Senin, 25 November 2013

Jenis-Jenis Burung Ocehan Yang Dianggap Hama

Burung ocehan adalah jenis burung yang bersuara merdu dan dapat menirukan suara dari apa yang didengarnya. Sedang yang tergolong ke dalam burung ocehan itu adalah semua jenis burung baik dari keluarga Turdidae seperti burung murai batu ataupun dari keluarga Passeridae seperti burung gereja. Dari itu tidak ada syarat tertentu yang menentukan burung tertentu ke dalam kelompok burung ocehan yang penting burung tersebut mampu berkicau sesuai dengan karakternya. Adalah mengenai itu ada beberapa jenis burung ocehan yang jika didengarkan suaranya tak kalah hebat dengan kicauan burung-burung ocehan yang sudah tenar seperti murai batu, kenari, dan juga love bird, tapi sayangnya keberadaannya sering dianggap hama oleh sebagian masyarakat. Jenis-jenis burung ocehan yang dianggap hama itu ialah burung pipit, burung gelatik, dan burung kutilang.

Nah, untuk mengulas secara detail dari setiap jenis burung ocehan tersebut maka simaklah artikel ini sampai tuntas sehingga kita tahu kelebihan dan kekurangan yang ada pada setiap burung ocehan tersebut.

  • Burung Gelatik

    Burung gelatik di mata para petani adalah hama pengganggu yang sukanya memakan padi yang ada di sawah-sawah sehingga merugikan para petani dan dianggap sebagai burung hama. Dari itu para petani menyiapkan orang-orangan di sawahnya untuk menghalau serangan burung gelatik yang gemar memakan padi. Nah, pasti penasaran dengan alunan suara burung gelatik. Burung gelatik mempunyai suara yang indah yang bisa membawakan nada suara burung kenari, prenjak jawa, dan lain-lain sehingga burung ini terkadang diikutkan dalam kontes burung ocehan. Bagi para penggila burung ocehan telah banyak yang melakukan eksperimen terhadap burung gelatik yang berhasil melatihnya menjadi burung master yang mampu berkicau merdu dan gacor. Sedangkan kekurangan yang terdapat pada burung gelatik ialah karakternya yang liar sehingga untuk melatihnya menjadi burung master harus dari kecil atau yang baru menetas dari telurnya. Dari itu harga untuk burung gelatik yang sudah bunyi dan gacor bisa mencapai harga jutaan rupiah.
  • Burung Pipit

    Pernah mendengar suara burung yang kicauannya seperti ini “titt, titt, titt”, dan tahukah jenis burung apa itu? Tak lain itu adalah kicauan dari burung pipit. Burung pipit tergolong burung hama di mata para petani yang gemar memakan padi yang ada di sawah sehingga mengurangi hasil panen para petani. Kebiasaan burung pipit mendatangi sawah untuk memakan padi ialah datang bergerombol atau beramai-ramai sehingga sangat merepotkan para petani untuk mengusirnya. Burung pipit adalah jenis burung ocehan yang bersuara merdu sama seperti burung kenari dan love bird. Burung pipit bila dilatih sejak kecil dengan memperdengarkan suara-suara burung kenari, love bird, murai batu dan lainnya maka ketika menginjak dewasa akan mampu untuk membawakan suara-suara dari kicauan burung kenari yang terkenal merdu. Nah, itulah salah satu kepintaran alami burung pipit yang belum tentu dimiliki oleh burung ocehan lainnya. Sehingga ketika burung pipit yang sudah bisa bunyi akan dihargai di atas lima ratus rupiah.
  • Burung Kutilang

    Burung kutilang kelakuannya tidak sama dengan burung pipit dan gelatik yang gemar memakan padi. Burung kutilang tidak suka memakan padi dan lebih memilih alam bebas menjadi habitatnya. Di alam bebas burung kutilang suka memakan ulat dan binatang-binatang kecil yang hidup di tanah. Burung ini dianggap hama bukan karena ia suka memakan padi para petani tetapi kicauan suaranya yang mampu merusak suara burung ocehan lain yang mendengarnya sehingga orang-orang akan mengusir atau menembaki ketika melihat burung pipit. Menariknya mengulas burung kutilang ialah karakter alaminya yang gacor atau tidak takut dengan kicauan burung ocehan lain sehingga ini menjadi nilai plus bagi burung kutilang. Banyak di antara para penggemar burung ocehan yang tertarik pada burung kutilang dengan mencoba melatihnya dari sejak kecil dan menjadikan burung ini sangat istimewa ketika dewasa. Tetapi kelemahan burung kutilang ialah sifat pelupanya yang sulit sekali dirubah. Sifat pelupa yang dialami oleh burung kutilang itu terjadi ketika ia telah menginjak dewasa dan telah dimaster menjadi burung ocehan yang tangguh. Alasan dikatakan burung kutilang sebagai burung pelupa disebabkan ketika dia mendengar suara burung kutilang liar yang berada di sekitarnya maka suara kicauan yang sudah dilatih sejak kecil akan hilang begitu saja dan kembali kepada karakternya yang bersuara berisik.

Nah, setelah menyimak berbagai jenis burung ocehan yang dianggap hama atau pengganggu secara detail baik kelebihan dan juga kekurangannya. Pastinya para pembaca budiman ada yang tertarik untuk melatih salah satu dari burung tersebut menjadi burung ocehan yang handal dan gacor.

Oleh : Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://planetburung.blogspot.com/2013/07/decu-si-mungil-yang-dahsyat.html


Related Posts :