Selasa, 03 Juni 2014

Burung Jagal Papua, Si Burung Peniru Bersuara Unik

Indonesia memang dapat disebut sebagai surganya dunia yang mempunyai keanekaragaman satwa liar yang belum tentu ada di negara lain. Yang mana wilayah Indonesia di bagian timur yaitu Papua menyimpan banyak satwa yang unik dan mempesona yang salah satunya ialah spesies burung. Ada satu jenis burung yang berasal dari tanah Papua yang mempunyai kemampuan untuk meniru suara burung lain yang didengarnya dan burung itu bernama Jagal Papua.

Mungkin terkesan asing bagi kita mengenai nama tersebut sebab nama burung Jagal Papua masih jarang terdengar pernah mengikuti kontes burung ocehan. Di samping itu umumnya daftar nama burung ocehan yang biasa disebut-sebut adalah burung murai batu, love bird, tledekan, kenari, nuri, dan lainnya. Tapi mengenai burung Jagal Papua diketahui bahwa burung ini mempunyai nama latin yang bernama Cracticus Cassicus yang merupakan burung endemik asli Papua.

Di alam liar burung Jagal Papua gemar berburu secara berkelompok yang terdiri dari 3 sampai 4 ekor atau lebih yang di mana burung Jagal Papua muda mengikuti burung Jagal Papua dewasa sewaktu mencari mangsanya. Biasanya mangsa burung ini adalah serangga-serangga kecil seperti laba-laba, jangkrik, dan belalang. Di samping itu juga burung Jagal Papua juga memangsa reptil kecil maupun sedang, katak, tikus dan burung-burung kecil. Dan untuk memvariasikan jenis makanannya burung ini juga memakan buah-buahan yang banyak tumbuh di hutan.

Di tanah Papua, biasanya burung Jagal Papua hidup di hutan hujan, hutan yang dekat dengan bantaran sungai, rawa-rawa, tepian hutan, dan kebun milik warga sekitar yang dekat dari hutan. Sedangkan untuk ciri-cirinya dapat dijelaskan bahwa warna dan corak pada bulunya hampir serupa dengan burung kecer yakni berwarna hitam pada bagian kepala, tenggorokan, dan dadanya. Sedangkan terdapat warna putih di bagian dadanya sampai ke bawah bagian ekornya dan punggung bagian atas tubuhnya. Ukuran tubuhnya cukup besar yakni sampai 30 cm dan paruhnya berukuran besar yang fungsinya untuk mengoyak dan menyayat tubuh mangsanya.



Dan membicarakan keunikannya yang disebut burung pintar yang dapat menirukan suara burung di sekitarnya dapat dijelaskan bahwa kicauan burung Jagal Papua seperti suara terompet atau seruling yang dilagukan dengan tempo yang cepat. Bunyinya nadanya seperti ini “koi koi koi, koh koh koh” yang terkadang bisa dipadukannya dengan menirukan suara burung lain yang didengarnya. Kemampuan yang dapat mengeluarkan dua suara dalam waktu yang bersamaan adalah kemampuan unik yang tidak semua jenis burung dapat melakukannnya. Dan saat berkicau biasanya burung Jagal Papua menaik turunkan sayapnya yang menandakan mengenai keberadaannya pada penghuni hutan yang lain.

Musim kawin bagi burung Jagal Papua adalah sepanjang tahun yakni mulai dari Januari sampai Desember yang mana biasanya jumlah telurnya bisa mencapai 2 sampai 3 butir telor. Sarang burung Jagal Papua biasanya terletak di atas pohon yang ketinggiannya sampai 25 meter. Bentuk sarangnya seperti mangkuk yang terbuat dari ranting pohon dan rerumputan kering.

Demikianlah penjelasan mengenai burung Jagal Papua yang merupakan burung endemik di tanah Papua dan mempunyai karakteristik suka menetap pada wilayah yang menjadi habitatnya. Dengan mengetahui mengenai keunikan dari burung ini sesungguhnya kita tahu bahwa setiap wilayah mempunyai jenis burung yang berbeda-beda termasuk dari segi kemampuan kicauannya. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://omkicau.com/2013/09/29/burung-jagal-papua-suara-unik-dan-pintar-meniru/
http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/jagal-papua/
Gambar:
http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Jagal-Papua_Cracticus-cassicus.jpg


Related Posts :