Selasa, 25 Februari 2014

Nuri, Jenis Burung Ocehan Yang Terancam Punah

Burung Nuri adalah salah satu jenis burung ocehan yang terancam punah akibat perburuan yang tak terkendali di hutan yang menjadi habitatnya tinggal. Di pasaran burung nuri mempunyai penggemar yang cukup banyak dengan harganya yang sangat mahal mencapai jutaan sampai puluhan juta rupiah.

Adapun alasan mengapa burung ini begitu dicari sehingga mengancam populasinya di hutan disebabkan oleh beberapa alasan yang diantaranya adalah:
  • Kicauannya yang merdu.
    Burung nuri mempunyai kicauan yang sangat merdu dan bisa menirukan suara yang didengarnya. Kicauan yang merdu tersebut membuat orang-orang ingin memilikinya karena bisa mendengarkan suaranya sewaktu bersantai di depan rumah, sewaktu melatih suaranya, dan sewaktu memandikannya.
  • Kecantikan warna bulunya
    Alasan kedua membuat burung nuri menjadi incaran ialah karena bulunya yang berwarna-warni. Burung nuri yang mempunyai banyak warna sering disebut burung pelangi karena warna bulunya yang beragam seperti warna pada pelangi sehingga memukau mata siapa saja yang menyaksikannya terbang. Yang mana warna dasar burung nuri ialah warna merah sedangkan warna tambahan pada kepalanya ada yang biru, hijau, dan kuning.
  • Postur badannya
    Burung nuri memiliki postur tubuh yang sedang yang mana ukurannya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Ukuran tubuhnya ialah 30 cm, paruhnya besar dan bengkok ke bawah, kepalanya besar, dan kakinya kuat dengan jari-jarinya yang menghadap ke belakang, serta gestur tubuhnya yang lincah bergerak sewaktu berkicau maupun sedang memantau lingkungannya.


Di Indonesia habitat burung nuri ialah di bagian timur yakni Maluku, sulawesi, papua dan pulau-pulau kecil di sekitar daerah tersebut. Tempat yang paling disukai oleh burung nuri untuk ditinggalinya ialah hutan tropis yang berpohon tinggi dan besar. Makanannya di habitat aslinya adalah buah matoa, pohon sagu, biji palem, dan juga memakan tanah yang mengandung kalsium untuk menguatkan tulang dan pertumbuhan bulunya. Sewaktu musim kawin tiba yakni pada musim hujan burung nuri jantan akan membuatkan sarang di atas pohon yang tinggi untuk burung nuri betina yang dikawininya dan betina akan bertelur sampai 5 butir. Uniknya, telur yang dikeluarkan oleh nuri betina dierami oleh nuri jantan sampai menetas selama 15 minggu.

Yang mengagumkan dari burung nuri ialah daya ingatnya yang tinggi karena kemampuannya yang bisa menirukan banyak suara disebabkan daya ingatnya yang kuat. Ciri khas dari burung nuri yang berkicau ialah suara kicauannya yang keras dan kuat sehingga mampu mencuri perhatian orang-orang. Dan jika dilatih dengan baik burung nuri dapat menirukan suara-suara hewan seperti jangkrik dan burung ocehan lain. Oleh sebab itu tingginya daya ingatnya membuat burung nuri dikatakan sebagai burung pintar yang setara dengan burung beo.

Burung asli Indonesia ini yang mendiami pulau-pulau Indonesia bagian timur populasinya di waktu kini semakin sedikit karena perburuan dan penebangan hutan yang tak terkendali. Burung nuri yang diburu sering anakannya yang diambil langsung dari sangkarnya di pepohonan yang menyebabkan perkembangbiakannya terputus karena anakan tersebut tak sempat kawin dan meneruskan keturunannya. Oleh sebab itu, burung nuri termasuk jenis burung langka yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia agar tak diburu lagi dan populasinya bisa banyak lagi.

Dan inilah kilasan mengenai burung nuri yang terancam punah sehingga kita tak lagi memburunya dan harus ikut dalam melestarikannya agar populasinya kembali meningkat di alam dan bisa lagi menikmati kicauannya yang merdu di hutan.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://www.anneahira.com/nuri.htm
Gambar:
http://jenisburung.com/wp-content/uploads/2013/07/nuri-kepala-hitam.jpg


Related Posts :