Senin, 11 Desember 2017

Sekilas Tentang Burung Sempur-hujan Darat

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sekilas-tentang-burung-sempur-hujan-darat

Bila ditanyakan tentang burung Sempur-hujan Darat mungkin hanya sedikit dari kita yang pernah melihatnya di alam liar ataupun di sangkar burung. Hal ini dikarenakan burung Sempur-hujan Darat bukan termasuk jenis burung ocehan yang umum dikenal orang-orang. Padahal kicauan jenis burung Sempur-hujan ini tergolong lumayan merdu dan bertempo cukup rapat sehingga dapat diperbandingkan dengan suara kicauan burung ocehan populer. Untuk itu pada tulisan ini coba mengupas tentang burung ini agar semakin dikenal oleh para pembaca sekalian.

Burung Sempur-hujan Darat merupakan jenis burung ocehan dengan daerah persebaran hanya terbatas di wilayah Indonesia dan Malaysia saja. Di wilayah hutan kita biasanya burung Sempur-hujan ini mendiami daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Bangka, Belitung, dan Natuna Utara. Selain itu, area hutan yang menjadi tempat tinggalnya adalah hutan primer dan sekunder yang ada di dataran rendah hingga area pegunungan dengan ketinggian dapat mencapai 900 meter di atas permukaan laut.

Ciri fisik burung yang bernama latin Eurylaimus Ochromalus memiliki ukuran tubuh yang tergolong kecil dengan panjang hanya sekitar 15 cm saja. Corak warna tubuhnya tergolong bervariasi yang terdiri dari warna hitam ,putih, merah karat, kuning, dan biru muda. Warna hitam tampak hampir di sekujur tubuhnya mulai dari kepala, tenggorokan, punggung, sayap, dan ekornya. Warna putih berupa garis agak tebal melingkar yang terdapat di bagian lehernya. Warna kuning tampak di bagian iris mata, sisi sayap, ekor, dan area tunggirnya. Warna merah karat terlihat jelas di bagian bawah tubuhnya mulai dari pangkal dada sampai dengan pangkal tunggirnya. Dan warna biru muda terlihat mencolok menutupi seluruh area paruhnya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d3/Black-and-yellow_Broadbill_%28Eurylaimus_ochromalus%29_%288071120621%29_%28cropped%29.jpg
Gambar: Burung Sempur-hujan Darat

Di samping itu juga, tubuh burung Sempur-hujan Darat tampak agak gemuk dengan bagian kepalanya yang berbentuk agak bulat. Paruhnya yang berwarna biru muda tersebut berukuran agak lebar dan sedikit menukik di bagian depannya. Kakinya yang berwarna merah muda berukuran tidak terlalu panjang dan tampak agak gemuk. Ekornya yang berwarna hitam tampak berukuran agak panjang dan sangat jarang terlihat dikembangkannya.

Di alam liar, burung Sempur-hujan Darat biasanya bergerak secara berpasangan atau membentuk kelompok kecil sekitar 25 ekor. Makanan yang sering dicarinya cukup beragam mulai dari serangga, ikan-kan kecil, siput, dan buah-buahan. Waktu berkembangbiak berlangsung pada musim kemarau dengan jumlah telur yang dierami indukkan sekitar 3 butir. Selama masa mengerami telur biasanya burung Sempur-hujan Darat mengalami perubahan sikap yang cenderung lebih agresif dengan menjaga area sekitar tempat sangkar dibangun. Tujuannya agar tidak ada spesies burung lain yang mengganggu masa berkembangbiak dan persediaan makanannya.

Nah, burung Sempur-hujan Darat tidak hanya memiliki corak warna yang indah tapi juga mempunyai kicauan yang nyaring dan lantang. Ciri khas kicauannya adalah nada beruntun yang dibunyikan secara terus menerus dengan volume yang kian ditingkatkan. Selain itu, nada kicauannya terdengar cukup nyaring dan tidak parau serta durasi kicauannya mampu mencapai sekitar 10 detik. Dengan suara kicauan yang keluar secara beruntun dan bertempo cukup rapat membuatnya terdengar mirip suara tembakan.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Sempur-hujan Darat yang mempunyai kicauan merdu dan corak warna yang indah. Hanya saja, populasi burung kicauan di alam liar kian menyusut hingga statusnya menjadi terancam. Untuk itu ada baiknya memang tidak memburu ataupun memelihara burung Sempur-hujan Darat. Tujuannya agar populasinya perlahan meningkat dan terhindar dari kepunahan yang sedang mengintainya. Karenanya bila Anda tertarik dengan burung Sempur-hujan Darat dapat menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/06/14/burung-sempurhujan-darat-yang-bersuara-lantang/
2. http://www.kutilang.or.id/2013/02/10/sempur-hujan-darat/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d3/Black-and-yellow_Broadbill_%28Eurylaimus_ochromalus%29_%288071120621%29_%28cropped%29.jpg

Kamis, 07 Desember 2017

Mengulik Lebih Jauh Tentang Burung Wiwik Kelabu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/mengulik-lebih-jauh-tentang-burung-wiwik-kelabu

Bila ditanyakan tentang burung Wiwik Kelabu mungkin banyak di antara para pembaca sekalian yang belum mengenalnya. Tapi bila namanya diganti menjadi burung Kedasih mungkin sebagian besar dari para pembaca pasti mengenal ataupun melihatnya. Hal ini terasa wajar sebab burung Wiwik Kelabu termasuk salah satu jenis burung populer di masyarakat tapi bukan karena kemerduan suaranya melainkan mitos yang dikandungnya sebagai pembawa kabar buruk. Untuk itu pada artikel ini coba menggali lebih jauh lagi tentang burung Wiwik Kelabu agar semakin dikenal oleh para pembaca sekalian.

Burung Wiwik Kelabu merupakan burung dengan kicauan yang cukup nyaring dan berirama. Keberadaannya di wilayah hutan kita tergolong cukup luas yang menghuni hampir di segala pulau besar yakni Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Kehidupannya di alam liar biasanya mendiami area dataran rendah hingga area pegunungan dengan ketinggian 1.300 meter dari permukaan laut. Biasanya tempat-tempat yang sering ditinggalinya adalah kawasan terbuka yang dekat dengan pemukiman masyarakat seperti lahan garapan, pepohonan di taman kota, dan area hutan pinggir desa. Selain itu, burung Wiwik Kelabu juga mendiami area hutan sekunder ataupun terbuka yang agak berjarak dari tempat tinggal masyarakat.

File:Plaintive Cuckoo Cacomantis merulinus.jpg
Gambar: Burung Wiwik Kelabu

Penyebaran burung yang bernama latin Cacomantis Merulinus ini sebenarnya tidak hanya terdapat di wilayah hutan kita tapi juga terdapat di berbagai belahan negara lainnya. Negara-negara yang banyak dihuni oleh burung Wiwik Kelabu adalah Tiongkok, Filipina, India, Pakistan, Nepal, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Malaysia. Di alam liar, biasanya burung ini mencari makanan berupa aneka jenis serangga dan buah-buahan. Selain itu, masa berkembangbiaknya terjadi pada bulan Mei sampai Juni dengan masa pengeraman sekitar 13 hari.

Ciri fisik burung Wiwik Kelabu yang dipanggil dengan nama burung Kedasih ini memiliki ukuran tubuh sedang dengan panjang hanya sekitar 21 cm. Warna yang menutupi bulu-bulunya terdiri dari tiga warna yakni abu-abu, merah karat, dan hitam keabu-abuan. Warna abu-abu tampak menutupi bagian keseluruhan kepala, tenggorokan, dada, dan bagian bawah ekornya berupa garis-garis. Warna merah karat terlihat di bagian pangkal sampai ujung bawah perutnya. Warna hitam keabu-abuan tampak menutupi area punggung, sayap dan ekornya.

Ekor burung Wiwik Kelabu berukuran cukup panjang dan bercorak garis-garis putih di bagian bawahnya. Paruhnya berukuran agak panjang dengan bagian ujung atasnya tampak sedikit menukik. Pupil matanya berwarna hitam dengan area pupil tampak berwarna merah saga. Bulu-bulu bagian atas kepalanya yang berwarna keabu-abuan tampak sangat lebat yang akan mengembang saat terkena hembusan angin.

Adapun suara kicauan burung Wiwik Kelabu terdengar mengalun dengan nada awal memiliki volume kecil dan lambat laun volume akan meninggi sehingga mirip suara ratapan. Kicauan burung Wiwik Kelabu juga terdengar nyaring dan agak melengking di telinga. Selain itu, burung ini tergolong cukup pemalu yang hanya mengeluarkan kicauannya dan bersembunyi dibalik rimbun pepohonan.

Perlu diketahui juga bahwa burung Wiwik Kelabu atau yang dikenal dengan nama Kedasih ini membawa mitos yang diyakini sebagai pembawa kabar buruk. Bila burung Wiwik Kelabu atau Kedasih ini sampai mengeluarkan suaranya dan terdengar orang-orang maka hal itu pertanda akan ada yang segera meninggal. Begitu kuatnya pengaruh mitos ini di tengah-tengah masyarakat sampai hampir tidak ada orang yang ingin atau berani memeliharanya. Selain itu, burung Kedasih ini juga dikenal sebagai burung parasit yang suka menitipkan telurnya di sangkar burung lain dengan membuang sebagian telur di sarang burung tersebut.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Wiwik Kelabu yang ternyata dikenal masyarakat sebagai burung pembawa pesan kematian. Terlepas benar atau tidaknya mitos yang beredar di masyarakat tentang burung ini tapi suara kicauannya memang cukup merdu yang mampu berkicau dengan durasi cukup lama. Jadi, bila Anda tertarik untuk memelihara burung ini mungkin cukup sulit menemukannya di pasar burung dan dapat menyimpan audio rekamannya yang banyak terdapat di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://alamendah.org/2011/09/24/wiwik-kelabu-kedasih-burung-parasit-burung-kematian/comment-page-1/#comments
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_wiwik_kelabu.htm
3. http://www.kutilang.or.id/2012/05/18/wiwik-kelabu/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Plaintive_Cuckoo_Cacomantis_merulinus.jpg