Senin, 03 Juli 2017

Merawat Burung Ciblek Agar Tidak Macet Bunyi

Macet bunyi yang menimpa burung Ciblek merupakan masalah umum yang terjadi juga kepada jenis burung ocehan lainnya. Proses terjadinya macet bunyi ini pun tidak langsung membuat burung Ciblek mogok berkicau tapi dimulai dari jarangnya mengeluarkan suara yang berlangsung selama beberapa hari. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya menjadikan burung Ciblek sulit berkicau tapi pasti mustahil untuk mengikuti ajang kontes burung ocehan. Selain itu penyebab burung Ciblek yang mengalami macet bunyi pun tergolong beragam mulai dari stres, kurang enak badan, dan kurangnya nutrisi yang diterima tubuh. Karenanya agar burung Ciblek tidak sampai mengalami macet bunyi perlu mendapatkan perawatan yang baik setiap harinya.


Gambar: Burung Ciblek yang dirawat dalam sangkar

Merawat burung Ciblek agar kicauannya tetap bagus perlu memperhatikan berbagai hal yang menyangkut dengan pakan, kebersihan, kandang, tidak mendekatkan dengan burung sejenis, dan pemasterannya. Dengan terus memperhatikan perawatannya tentunya burung Ciblek tidak mudah terserang stres dan penyakit yang dapat mengganggu performa kicauannya saat dibawa ke kontes burung ocehan. Untuk itu dalam tulisan ini coba menguraikan secara khusus terkait dengan perawatan yang diperlukan burung Ciblek agar tidak mengalami macet bunyi. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
  1. Memperhatikan pakannya
    Salah satu cara mencegah macet bunyi pada burung Ciblek bisa memperhatikan kondisi pakan yang disantapnya setiap hari. Pakan yang diberikan sebaiknya bervariasi mulai dari voer, jangkrik, kroto, dan ulat hongkong. Waktu pemberian beragam jenis pakan tersebut bisa dilakukan setiap hari ataupun beberapa hari sekali tergantung dari tingkat kebutuhan burung Ciblek. Selain itu, tetap diperhatikan kondisi pakan yang jangan sampai sudah berair atau berlumut seperti pada voer dan kroto. Bila voer dan kroto yang hendak diberikan tampak sudah berubah warna dan aromanya sudah tidak enak lagi tercium maka sebaiknya diganti dengan yang baru. Penting juga agar tubuh burung Ciblek tetap sehat bisa dengan memberikan multivitamin beberapa hari sekali.

  2. Memperhatikan kebersihannya
    Cara lainnya yang diperlukan agar burung Ciblek terhindar dari macet bunyi dengan memperhatikan kebersihan sangkar dan segala isinya. Pentingnya menjaga kebersihan ini agar tidak ada kuman atau bakteri yang tertinggal di sangkar yang ditakutkan menjangkiti burung Ciblek. Sebab bila adanya infeksi yang menyerang sistem pernapasan dari kuman ataupun bakteri bisa membuat burung Ciblek kesulitan bernapas dan mengganggu performa kicauannya. Menjaga kebersihan di sini bisa dengan mencuci sangkar yang ditinggali burung Ciblek termasuk tempat pakan, tenggeran, dan pernak-pernik lainnya. Waktu pembersihan bisa dilakukan beberapa hari sekali dengan dicuci ataupun sekedar menyapu bersih debu dan kotoran yang menempel di sangkar.

  3. Menempatkan di kandang umbaran
    Menempatkan burung Ciblek di kandang umbaran dikatakan bisa menjadi cara agar tidak mengalami macet bunyi. Burung Ciblek yang dimasukkan ke dalam kandang umbaran akan bergerak lebih leluasa dengan terbang rendah sambil berkicau ke seluruh arah. Hal ini dikarenakan kandang umbaran memiliki ukuran berlipat-lipat lebih besar ketimbang sangkar harian yang ditempati burung Ciblek. Dampaknya tentu membuat burung Ciblek dapat berolahraga dengan mengepak-ngepakkan sayap dan menggerakkan tubuhnya dengan bebas serta menjaga mentalnya agar tidak mudah stres. Untuk itu tiap seminggu ataupun dua minggu sekali penting menempatkan burung Ciblek ke dalam sangkar umbaran agar kualitas kicauannya tetap stabil dan terhindar dari macet bunyi.

  4. Jangan mendekatkan dengan burung sejenis
    Langkah lainnya supaya burung Ciblek tidak mengalami macet bunyi dengan meletakkan sangkarnya terpisah dari kawanan sejenisnya. Hal ini dimaksudkan agar burung tidak mengalami stres bila diajar berkelahi dengan saling melempar kicauan andalan. Untuk itu sangkar burung Ciblek bisa diletakkan pada tempat tersendiri yang membuatnya tetap merasa tenang dan nyaman.

Nah, demikianlah ulasan terkait merawat burung Ciblek agar tidak sampai mengalami macet bunyi. Semoga burung Ciblek kesayangan Anda sekalian tetap dalam kondisi sehat dan rajin berkicau agar bisa memenangkan kontes burung ocehan. Selamat mencoba.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2017/02/28/enam-poin-penting-untuk-mencegah-ciblek-macet-bunyi/
http://www.maskicau.xyz/2016/10/tips-mengatasi-dan-penyebab-ciblek.html#.WPSoRbglHIU

Sumber Gambar:
http://ocehankenari.blogspot.co.id/2015/03/mengatasi-ciblek-yang-sesekali-bunyi.html

Selasa, 20 Juni 2017

Langkah-langkah dalam Merawat Burung Jalak Suren Bakalan Supaya Gacor

Burung Jalak Suren yang banyak dipelihara orang-orang ataupun yang dijual di pasar burung biasanya terdiri dari dua kategori yakni burung yang sudah bisa berkicau dengan usia dewasa dan burung yang belum rajin berkicau dengan usia muda atau bakalan. Kedua tipe burung Jalak Suren tersebut masing-masing punya kelebihan dan kekurangan di mata para pencintanya. Hanya saja kadang orang-orang yang mencari burung Jalak Suren di pasar burung biasanya lebih menyukai yang masih berusia muda atau bakalan. Alasannya agar burung Jalak Suren tersebut bisa dilatih agar jinak dan rajin bunyi atau gacor kepada pemiliknya. Tapi persoalannya bagi burung muda baik itu yang berasal dari hutan ataupun hasil penangkaran seringnya masih belum terlalu rajin berkicau atau rajin. Untuk itu dibutuhkan perawatan agar mendorongnya semakin rajin berkicau.

http://1.bp.blogspot.com/-2DNE1P8Y3Nw/Vmc8lzx1sDI/AAAAAAAAAaM/S8hdf-LzYEw/s640/images.jpg
Gambar: Burung Jalak Suren bakalan

Adapun perawatan yang diberikan kepada burung Jalak Suren bakalan agar rajin berkicau tergolong beragam mulai dari memperhatikan soal adaptasi, pemberian pakan, dan perlu tidaknya dilakukan pemasteran. Karenanya dalam artikel ini coba mengulasnya secara per poin agar nantinya bisa diterapkan ulang kepada burung Jalak Suren bakalan milik para pembaca sekalian. Dan penjelasannya bisa disimak berikut ini:

  1. Terkait dengan adaptasi
    Perawatan yang diberikan kepada burung Jalak Suren bakalan supaya rajin bunyi atau gacor bisa dimulai dengan membiasakannya pada lingkungan barunya. Biasanya burung Jalak Suren bakalan yang baru dibeli dari pedagang burung di pasar cenderung lebih mudah stres dan sedikit agak ketakutan. Hal ini dirasa cukup wajar melihat terdapat perbedaan tempat dan kondisi antara lingkungan lamanya dengan baru. Untuk itu dalam proses adaptasi ini sebaiknya berikan perawatan terbaik dengan sedikit memanjakannya melalui pemberian pakan secara langsung atau sambil bersiul di depannya, sering memandikannya dengan disemprot ataupun menyediakan keramba, dan yang utama jangan sesekali coba mengejutkannya. Proses adaptasi ini memang butuh waktu yang tidak sebentar tapi bila burung Jalak Suren sudah merasa nyaman dengan lingkungan barunya dan telah mengenal pemiliknya pastinya akan mendorongnya bisa rajin berkicau.

  2. Terkait dengan pakan
    Hal yang tak boleh dilupakan dalam perawatan burung Jalak Suren bakalan agar rajin berkicau atau gacor adalah terkait dengan pemberian pakannya. Selama masa perawatan berlangsung ada baiknya burung Jalak Suren bakalan diberikan pakan yang bervariasi baik itu voer, serangga, dan buah-buahan. Ragam pakan yang bisa disantap oleh burung Jalak Suren bakalan jenisnya cukup banyak mulai dari voer, jangkrik, ulat hongkong, kroto, pisang kepok, pepaya, dan apel. Pemberiannya bisa dilakukan secara bergantian selama satu hari misalnya pagi hari diberi pakan ulat dan jangkrik serta diselingi juga dengan menyediakan pisang ataupun pepaya yang digantung di dalam sangkar. Tujuan dari pemberian pakan yang bervariasi agar burung Jalak Suren bakalan yang masih berusia muda ini terpenuhi segala nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. Tentunya mampu merangsangnya agar semakin rajin berkicau atau gacor.

  3. Terkait dengan pemasteran
    Merawat Jalak Suren bakalan supaya rajin bunyi atau gacor bisa pula dengan memberikan pemasteran yang dibutuhkannya. Pemasteran yang dilakukan kepada burung Jakal Suren bakalan bisa dengan memperdengarkan rekaman audio dari smartphone ataupun mendekatkannya ke burung asli yang sudah rajin berkicau. Tujuan pemasteran ini utamanya tentu supaya burung Jalak Suren bakalan tersebut rajin bunyi atau gacor. Selain itu dengan dilatihnya sejak masih muda dapat memperkaya variasi kicauannya agar semakin beragam. Dan yang tak boleh dikesampingkan terkait dengan waktu pemasterannya sebaiknya dilakukan pada saat burung sedang istirahat supaya lebih fokus dan konsentrasi mendengarkannya.

Nah, demikianlah langkah-langkah yang diperlukan dalam merawat burung Jalak Suren bakalan agar rajin berkicau atau gacor. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas tentunya bisa membantu para pembaca sekalian yang hendak membeli atau sudah memelihara burung Jalak Suren bakalan supaya bisa semakin rajin berkicau. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/11/13/merawat-burung-jalak-suren-bakalan-agar-rajin-bunyi/
2. http://miefbird.blogspot.co.id/2015/11/tips-cara-merawat-jalak-suren-bakalan.html

Sumber Gambar:
http://gacorclub.blogspot.co.id/2015/12/memilih-jalak-suren-trotol-jantan-dan.html