Selasa, 26 Juli 2016

Perawatan Burung Cucakrawa Agar Tidak Mudah Sakit

Perawatan terhadap burung Cucakrawa amat perlu senantiasa diperhatikan agar kondisi fisik burung tidak rentan terserang penyakit. Selain itu perawatan yang diberikan pada burung Cucakrawa juga membantu dalam proses penjinakannya dan melatih kicauannya agar dapat memenangi kontes burung ocehan. Untuk itu dalam tulisan ini diuraikan mengenai cara perawatan burung Cucakrawa yang berasal dari hasil budidaya atau tangkaran dan hasil tangkapan di hutan atau bakalan. Adapun cara perawatan yang dapat dipraktikkan untuk burung Cucakrawa ialah sebagai berikut:

  1. Diberikan pakan buah yang segar

    Dalam menjaga kesehatan burung Cucakrawa agar tidak mudah terserang penyakit dapat dengan memberiknnya buah-buahan yang segar. Dianjurkannya burung Cucakrawa banyak mengkonsumsi buah-buahan yang segar agar menambah antibodi pada tubuhnya yang sangat rentan terserang penyakit. Selain itu pemberian buah-buahan yang segar pada burung Cucakrawa dapat dengan memilih buah Pisang dan Pepaya. Kedua jenis buah tersebut selain terdapat kandungan nutrisi gizi yang lumayan tinggi juga memiliki tekstur daging buah yang lembut untuk memudahkan burung Cucakrawa mudah dalam menelannya. Pemberian buah-buahan ini tidak hanya bermanfaat bagi burung Cucakrawa yang telah lama dirawat tapi baik juga untuk burung bakalan yang berasal dari hasil tangkapan di hutan. Tujuannya sama yakni agar burung Cucakrawa bakalan tidak mudah terjangkit penyakit akibat pemindahan lokasi yang asing baginya.


  2. Gambar: Perawatan burung Cucakrawa di sangkar

  3. Rajin diberikan pakan hidup

    Selain pemberian buah-buahan segar agar kondisi fisik burung Cucakrawa tidak terserang penyakit dapat juga dengan rajin memberikannya pakan hidup. Pakan hidup yang lazim diketahui sebagai pakan untuk burung Cucakrawa ada banyak sekali di antaranya adalah telur semut atau kroto, ulat, jangkrik, belalang, sampai dengan daging ikan gopi. Untuk itu dalam pemberian pakan hidup kepada burung Cucakrawa dalam perawatannya dapat dengan dilakukan selang-seling atau berganti-ganti menunya setiap harinya. Di samping itu pakan hidup yang dikonsumsi burung Cucakrawa banyak tersimpan beragam jenis nutrisi termasuk protein yang tujuannya bermanfaat dalam memproteksi fisiknya agar menjadi lebih sehat. Akan tetapi yang menjadi perhatian adalah bila memberikan pakan hidup pada burung Cucakrawa yang berasal dari hasil tangkapan atau bakalan. Adapun pemberian pakan hidup yang disarankan adalah dengan rutin memberikan jangkrik ataupun belalang yang sifatnya dapat membuat perut cepat kenyang. Selain itu dapat juga dengan memberikan kroto di waktu-waktu tertentu agar burung Cucakrawa bakalan dapat terbiasa dengan makanan barunya tersebut.

  4. Jangan dulu dimandikan

    Perawatan yang ketiga ini sebenarnya dianjurkan bagi burung Cucakrawa bakalan atau yang berasal dari hasil tangkapan di hutan. Hal ini mengingat burung Cucakrawa bakalan memiliki potensi terserang penyakit jauh lebih besar ketimbang yang berasal dari budidaya atau tanggakaran. Ini dikarenakan burung Cucakrawa bakalan masih belum jinak dan asing dengan keberadaan manusia serta masih butuh waktu dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya yakni di sangkar. Maka dari itu dianjurkan agar burung Cucakrawa bakalan jangan dulu dimandikan dimaksudkan agar nafsu makannya tidak hilang dan kesehatan fisik serta mentalnya tetap terjaga. Kalaupun burung Cucakrawa hendak dimandikan dipastikan terlebih dahulu nafsu makannya telah kembali seutuhnya yang dilihat dari habisnya makanan yang disediakan dan gerakannya yang aktraktif di sangkar.

  5. Pemberian obat

    Dalam pemberian obat sebagai bagian dari perawatan burung Cucakrawa entah itu bakalan maupun hasil tangkaran disarankan terlebih dahulu bertanya pada penjual obat atau kepada pemelihara burung Cucakrawa yang senior. Ini dimaksudkan agar obat yang diberikan kepada burung Cucakrawa dari sisi jenis, takaran, dan waktu pemberiannya dapat diketahui dengan benar serta tidak memberikan efek negatif bagi kesehatan burung. Disamping itu bila pemberian obat hanya didasarkan pada perkiraan atau terkaan saja maka besar kemungkinan burung Cucakrawa bukan terlihat sehat tapi bisa menjadi sakit bahkan dapat berakibat keracunan obat.

Demikianlah penjelesan mengenai perawatan burung Cucakrawa agar kondisi fisiknya dapat selalu sehat dan memiliki kicauan yang merdu. Dengan membaca tulisan ini semoga dapat membantu dalam perawatan burung Cucakrawa yang Anda pelihara di rumah. Dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terimakasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
Rusli Turut, Agar Cucakrawa Rajin Berkicau, (Depok: Swadaya, 2010)
Sumber Gambar:
http://www.pertanianku.com/wp-content/uploads/2015/11/cucakrawa-BSD-Rudi-26052010-6.jpg.

Kamis, 21 Juli 2016

Mengenali Alasan Burung Jalak Suren Membuka Paruh

Burung Jalak Suren dikatakan adalah burung yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi dalam menghafal banyak suara yang didengarnya. Begitu juga dengan kemampuannya berkicau mampu membunyikan banyak suara yang membuatnya terdengar bising tapi terdengar merdu. Oleh karenanya menjadikan burung Jalak Suren banyak dipelihara yang tidak hanya dijadikan sebagai burung peliharaan tapi juga diperlombakan. Akan tetapi burung Jalak Suren memiliki perilaku yang terkadang sering membuka paruh cukup lebar dan dalam waktu yang lama. Aktifnya burung Jalak Suren membuka paruhnya disebabkan oleh beberapa alasan seperti mengeluarkan hawa panas dari dalam tubuhnya, pertanda sudah gacor, dan sedang mengalami radang tenggorokan. Untuk dalam artikel ini diulas ketiga alasan burung Jalak Suren yang membuka paruhnya agar para pembaca sekalian yang memeliharanya dapat mengambil sikap yang tepat dalam penanganannya.


Gambar: Burung Jalak Suren yang sedang membuka paruhnya

Adapun penjelesan tentang alasan burung Jalak Suren yang membuka paruhnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengeluarkan hawa panas dari dalam tubuhnya

    Burung Jalak Suren yang rajin membuka paruhnya dalam jangka waktu yang agak lama dapat dikarenakan sedang mengeluarkan hawa panas dari dalam tubuhnya. Ini disebabkan pada burung ocehan termasuk Jalak Suren dalam menjaga suhu tubuhnya agar tetap dingin ialah dengan mengeluarkan hawa panas melalui membuka paruhnya untuk menghirup udara dingin dapat masuk mengisi rongga paru-parunya. Disamping itu, pada semua jenis burung tidak memiliki rongga pori-pori di kulitnya untuk membuang keringat untuk itu upaya yang dilakukan burung dalam mengeluarkan suhu panas yang berlebih di dalam tubuhnya salah satunya dengan membuka lebar-lebar paruhnya. Adapun penyebab burung Jalak Suren sampai harus mengeluarkan suhu panas berlebih di dalam tubuhnya dengan membuka paruhnya adalah seringnya dijemur lebih dari waktu yang disarankan sekitar 30 menit saja dan meletakkan sangkarnya selalu berada di bawah atap yang terbuat dari seng pada siang hari. Untuk itu disarankan agar burung Jalak Suren tidak lagi membuka paruhnya dengan waktu yang lama maka dapat diperhatikan prosesi penjemurannya dan peletakan sangkarnya harus memiliki suhu yang sedang.

  2. Pertanda burung telah rajin bunyi atau gacor

    Pada kebanyakan jenis burung ocehan yang telah rajin bunyi atau disebut gacor ditandai dengan rajinnya membuka mulut yang diiringi suara kicauan. Begitu pula dengan burung Jalak Suren yang sudah rajin bunyi atau gacor juga ditandai dengan membuka parunya lebar-lebar. Hal itu dilakukannya agar suara isian yang telah dipelajarinya mampu dikeluarkan secara berurutan sewaktu membuka paruhnya lebar-lebar. Ditambah juga bagi para pecinta burung ocehan dalam memilih burung Jalak Suren salah satu alasannya rajinnya burung membuka paruhnya baik saat sedang berkicau maupun tidak. Akan tetapi dalam menandakan burung Jalak Suren yang sudah gacor dengan rajin membuka paruhnya hanya dapat ditandai bila burung tersebut benar mendapat pelatihan yang rutin dilakukan setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu. Jika tidak, mungkin saja burung Jalak Suren yang membuka paruhnya memang mengalami gangguan pada suhu panasnya yang berlebih.

  3. Adanya infeksi di tenggorokannya

    Alasan terakhir bagi burung Jalak Suren yang suka membuka lebar paruhnya dapat dikarenakan adanya infeksi dibagian tenggorokannya. Infeksi tenggorokan yang biasanya menyerang burung ocehan termasuk Jalak Suren disebabkan oleh serangan tungau yang mendiami batang tenggorokan dan kantung suara burung. Hal ini menyebabkan burung Jalak Suren mengalami kesulitan dalam berkicau dan kicauan yang keluar dari kantung suaranya pun terdengar menjadi pelan dan serak. Untuk itu bila burung Jalak Suren telah mengalami gangguan tenggorokan yang dikarenakan serangan tungau dapat dengan mengobatinya secara rutin dan rajin membersihkan sangkarnya setiap harinya. Dengan dilakukannya pengobatan yang rutin kepada burung Jalak Suren yang terserang tungau dibagian tenggorokannya maka dapat mengembalikan kicauannya yang sempat terganggu.

Demikianlah alasan-alasan tentang burung Jalak Suren yang gemar sekali membuka paruhanya. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas maka Anda dapat mengetahui alasan mana yang menjadikan burung Jalak Suren membuka paruhnya dan juga bisa mengambil tindakan yang tepat bila ternyata itu berdampak buruk bagi kesehatannya. Sekian.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2014/07/10/penyebab-burung-jalak-suren-sering-buka-paruh-lebar-lebar-mangap/
http://belajar-usaha.com/mengatasi-burung-mangap-seri-1.htm
Sumber Gambar:
https://kicauan.files.wordpress.com/2014/08/jalak-suren.jpg