Jumat, 16 Mei 2014

Mengenal Penyakit Tetelo Pada Burung Ocehan

Di musim pancaroba merupakan kondisi yang cukup mengkhawatirkan bagi para peternak khususnya terhadap hewan unggas peliharaan mereka, seperti ayam, bebek dan burung. Karena di saat seperti itu, beberapa penyakit kerap hadir dan menyerang hewan unggas peliharaan. Penyakit yang paling ditakuti akan kehadirannya saat pancaroba adalah penyakit Tetelo atau ayan, disebabkan sampai saat ini belum ditemukannya obat yang ampuh untuk menyembuhkan hewan unggas yang terserang penyakit ini.

Burung merupakan jenis unggas yang paling banyak terserang penyakit Tetelo, dengan jenis Murai Batu-lah yang sering menjadi langganan korbannya. Namun, bukan berarti burung jenis lainnya aman dari ancaman penyakit yang memiliki nama asing Newcastle Disease ini.

Penyakit Tetelo memang banyak menyerang di musim-musim pancaroba, karena pada keadaan ini kebanyakan hewan unggas seperti burung akan menyesuaikan diri dari perubahan temperatur, suhu dan kelembaban udara. Usahanya dalam menyesuaikan diri tersebut berpengaruh pada imunitas atau daya tahan tubuh burung yang akan semakin berkurang. Sehingga bakteri ataupun virus akan dapat dengan mudah masuk ke tubuhnya dan berkembang dengan baik.

Tak luput virus genus paramyxovirus yang merupakan penyebab dari penyakit Tetelo juga menyerang. Virus ini masih famili dari virus paramyxovirida, virus yang mampu menghemaglutinasi aliran darah. Selain itu, virus ini seringkali menyerang pada organ-organ vital seperti alat pernapasan, saraf juga pada sistem pencernaan. Tidak heran, jika penyakit ini sangatlah berbahaya, dan kecil kemungkinan hidup bagi burung yang benar terjangkit penyakit Tetelo ini.,



Ialah Doyle, ilmuwan yang pertama kali menemukan penyakit ini pada tahun 1926 di Newcastel, Inggris. Kemudian disusul Kraneveld pada tahun yang sama juga menemukan virus dari penyakit Tetelo ini di kawasan Bogor. Sampai akhirnya penyakit ini ditemukan di seluruh dunia dan menyerang hewan-hewan unggas baik yang dipelihara maupun yang hidup secara liar.

Pada hewan unggas seperti burung, gejala penyakit Tetelo dapat kita cermati dari kondisi fisik dan aktivitas tingkahnya yang tidak biasa ketika dalam sangkar. Seperti memutar-mutarkan kepala dan tubuhnya, sering membuka paruh, kedua sayap agak terkulai ke bawah, tatapan mata tidak tajam (tampak lemas), tubuh bergemetar seperti kedinginan, leher membengkak, kotorannya encer. Beberapa kejadian pada burung yang terjangkit penyakit ini akan mati dengan posisi kepala mendongak ke atas.

Burung atau hewan unggas lain yang terkena penyakit ini sebaiknya dipisahkan atau dijauhkan dari hewan unggas lainnya, karena virus dari penyakit Tetelo sifatnya menular. Dalam sebuah artikel dituliskan satu-satunya cara mengatasi virus dari penyakit ini adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh hewan tersebut. Namun karena penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus bukan bakteri, maka tidak bisa diberikan obat berupa antibiotik. Berkembang tidaknya virus ini tergantung dari seberapa kuat sistem kekebalan tubuh (imunitas) pada burung tersebut, sistem imunitas yang tinggi akan melawan berkembangnya virus ini dalam tubuh dan menghilangkan virus ini dengan sendirinya.

Sedangkan sistem imunitas itu juga dipengaruhi dari perawatan yang diberikan oleh si pemilik burung ocehan tersebut. Dengan kata lain, untuk menghindari hewan unggas peliharaan anda dalam hal ini burung ocehan terserang penyakit ini adalah dengan memperhatikan pola perawatan, termasuk di dalamnya: pemberian pakan yang bergizi, kebersihan sangkar dan sekelilingnya, dan melakukan tindakan preventif (pencegahan) dari hal-hal yang dapat menimbulkan burung ocehan anda dari segala penyakit, termasuk penyakit Tetelo.

Oleh : Roma Doni
Referensi :
http://www.biojanna6.com/artikel-ilmiah/27-biojanna-6-for-birds-bebaskan-burung-anda-dari-tetelo
http://ngeplong.blogspot.com/2013/09/mencegah-dan-mengatasi-burung-yang.html
Gambar : http://beritaharianhoby.blogspot.com/2013/11/cara-merawat-burung-kacer.html


Related Posts :