Kamis, 22 September 2016

Mengulas Cara Alternatif dalam Menjinakkan Burung Ocehan

Mungkin pusing melihat burung ocehan kesayangan kita yang telah lama dipelihara dan dijinakkan tapi tidak kunjung memberikan tanda-tanda kalau ia akan menurut pada pemiliknya. Ini terlihat dari banyaknya burung ocehan liar yang sudah dilatih dengan beragam cara oleh pemiliknya tetap saja enggan menuruti perintah tuannya dan dampaknya akan sulit melatihnya dalam berkicau. Akan tetapi dalam menjinakkan burung ocehan liar tidak hanya terpaku pada cara-cara yang telah ada selama ini melainkan ada cara alternatif yang bisa dipraktikkan kepada burung ocehan liar untuk bisa menjinakkan. Cara alternatif tersebut tidaklah banyak tapi satu di antaranya memang membutuhkan keahlian khusus agar saat menerapkannya tidak malah akan menyakiti burung nantinya. Sedari itu coba untuk dipaparkan dalam artikel ini mengenai cara alternatif yang dapat dilakukan dalam menjinakkan burung ocehan liar.

Adapun alternatif yang dimaksud dalam artikel sebagai cara lain dalam menjinakkan burung ocehan ialah sebagai berikut:

  1. Memandikan dengan tetap memegangnya


    Gambar I: Burung yang dimandikan dengan cara dipegang

    Dalam proses penjinakan burung ocehan yang masih dalam kondisi liar maka bisa menggunakan cara alternatif yakni dengan memegangnya saat memandikan. Burung ocehan liar yang saat memandikannya terlebih dahulu dipegang diyakini dapat untuk melunakkan keliarannya agar bisa cepat jinak. Proses memandikan dengan cara memegang burung ocehan liar tidak langsung bisa memberikan efeknya bila hanya sekali dimandikan dan tentunya cara tersebut perlu dilakukan beberapa kali yang minimalnya sekitar enam kali akan menunjukkan hasilnya. Di samping itu, ketika burung ocehan liar dimandikan dengan cara memegangnya ada baiknya bagi pemiliknya harus terlebih dahulu mengetahui cara yang benar untuk memegangnya. Ini dikarenakan akan terjadi dampak buruk bila terdapat kesalahan dalam memegang burung ocehan yang berupa burung akan sesak napas bahkan bisa berujung kematian. Selain itu sebelum dimandikan sebaiknya menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan yang di antara baskom berukuran sedang, air bersih, gayung kecil, dan yang lainnya bila dianggap perlu. Adapun juga setelah burung ocehan liar tersebut selesai dimandikan maka dianjurkan untuk memberikan pakan kesukaannya agar burung merasa senang dan tidak menganggap proses memandikannya itu adalah sebuah yang menyakitinya.

  2. Menyediakan pasangan untuk burung ocehan liar


    Gambar II: Pasangan untuk burung ocehan liar

    Cara alternatif lainnya yang bisa membantu untuk mempercepat proses penjinakan burung ocehan liar adalah dengan memasukkan satu ekor burung jinak yang berlawanan jenis ke dalam sangkarnya. Cara ini dimaksudkan agar burung ocehan liar tidak merasa stres karena sendiri dan mampu berinteraksi dengan burung ocehan jinak yang menjadi lawan jenisnya. Selain itu selama proses penjinakan berlangsung disarankan juga burung ocehan liar yang dipasangkan dengan burung ocehan jinak dalam perlakukannya sebaiknya dipersamakan. Misalnya saat memberikan makan burung ocehan jinak dengan cara menyuapinya secara langsung maka burung ocehan liar pun harus dicontohkan yang sama juga. Ataupun juga bisa dengan mengajak burung ocehan jinak bermain melalui mendekatkan jari tangan kita agar bisa dipatukinya dan burung ocehan liar itu pun secara tidak langsung juga ingin agar bisa mematuki jari tangan pemiliknya. Dengan melakukan alternatif yang ini maka beberapa waktu kemudian burung ocehan liar itu pun bisa berangsung-angsur menunjukkan karakter jinaknya dan malah bisa manja kepada pemiliknya.

  3. Menjinakkan dengan metode kata-kata

    Adapun cara lainnya yang bisa dijadikan alternatif dalam menjinakkan burung ocehan liar adalah dengan sering mengajaknya bicara melalui sering menyebut nama panggilan buatnya atau sejenis nama sapaan. Biasanya cara ini dilakukan saat hendak memberi pakan, memandikan, atau setelah selesai menjemurnya. Lazimnya kalimat yang diucapkan dapat berupa aja termasuk dengan menyebut nama panggilan untuk burung tersebut. Lambat laun dengan rajinnya burung disapa saat melakukan aktivitas apa saja maka secara tidak sadar burung ocehan liar itu pun bisa menjadi jinak dan selanjutnya dapat untuk dilatih kicauannya oleh pemiliknya.

Yup, itulah tiga cara yang bisa menjadi alternatif untuk menjinakkan burung ocehan yang liar. Dengan nantinya para pembaca sekalian dapat menerapkan cara yang sudah dituliskan di atas maka diharapkan dampaknya memang bisa ampuh untuk mengatasi keliaran burung ocehan para pembaca sekalian. Okey, selamat mencoba.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber:
1. https://omkicau.com/2013/10/21/tiga-alternatif-untuk-burung-yang-susah-jinak/
Sumber Gambar:
1. http://www.agrobur.com/2015/10/tips-memandikan-burung-dengan-cara.html
2. http://tips-ukm.com/belajar-budidaya-perkutut-di-sangkar-kecil/

Rabu, 21 September 2016

Hal-Hal Yang Mesti Diperhatikan Saat Merawat Burung Pleci Di Musim Hujan

Burung Pleci atau yang dikenal juga sebagai burung kacamata yang ada di alam liar memiliki kebiasaan unik yang jarang dimiliki oleh burung lainnya yakni gemar sekali untuk mandi. Begitu pula dengan turunnya musim hujan sekalipun tidak lantas malah membuat burung Pleci yang ada di alam liar menjadi rentan sakit. Hal ini dikarenakan burung Pleci tersebut telah mampu menyesuaikan dirinya dengan bersembunyi ditempat yang tepat saat hujan atau angin datang. Akan tetapi beda halnya dengan burung Pleci yang dirawat oleh manusia yang cenderung saat menghadapi musim hujan perlu mendapatkan bantuan dari para pemiliknya. Bantuan yang dibutuhkan oleh burung Pleci peliharaan saat menghadapi musim penghujan adalah berupa perawatan yang tepat untuk menghindarkan burung dari penyakit yang menghinggapinya. Untuk itu pulalah menjadi penting diperhatikan bahwa selama musim hujan berlangsung ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat merawat burung Pleci.


Gambar: Burung Pleci yang dirawat di musim hujan

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan saat merawat burung Pleci dimusim hujan adalah sebagai berikut ini:

  1. Peletakan sangkar burung Pleci
    Sangkar burung Pleci tidak boleh diletakkan pada sembarang tempat apalagi tempat tersebut memiliki suhu yang lumayan dingin dengan kondisi cuaca yang turun hujan dan berangin. Akibat yang ditimbulkan bila sangkar burung Pleci ditaruh pada tempat yang memiliki suhu dingin seperti di musim penghujan bisa menyebabkan burung rentan terserang penyakit flu dan masuk angin. Untuk itu selama musim hujan berlangsung ada baiknya sangkar burung Pleci ditaruh pada tempat yang mempunyai suhu cukup hangat seperti dalam ruangan yang tidak ada pendingin ruangan dan cukup hanya ada ventilasi udara dan menggantangnya tidak dalam kondisi cuaca sedang hujan atau berangin.
  2. Pemilihan kualitas pakannya
    Hal lain yang perlu diperhatikan agar burung Pleci tetap merasa nyaman dan kesehatannya bisa terjaga selama di musim penghujan adalah memperhatikan pakan yang akan dimakannya. Pakan yang nantinya akan dimakan oleh burung Pleci usahakan harus diperhatikan kualitasnya. Kualitas pada pakan burung Pleci selama musim hujan berlangsung seringkali menjadi menurun misalnya voer yang begitu cepat berjamur akibat terkena udara dingin. Sedari itu bila menjumpai pakan burung Pleci berupa voer yang telah berubah menjadi berlumut atau jamuran maka harus segera diganti dengan yang masih segar agar kesehatan burung tidak terganggu nantinya. Selain itu juga mengingat bahwa selama hujan berlangsung bisa menyebabkan burung Pleci menjadi kedinginan maka ada baiknya menyiapkan pakan tambahan seperti ulat mesti ditingkatkan guna manfaatnya bisa menghangatkan tubuh burung.
  3. Memperhatikan waktu memandikan burung Pleci
    Perawatan lainnya yang perlu disimak selama musim hujan berlangsung adalah soal waktu memandikannya. Selama musim hujan berlangsung disarankan untuk memandikan burung Pleci hanya sekali saja dalam sehari. Adapun waktu yang bisa dipilih untuk memandikan burung Pleci adalah pada waktu pagi hari baik itu dalam kondisi hujan gerimis ataupun tidak. Sedangkan pada sore harinya tidak perlu burung Pleci dimandikan lagi yang hal tersebut bisa membuat burung menjadi rentan sakit akibat kedinginan.
  4. Waktu penjemuran
    Selama musim hujan berlangsung hal yang tidak mengenakkan adalah sedikitnya cahaya matahari yang bisa dinikmati oleh semua makhluk hidup tanpa terkecuali burung Pleci. Hal ini pun berdampak pada kecukupan penyerapan vitamin D yang bisa diperoleh burung Pleci dari sinar matahari tidak optimal. Perlu diketahui bahwa vitamin D yang diserap dari sinar matahari mampu untuk menguatkan tulang makhluk hidup termasuk burung Pleci. Dengan berkurangnya serapan sinar matahari di musim penghujan maka hal tersebut pada stamina burung yang menurun dan tulang pun lebih rentan terkena keropos. Sedari itu di musim hujan sangat perlu memperhatikan kondisi cauca yang bila ada matahari bersinar di pagi ataupun sore hari maka bisa menjemur burung Pleci.

Demikianlah ulasan tentang perawatan yang perlu diperhatikan pada burung Pleci selama musim hujan berlangsung. Dengan membaca artikel ini hingga tuntas maka diharapkan burung Pleci yang diperlihara selama musim hujan datang bisa tetap terus terjaga kesehatannya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
1. http://www.mediaronggolawe.com/cara-mudah-rawat-pleci-di-musim-hujan.html
2. https://omkicau.com/2015/12/17/lima-hal-penting-dalam-perawatan-pleci-pada-musim-hujan/
Sumber Gambar:
1. https://burungkicau.net/wp-content/uploads/2014/10/9.jpg