan anda, maka bisa jadi burung akan sakit atau bisa mati.

  2. Jangan memandikan burung di luar jadwal

    Meski anda terlambat memandikan burung, bukan berarti saat itu juga anda harus memandikannya. Jangan sesekali anda memandikan di luar jadwal apalagi jika cuaca saat itu panas dan burung anda akan kaget karena terkena air yang dingin. Atau pada kondisi sebaliknya, cuaca pagi hari yang terus hujan seperti saat ini terlalu dingin untuk memandikan burung. Maka anda jangan sesekali mencoba memandikannya, jangan pula memandikan dengan air hangat. Karena tubuh burung berbeda dengan manusia yang merasa nyaman saat menyentuh air hangat di kondisi udara yang dingin.


    Gambar 1. Burung Kenari

  3. Jangan menjemur burung berlebihan

    Menjemur burung dalam waktu lama bisa membuat burung menjadi lemas dan kehilangan energinya. Sebaiknya jemurlah burung pada waktu yang tepat sesuai dengan jadwal yang biasa anda lakukan. Awas, jangan sampai anda lupa mengangkat burung yang dijemur hingga panas terik atau hujan datang. Bisa jadi justru burung anda lemas atau bahkan mati karena tidak tahan dengan udara atau cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin.

  4. Jangan mengubah-ubah pola makan

    Pola makan yang tidak pasti bisa membuat burung anda tidak berstamina. Sistem pencernaan burung cukup rawan untuk terkena penyakit jika anda memberikan makan dengan pola yang berubah-ubah.

  5. Jangan berganti-ganti makanan burung

    Kadangkala ada beberapa burung yang hanya cocok pada satu merek atau jenis makanan (voor). Anda bisa saja kehabisan stok dengan merek tertentu, jika terjadi demikian jangan sesekali untuk mencoba menggunakan makanan jenis lain. Carilah jenis pakan burung yang sama dengan sebelumnya. Hal ini sangat penting agar burung peliharaan anda tetap terjaga stamina dan kesehatan fisiknya.

Demikianlah berbagai pantangan yang harus anda hindari agar kondisi fisik burung peliharaan anda terjaga dengan baik. Merawat burung tidak semudah yang anda bayangkan, harus ada keseriusan dan ketelatenan agar bisa terjaga kondisi fisiknya dengan baik. Semoga burung peliharaan anda bisa terjaga fisik dan kesehatannya dengan baik, selamat merawatnya.

Referensi:
1. http://omkicau.com/2008/11/02/kunci-utama-perawatan-burung/
Sumber gambar:
1. http://www.drakemedia.net/wp-content/uploads/2015/03/Cara-Perawatan-Burung-Kenari.jpg

Ramuan Tradisional Agar Cucak Ijo Sehat Dan Prima

Burung cucak ijo memang sangat berbeda dengan burung kicauan populer lainnya yang biasa dilombakan. Banyak cucak ijo yang gacor di rumah, sehingga dinilai mempunyai potensi untuk dilombakan. Tetapi setelah sampai di arena perlombaan, mereka hanya mengeluarkan kicauan standar atau bahkan diam tidak berkicau. Pola perawatan termasuk dari jenis asupan pakan juga harus menjadi perhatian. Apalagi bila burung cucak ijo didapatkan dalam kondisi sudah dapat ngeroll. Sebab sangat sering terjadi cucak ijo yang sudah rajin untuk berkicau berubah menjadi pendiam atau bahkan galak hanya karena terjadi pergantian jenis pakan atau extra fooding / EF.

Selain pola perawatan dalam bentuk yang standar, banyak penghobi burung yang merawat burung peliharaan mereka dengan menggunakan metode secara tradisional, termasuk di antaranya memberikan beberapa macam ramuan khusus untuk burung peliharaan mereka terutama cucak ijo. Berikut ini beberapa macam ramuan tradisional untuk burung cucak ijo, antara lain:


Gambar 1. Burung Cucak Ijo

Ramuan tradisional untuk cucak ijo

  • Untuk membuat burung cucak ijo menjadi rajin berkicau, maka salah satu cara yang dilakukan oleh para penggemar burung adalah dengan mengoleskan madu pada buah-buahan. Selain itu anda dapat memberikan jangkrik sebanyak 1-2 ekor pada waktu pagi dan sore hari.
  • Jahe juga dapat bermanfaat untuk mendongkrak suara kicauan dari burung cucak ijo. Jahe bisa diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam air minumnya.
  • Untuk menjernihkan suara dari cucak ijo yang serak, maka biasanya akan diberi air minum yang telah dicampur dengan air teh, yang bisa diberikan dalam bentuk manis ataupun tawar.
  • Untuk menjaga kondisi dan kesehatan tubuh dari burung cucak ijo dapat menggunakan jahe, kencur dan kunyit yang diparut kemudian diperas dan diambil airnya. Setelah itu air perasan tersebut dapat anda campurkan di dalam air minumnya.
  • Apabila ingin membersihkan sangkarnya dapat menggunakan tembakau dari sebatang rokok, dengan cara mengupas batang rokok lalu anda ambil tembakaunya dan rendam selama seharian. Setelah itu anda semprotkan pada sangkarnya untuk menghilangkan bakteri dan juga parasit.
  • Untuk membersihkan bulu burung cucak hijau yang telah terinfeksi kutu, maka anda bisa menggunakan daun sirih dan kapur sirih yang telah direbus, lalu disemprotkan pada burung. Tetapi kapur sirih dapat menyebabkan bulu burung rontok, sehingga untuk lebih amannya anda dapat menggunakan daun sirih saja.

Itulah beberapa macam ramuan tradisional untuk cucak ijo yang cukup sering digunakan oleh para penggemar burung kicau. Keunikan dari burung cucak ijo ini sangat mudah dalam menirukan suara burung lain pada waktu yang relatif singkat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda.

Sumber Gambar:
1. http://2.bp.blogspot.com/-Vul5WH7KfuQ/U-xubEVLTzI/AAAAAAAAJ6I/T83amnGcsSk/s1600/Cucak%2BIjo%2BMini%2B2.jpg