Selasa, 18 Maret 2014

Burung Ocehan Cabai Jawa

Akrab dengan burung ocehan yang bernama Cabai Jawa? Mungkin belum atau ada sebagian yang sudah mengenalnya secara spesifik mulai dari ciri-ciri, habitat, makanannya, dan kicauannya. Ya, burung cabai jawa adalah jenis burung ocehan yang sudah cukup familiar di mata para kicaumania terutama burung ini dapat melatih suara kicauan burung ocehan seperti burung pleci agar cepat menjadi master. Dan di samping itu juga burung ini hanya ada di Indonesia dan sangat besar peranannya dalam membantu perkembangan ekologi di hutan.

Ukuran tubuh burung cabai jawa tergolong burung ocehan yang bertubuh mungil atau kecil karena besar tubuhnya tak lebih hanya sekitar 8 cm saja. Di alam liar burung cabai jawa hidup berkelompok dalam mencari makan dan sering berbaur dengan burung pleci. Oleh sebab itu dari kebersamaannya di alam liar menjadikan kedua burung ini dapat saling melatih suara satu sama lain tanpa berkelahi. Dan juga makanan burung cabai jawa di alam liar adalah buah benalu, serangga-serangga kecil, dan biji-bijian.

Burung cabai jawa juga mempunyai nama lain yaitu kamede dan nama latinnya Dicaeum trochileum yang berasal dari keluarga Dicaedae. Habitat asli burung ini adalah hutan mangrove, areal pantai, perkotaan, taman kota, dan di habitat terbuka. Bagi burung cabai jawa atau kamede mempunyai perbedaan antara jantan dan betina. Untuk si jantan ciri-cirinya ialah: terdapat warna merah padam atau kejinggaan di bagian kepala, tunggir, dada, dan punggungnya. Warna hitam tampak di bagian sayap dan ujung ekornya, terdapat bercak putih pada lengkungan sayapnya. Paruhnya berwarna hitam dan kecil, lalu perutnya berwarna putih keabu-abuan. Sedangkan untuk si betina mempunyai ciri-ciri: warna coklat pada tubuh bagian atasnya, di bagian kepalanya terdapat sapuan warna merah seperti mantel, mempunyai tunggir berwarna merah, dan terdapat warna putih buram di bagian bawah perutnya.



Tapi bagi burung cabai jawa yang masih muda terdapat ciri-ciri khusus yang berbeda dari burung cabai jawa yang sudah dewasa. Ciri-cirinya ialah: iris matanya coklat, kakinya hitam, warna hitam di bagian paruhnya. Sedangkan tubuh bagian atasnya berwarna coklat kehijauan, dan tunggirnya tampak warna bercak jingga. Karakter burung cabai jawa yang sudah dewasa ialah sangat aktif terbang hilir mudik dari sarangnya menuju pepohonan yang berbuah benalu dan menangkap berbagai jenis serangga. Hal tersebut dilakukan tak lain untuk memberikan anaknya yang masih kecil makan.

Di alam liar burung cabai jawa atau kamede sering membangun sarangnya di bagian ujung pohon dengan menggunakan rumput yang dilapisi kapas rumput dan bentuk sarangnya seperti kantung yang digantungkan. Musim kawin bagi burung cabai jawa jatuh pada bulan januari, oktober, april, dan mei. Dan saat musim kawin telah usai maka burung cabai jawa betina akan mengerami telurnya yang hanya berjumlah 2 butir.

Dan di Indonesia daerah tempat burung ini hidup berkembang biak adalah Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Dan bagi para maniak burung ocehan seperti disinggung pada paragraf pertama sering menjadikan burung ini sebagai cara untuk melatih burung pleci cepat berkicau. Dan juga bagi anda yang baru memelihara burung cabai jawa dan belum terbiasa memakan voer atau makanan kering maka bisa melatihnya dengan disatukan dalam satu kandang bersama burung pleci yang sudah bisa makan voer.

Cara ini cukup efektif sebab burung cabai jawa akan meniru burung pleci yang memakan voer yang pada akhirnya voer tersebut juga akan dimakan oleh burung cabai jawa. Tapi ingat, karena burung cabai jawa adalah jenis burung ocehan pemakan buah-buahan maka kalau anda memelihara burung ini disarankan jangan pernah lupa memberinya makanan buah setiap harinya. Sebab kalau lupa memberinya makanan buah sehari saja akibatnya ia akan menjadi drop dan kehilangan semangat untuk berkicau.

Jelas bukan penjelasan mengenai burung ocehan cabai jawa atau kamede? Sehingga bagi anda yang tertarik dengan burung ini tak salah coba memeliharanya dan melatih suaranya sampai menjadi master. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Cabai_jawa
http://shafanaura.blogspot.com/2013/03/burung-cabe-jawa.html
Gambar:
http://1.bp.blogspot.com/-v75JjbL37WQ/UqUTlS1mmnI/AAAAAAAAAT8/6IzMErmZh6U/s1600/jabe+jawa+male.jpg


Related Posts :