Jumat, 17 Februari 2017

Penyebab Kegemukan pada Burung Anis Kembang

Kegemukan merupakan masalah umum yang terjadi pada setiap jenis burung ocehan tanpa terkecuali bagi burung Anis Kembang. Walaupun kegemukan tergolong masalah biasa tetap saja diperlukan langkah cepat untuk mengantisipasinya agar jangan sampai burung Anis Kembang peliharaan Anda mengalaminya. Hal ini karena dampak kegemukan yang terjadi pada burung Anis Kembang terbilang berbahaya kesehatan dan kicauannya. Biasanya burung Anis Kembang yang kegemukan lebih memilih mengurangi keaktifannya berkicau bahkan volume kicauannya yang biasa meninggi perlahan-lahan akan mengecil. Begitu juga dengan kelincahannya saat di sangkar pun berkurang karena biasanya burung Anis Kembang akan memilih berdiam diri saja di atas tenggerannya.


Gambar: Burung Anis Kembang Kegemukan

Burung Anis Kembang yang kegemukan dapat dikenali dengan memperhatikan beberapa bagian tubuhnya seperti dada, leher, dan perutnya. Bila pada bagian yang disebutkan itu berwarna kekuningan maka itu menandakan burung Anis Kembang sedang mengalami kegemukan karena banyaknya timbunan lemak di area tubuhnya tersebut. Sedangkan burung Anis Kembang bertubuh proporsional terdapat warna kemerahan di bagian tubuh yang disebutkan tadi. Adapun gemuknya burung Anis Kembang bukanlah terjadi secara alami melainkan ada faktor kesalahan dalam perawatannya. Selain itu, burung Anis Kembang yang kegemukan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Tingginya kandungan lemak pada voer yang dimakannya Salah satu penyebab yang menjadikan burung Anis Kembang dapat gemuk adalah voer yang dimakannya terlalu banyak mengandung lemak. Hal ini dapat terjadi karena setiap harinya burung Anis Kembang selalu memakan voer sebagai menu utamanya. Untuk itu saat membeli voer di pasar burung perhatikan komposisi kandungan lemaknya dengan bertanya langsung pada pedagangnya. Ataupun selama burung Anis Kembang diberi pakan voer tidak pernah mengalami kenaikan berat badan secara drastis maka jenis voer tersebut perlu dipertahankan. Karena cukup sulit untuk membedakan jenis voer yang beredar di pasar dengan kandungan lemak yang rendah dan aman dikonsumsi burung Anis Kembang.

  2. Jarang mendapatkan sinar matahari Penyebab lainnya yang dapat menaikkan berat badang burung Anis Kembang sampai kegemukan adalah terlalu jarang di jemur saat pagi ataupun sore hari. Dampak yang ditimbulkan dari kurangnya serapan sinar matahari akan sulit membakar lemak yang ada di tubuh burung Anis Kembang. Selain itu pula, burung yang jarang dijemurpun akan malas bergerak sehingga lemak dari sisa makanan akan menumpuk di tubuhnya.

  3. Terlalu banyak mengkonsumsi cacing tanah Gemuknya burung Anis Kembang dapat disebabkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi cacing tanah. Cacing tanah memang sangat bagus diberikan kepada burung Anis Kembang karena dapat menjernihkan suara kicauannya dan mempercepat burung supaya dapat berkicau. Akan tetapi bila cacing tanah yang disantap burung Anis Kembang terlalu banyak tentu saja dapat menimbun lemak di tubuhnya yang berdampak kegemukan.

  4. Terlalu sering diam di dalam sangkar Burung Anis Kembang yang menderita kegemukan atau obesitas berat badan juga dikarenakan burung jarang bergerak. Terlalu seringnya burung Anis Kembang berdiam diri saja di atas tangkringan dapat memperlambat pembakaran lemak yang mengendap di tubuhnya. Akibatnya berat badannya pun terlalu cepat naik dan akhirnya burung Anis Kembang semakin kesulitan bergerak serta berkicau.

Yup, itulah empat penyebab mengapa burung Anis Kembang mengalami kegemukan. Karenanya agar burung Anis Kembang kesayangan Anda takut gemuk maka dianjurkan untuk aktif mengajaknya bergerak di sangkar dan perhatikan komposisi pakan yang dimakannya. Oke.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/03/09/mencegah-kegemukan-pada-anis-kembang/
2. http://majalahkicau.com/cara-mengatasi-masalah-burung-yang-terlalu-gemuk/
Sumber Gambar:
https://i2.wp.com/www.binatangpeliharaan.org/wp-content/uploads/2015/09/burung-anis-kembang-betina.jpg?w=600

Selasa, 14 Februari 2017

Mengenali Masalah Yang Sering Terjadi Pada Burung Cendet

Burung Cendet yang dikenal sebagai burung bermental baja cukup banyak digemari oleh orang-orang untuk dipelihara dan diikutkan dalam perlombaan. Selain itu burung Cendet yang telah mapan dalam berkicau juga dijadikan sebagai burung masteran bagi burung pengicau yang baru belajar mengolah suara. Karenanya tak khayal sudah mulai banyak orang-orang yang memberikan perawatan terbaik dengan pemberian pakannya dan juga melatih kicauannya.


Gambar I: Burung Cendet

Walaupun demikian, burung Cendet yang dipelihara terkadang menunjukkan sikap yang dapat mengganggu performa kicauannya dengan menunjukkan perilaku terbang tanpa arah, salto, dan hanya mengembangkan bulunya. Akibatnya tentu membuat burung Cendet menjadi malas berkicau dan bahkan dapat macet bunyi. Hal ini tak terlepas dari perawatan yang diterimanya kurang maksimal sejak mulai dipelihara. Sikap aneh yang ditunjukkan oleh burung Cendet merupakan masalah yang kadang sering terjadi pada semua burung Cendet. Untuk itu perlu dikenali mengenai masalah yang kiranya sering terjadi pada burung Cendet dengan membacanya di bawah ini:
  1. Gemar mencabuti bulunya sendiri
    Masalah pertama yang terkadang dilakukan burung Cendet adalah mencabuti bulunya sendiri dengan cara mematukinya. Bila bulu burung Cendet banyak yang rontok akibat dicabuti bukan pada datangnya masa mabung maka dapat menyebabkan kebotakkan di sekitar area tubuhnya dan akan sulit menumbuhkannya kembali. Adanya masalah dari sikap burung Cendet tersebut dapat dikarenakan bulu di tubuhnya terkena tungau atau kutu, bulu tampak kering atau hilangnya kilatan minyak yang menyelimutinya, dan nutrisi yang dikonsumsinya kurang dari batas kecukupan. Untuk itu bila didapati burung Cendet yang mencabuti bulunya dapat segera menanganinya dengan cara memandikan, kurangi waktu penjemuran, berikan obat untuk penghilang kutu atau tungau, dan jangan lupa berikan asupan multivitamin tambahan.

  2. Sering menggetar-getarkan sayapnya
    Masalah lainnya yang ditunjukkan burung Cendek dengan cukup seringnya mengetar-getarkan sayapnya. Burung Cendet yang sering menggetarkan sayapnya biasanya diikuti pula dengan membunyikan suara nyeriwik seperti “ngek. . . ngek. . .ngek”. Penyebab yang membuat burung Cendet dapat berperilaku demikian adalah burung mengalami kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkannya seperti ekstra fooding (EF), pakan wajib, dan multivitamin. Karenanya bila burung Cendet melakukan perilaku menggetarkan sayapnya maka periksa kembali pakan yang dimakannya dan berikan pakan terbaik yang kaya kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuhnya.

  3. Memiliki sikap yang galak dan giras


    Gambar II: Burung Cendet yang galak

    Perilaku pemberani memang sifat alamiah yang dimiliki oleh burung Cendet di alam liar dan hasil penangkaran. Hanya saja bila burung Cendet terlampau galak dan giras itu juga tidak bagus bagi mentalnya. Sikap galak yang ditunjukkan oleh burung Cendet ialah dengan mematuk tangan siapapun yang berani memegang benda yang ada di sangkar. Begitu pula dengan sikap giras yang menganggap semua yang di sekelilingnya adalah musuh yang mesti dijauhkan. Karenanya burung Cendet yang berperilaku galak dan giras akan sangat sulit dilatih berkicau sehingga perlu terlebih dahulu untuk menjinakkannya.

  4. Burung sering mengalami jarang bunyi
    Masalah yang terkadang menghinggapi burung Cendet adalah sering mengalami jarang bunyi atau berkicau. Hal ini biasanya disebabkan oleh burung baru dibeli dari penangkaran dan terlalu lama di perjalanan, sedang terkena stres akibat diganggu oleh hewan lain, sedang dalam kondisi sakit, dan lagi menjalani masa mabung. Untuk itu agar burung Cendet dapat kembali berkicau maka bisa menjemurnya dengan cara digantang, tambahkan pakan tambahan, dan latih kicauannya.

  5. Bulunya sering dikembangkan
    Adapun masalah lainnya yang bisa terjadi pada burung Cendet adalah bulu-bulunya sering dikembangkannya. Burung Cendet yang mengembangkan bulunya dapat membuatnya malas berkicau dan hanya lebih memilih diam. Seringnya burung Cendet mengembangkan bulunya dapat dikarenakan sedang mengalami over birahi, kedinginan, sakit, dan kekurangan nutrisi dari pakan ekstra fooding. Karenanya perlu untuk ditambahkan pakan ekstra fooding yang dibutuhkannya dan sediakan ruangan hangat pada saat musim hujan datang.

Yup, itulah ulasan mengenai masalah yang sering terjadi pada burung Cendet yang telah diulik dalam artikel ini. Semoga artikel ini dapat membantu para pembaca sekalian untuk menjaga burung Cendetnya agar jangan sampai mengalami masalah yang ditulis pada artikel ini. Oke.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2016/03/07/enam-problem-umum-burung-cendet-dan-cara-mengatasinya/
2. http://www.tipsburung.com/2016/02/cendet-anda-gagal-master-mungkin-anda.html
Sumber Gambar:
1. http://2.bp.blogspot.com/-WZnT7ZxMl6w/VFJsi469p9I/AAAAAAAAArw/7xwod6b4piE/s1600/kelamin-cendet.jpg
2. http://4.bp.blogspot.com/-DNb6OewjA8s/Ub8_pxY4uNI/AAAAAAAAAjo/JRedlK003gQ/s320/anakan+burung+cendet.jpg