Rabu, 05 Maret 2014

Mengulas Burung Paok Sayap Biru

Burung Paok Sayap Biru termasuk jenis burung ocehan yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat di Indonesia. Ketenarannya bukan disebabkan burung ini sering diikutkan dalam perlombaan tapi kicauannya di alam liar terdengar sangat merdu dan berbeda dari kicauan burung ocehan lainnya.

Burung Paok Sayap Biru mempunyai nama ilmiah Pitta Moluccensis yang hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Keberadaan burung Paok Sayap Biru di Indonesia dapat dijumpai pada hutan Sumatera, Kalimantan dan di kepulauan Natuna tetapi di luar negeri keberadaannya juga ada di negara Cina, India tenggara, Malaysia dan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Kebiasaannya gemar melakukan migrasi saat musim dingin tiba dengan melakukan perjalanan jauh ke daratan Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk mencari makan dan berkembang biak.

Di negara Indonesia burung Paok Sayap Biru dilindungi keberadaannya oleh pemerintah dan tidak boleh diburu dengan alasan apapun. Tujuan dilindunginya burung ini tak lain agar populasinya tidak sampai punah karena jenisnya sudah langka ditemukan di negara lain. Adapun sejarah dari burung Paok Sayap Biru dikenal oleh orang-orang yang dikarenakan ada seorang peneliti asal Jerman yang bernama Philipp Ludwig Status Muller yang mendeskripsikannya pada tahun 1776.

Mengulas lebih dalam mengenai spesifik ciri-cirinya burung Paok Sayap Biru mempunyai tubuh yang gemuk dan ukuran tubuhnya sekitar 18 cm. Bulunya berwarna-warni dengan warna sayapnya ialah biru laut berbercak putih di ujung sayapnya, alisnya berwarna coklat pucat, warna hijau di punggungnya, dan dadanya melekat warna merah karat. Untuk paruhnya berwarna hitam, iris matanya berwarna coklat, lalu kakinya tampak warna coklat pucat. Bagian menariknya ialah corak kicauannya yang khas dan berbeda dari burung ocehan lain.



Kicauannya terdengar keras dengan berbunyi “pu-wiu, pu-wiu” dan pada nada kedua kicauannya makin dikeraskannya. Mitos pun mengalir pada kicauan burung ini disebabkan masyarakat Indonesia di tanah Kalimantan menganggap kicauan burung Paok Sayap Biru sebagai pertanda hujan akan segera turun. Yang jadinya burung ini dianggap sebagai burung pembawa kabar gembira bagi masyarakat di Indonesia.

Bagi orang-orang di Indonesia burung paok sayap biru memang dikenal sebagai burung ocehan yang mempunyai suara khas yang melenting keras tapi tidak ada satupun deskripsi atau catatan bahwa burung ini diikutkan dalam perlombaan burung ocehan. Bisa jadi karena burung Paok Sayap Biru adalah jenis burung migrasi yang mungkin sifat karakternya sangar dan tak mudah untuk dijinakkan oleh manusia apalagi ditangkarkan.

Burung migrasi ini dikenal suka hidup pada semak-semak di hutan sekunder dan mangrove yang tak pernah jauh dari pantai. Kebiasaannya membangun sangkar berbentuk bola di tempat-tempat yang berair dengan meletakkan sangkarnya pada akar-akar pohon. Adapun akar-akar pohon, rumput, lumut, dan daun merupakan bahan-bahan yang digunakannya untuk membangun sarangnya. Dan makanannya ialah siput, cacing, dan serangga kecil dengan waktu berburunya pada siang hari dan malam hari dihabiskan untuk istirahat. Kalau musim kawin tiba burung Paok Sayap Biru dapat bertelur sampai 4 butir dengan ciri-ciri telurnya berwarna putih krem dan lama mengeramnya antara 15-17 hari.

Inilah ulasan mengenai burung ocehan Paok Sayap Biru yang populasinya banyak terdapat di Sumatera dan Kalimantan. Di samping itu juga mitos kicauannya yang dianggap sebagai pertanda turunnya hujan menjadikan kepopuleran burung ini patut diperhitungkan sebagai burung migrasi yang bersuara merdu.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Paok_sayap-biru
Gambar:
http://www.gudangburung.com/2012/04/burung-paok.html


Related Posts :