Kamis, 12 April 2018

Sikatan Biru-Putih, Si Burung Ocehan Migrasi yang Bersuara Merdu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sikatan-biru-putih-si-burung-ocehan-migrasi-yang-bersuara-merdu

Jenis burung Sikatakan sudah lama dikenal sebagai burung ocehan yang memiliki suara kicauan merdu dan nyaring. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya para penghobies yang memelihara jenis burung Sikatan yang sering diikutkan dalam perlombaan. Selain itu, jenis burung Sikatan yang tersebar di wilayah hutan Indonesia berjumlah cukup banyak dan tidak semuanya memiliki habitat yang sama di sini. Sebab beberapa jenis burung Sikatan ada yang termasuk sebagai burung migrasi yang hanya berkunjung ke hutan kita saat setahun sekali saja. Untuk itu pada tulisan ini coba mengenalkan salah satu jenis burung Sikatan yang tiap tahun sering bermigrasi ke Indonesia. Adapun nama burung tersebut adalah burung Sikatan Biru-Putih.

Burung Sikatan Biru-Putih merupakan salah satu dari jenis burung Sikatan yang rutin mengunjungi hutan Indonesia saat musim dingin turun di negara asalnya. Tujuan bermigrasinya burung Sikatan Biru-Putih tak lain untuk menghindar sementara waktu dari habitat asalnya yang sedang ditutupi musim dingin dan pergi mencari daerah yang beriklim tropis. Selain itu negara asal yang menjadi tempatnya berkembangbiak berada di negara Tiongkok, Rusia, bagian utara Korea, Jepang, dan bagian selatan Korea. Lalu negara yang dituju menjadi tempat bermigrasi juga tersebar cukup luas yang mencakup negara Laos, Vietnam, Filipina, Taiwan, dan Indonesia.

File:Cyanoptila cyanomelana male.JPG
Gambar: Burung Sikatan Biru-Putih

Sedangkan, daerah di Indonesia yang umumnya dijadikan tempat tinggalnya sementara mendiami di sekitar area Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Keberadaannya di alam liar terdapat di area dataran tinggi dengan rentang ketinggian mencapai 1400 meter di atas permukaan laut. Area hutan di pegunungan yang sering dikunjungi biasanya berada di hutan primer dan hutan sekunder. Selain itu, jenis makanan yang setiap hari disantapnya cukup beragam mulai dari buah-buahan dan aneka jenis serangga yang berukuran kecil.

Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Cyanoptila Cyanomelana memiliki ukuran sedang dengan panjang sekitar 17 cm. Corak warna bulunya tampak cerah dengan warna yang bervariasi seperti biru tua, hitam, dan putih. Warna biru tua tampak menutupi sebagian besar badannya mulai dari atas kepala, tenggorokan, dada, tengkuk punggung, sayap, dan ekornya. Warna hitam terlihat berbaur dengan corak warna biru tua di tubuhnya seperti dekat alis belakang mata, sisi belakang punggung, sayap, dan ekornya. Lalu warna putih menutupi area sisi pangkal ekor, perut, dan tunggirnya.

Ciri fisik lainnya yang perlu dikenali dari burung Sikatan Biru-Putih adalah bentuk tubuhnya yang tampak agak besar dengan ekor yang lumayan lebar. Paruhnya yang berwarna hitam pekat berukuran sedang dan tampak agak tebal. Matanya tampak bulat dengan corak warna hitam pekat. Dan kakinya yang berwarna hitam pekat berukuran sedang dan tampak agak tebal dengan kuku yang tajam.

Di samping itu, ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil dengan nama Blue-and-white Flycatcher terdengar cukup nyaring dengan volume yang tidak terlalu tinggi. Kicauannya bertempo sedang dengan bunyi yang agak bergerak cepat. Tapi burung Sikatan Biru-Putih hanya akan berkicau saat sedang bertengger di ranting dan termasuk tipikal burung yang cukup jarang berkicau. Walaupun demikian, suara kicauannya tetap terdengar merdu yang tak kalah berbeda dibanding jenis burung Sikatan lainnya.

Yup, itulah sekilas ulasan tentang burung Sikatan Biru-Putih yang merupakan burung migrasi yang rutin berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang terdapat di wilayah Indonesia. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/03/18/sikatan-biru-putih/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_sikatan_biru_putih.htm

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cyanoptila_cyanomelana_male.JPG

Jumat, 06 April 2018

Sekilas Tentang Burung Takur Tohtor

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sekilas-tentang-burung-takur-tohtor

Bila ditanyakan tentang burung Takur Tohtor mungkin hanya sedikit dari para pembaca yang mengetahui ataupun pernah melihatnya di alam liar. Hal ini terasa wajar dikarenakan jenis burung Takur Tohtor memang bukan termasuk jenis burung ocehan yang banyak dipelihara dan sering diikutkan dalam perlombaan. Selain itu, jenis burung Takur ini pun memiliki daerah persebaran hanya terbatas di wilayah Indonesia saja. Dan juga, burung Takur Tohtor tidak dibolehkan untuk ditangkap maupun dipelihara disebabkan statusnya sebagai burung yang dilindungi pemerintah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Takur Tohtor merupakan jenis burung endemik yang dikatakan daerah persebarannya hanya terbatas di wilayah Indonesia saja. Daerah di Indonesia yang menjadi tempat tinggal burung Takur Tohtor ini berada di Pulau Jawa dan Bali saja. Di habitat aslinya biasanya sangat umum terlihat di area dataran tinggi dengan rentan ketinggian dapat mencapai 2500 meter di atas permukaan laut. Selain itu, keberadaannya di hutan pegunungan seringkali tampak mulai dari 900 mdpl. Terbatasnya area tempat tinggal yang didiami burung Takur Tohtor yang berada di pegunungan membuatnya sangat jarang terlihat orang-orang dan hanya bisa tampak saat pergi mendaki ke pegunungan.

File:Flame-fronted Barbet (Megalaima armillaris armillaris).jpg
Gambar: Burung Takur Tohtor

Di samping itu, kehidupan burung yang bernama latin Megalaima armillaris ini di alam liar biasanya berada di area hutan sekunder ataupun aktif bergerak di sekitar pinggiran hutan. Sewaktu mencari makanan di sekitar hutan kadangkala berbaur dengan kawanan burung lain dengan bertengger di ranting pepohonan. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya terbilang cukup beragam mulai dari aneka jenis biji-bijian dan serangga. Selain itu, waktu berkembangbiak yang dijalani burung Takur Tohtor berlangsung di bulan April, Mei, dan Desember dengan jumlah telur yang dierami indukkannya sekitar dua butir.

Adapun ciri fisik yang bisa dikenali dari burung Takur Tohtor ini memiliki ukuran tubuh yang tergolong sedang dengan panjang sekitar 20 cm. Corak warna bulunya tampak indah dengan adanya variasi warna yang cukup beragam mulai dari warna hijau tua, jingga, dan hitam. Warna hijau tua tampak menutupi hampir seluruh tubuhnya mulai dari sisi wajah, tenggorokan, punggung, sayap, dada, perut, sampai tunggirnya. Warna jingga terlihat hanya di bagian mahkota kepala sampai tengkuk dan lehernya dengan garis yang agak tebal. Alu warna hitam tampak hanya di bagian depan dan belakang matanya berupa garis yang cukup tebal.

Perlu diketahui juga bahwa ukuran paruh burung Takur Tohtor tidak terlalu panjang dan tampak tebal dengan warna hitam pekat. Matanya yang berwarna kehitaman terlihat berukuran agak besar dengan bentuk yang bulat. Ekornya yang berwarna agak kehijauan berukuran sedang yang tersusun dari beberapa helai bulu yang agak lebar. Selain itu, dengan ukuran tubuh yang sedang tampak bentuk tubuhnya sedikit agak besar baik di kepala maupun badannya.

Nah, suara kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Flame-fronted Barbet ini terdengar agak nyaring dengan volume yang sedang atau tidak terlalu tinggi. Bunyi kicauannya tidak terlalu bervariasi dengan lebih sering mengeluarkan suara yang diulang secara terus menerus. Nada kicauannya terdengar seperti: “trrrkkk... trrrkk.... trrkkk” yang dibunyikan secara berulang-ulang.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Takur Tohtor yang merupakan burung endemik yang hanya tersebar di Pulau Jawa dan Bali saja. Selain itu, burung Takur Tohtor juga memiliki corak warna yang indah dan terlihat mirip dengan warna paruh bengkok. Hanya saja, burung Takur Tohtor tidak diizinkan ditangkap maupun dipelihara oleh siapapun yang disebabkan statusnya sebagai burung yang keberadaannya dilindungi pemerintah. Untuk itu agar populasinya tetap terjaga di alam liar maka perlu menjaga hutan yang menjadi tempat tinggalnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/03/29/takur-tohtor/
2. https://omkicau.com/2014/07/26/9-jenis-burung-kicauan-nonlomba-yang-banyak-dijumpai-di-pasar-burung/2/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Flame-fronted_Barbet_(Megalaima_armillaris_armillaris).jpg