Selasa, 17 Juni 2014

Cerecet Jawa, Si Burung Ocehan Mungil dari Pulau Jawa

Burung ocehan yang terdapat di Indonesia totalnya bisa ribuan bahkan sampai puluhan ribu dan tersebar di seluruh pulau-pulau yang ada di Indonesia. Akan tetapi tidak semua dari ribuan jenis burung ocehan tersebut dikenal oleh masyarakat dan ada beberapa burung ocehan yang belum dikenal oleh masyarakat. Dan salah satu jenis burung ocehan asli Indonesia yang belum begitu dikenal oleh masyarakat mempunyai suara merdu dan menawan ialah Burung Cerecet Jawa.

Burung Cerecet Jawa adalah burung ocehan asli Indonesia yang hidup di Pulau Jawa bagian barat dan tengah. Yang menjadi keunikan dari burung cerecet jawa adalah ukuran tubuhnya yang begitu kecil hanya sekitar 5 sampai 8 cm saja. Dengan ukuran tubuh yang begitu kecil menjadikannya mendapat predikat burung terkecil di Pulau Jawa yang mengalahkan burung kolibri. Nama ilmiah dari burung cerecet jawa adalah Psaltria Exilis yang tergolong burung yang gemar memakan serangga yang berukuran kecil, kutu loncat, laba-laba dan lainnya. Di Pulau Jawa kehidupan burung cerecet jawa dapat dijumpai di hutan sekunder, pegunungan, cemara, tepian hutan, dan perkebunan. Dan menurut berbagai informasi jumlah burung cerecet jawa yang tersebar di Pulau Jawa ada sekitar 10 ribu ekor.

Mengenali burung cerecet jawa di hutan harus tahu terlebih dahulu ciri-cirinya karena bisa membuat kita jeli/teliti untuk membedakan berbagai jenis burung yang berukuran kecil seperti burung cerecet jawa. Nah, selain ukuran tubuhnya yang kecil burung cerecet juga mempunyai ciri-ciri lain di antaranya: terdapat warna coklat yang tersapu warna abu-abu di bagian atas tubuhnya, warna putih tampak di bagian bawah tubuhnya, paruhnya pendek dan berwarna hitam keabu-abuan. Kakinya berwarna kuning, ekornya berukuran panjang yang hampir separuh dari panjang tubuhnya dan warnanya coklat keabu-abuan.



Sedangkan ciri-ciri kicauan dari burung cerecet jawa ialah bersuara lembut dengan nada seperti ini “trrr-trrr-trrr” yang diulangi berkali-kali. Atau saat suaranya meninggi/mengeras ciri-cirinya tetap melantunkannya dengan lembut dengan nada “tii-tii-tii” atau “sisisirrr”. Di hutan burung cerecet jawa selain berkicau juga bertengger di pohon-pohon berdaun jarum dan hidupnya berkelompok dalam jumlah yang kecil sekitar 15 ekor saja. Dan saat mencari makan biasanya burung Cerecet Jawa akan turun ke tanah.

Di hutan sebagai habitat hidupnya burung cerecet jawa membangun sarangnya di atas pohon yang hampir sama dengan burung cabai yakni menggantung sarangnya yang tampak seperti kantung. Musim kawin bagi burung cerecet jawa jatuh pada bulan Maret sampai Mei dan Agustus sampai November. Dengan ciri-ciri dari telurnya ialah terdapat bintik-bintik merah dan warna telurnya putih. Setelah musim kawin berlangsung biasanya burung cerecet jawa betina bisa mengerami sekitar 2 sampai 3 butir telur.

Dan perlu diketahui bahwa burung cerecet jawa sangat jarang bertatap muka dengan manusia sehingga burung ini terkenal masih liar dan sulit untuk dijinakkan seperti burung murai batu, kenari, love bird, dan lainnya. Dan inilah menjadi keunikan tersendiri bagi burung cerecet jawa yang mempunyai kicauan merdu dan lembut namun liar. Dan sedari itu dikatakan pada paragraf sebelumnya bahwa burung cerecet jawa adalah burung endemik Pulau Jawa asli Indonesia. Sehingga menjadi kebanggaan bagi kita yang masih memilikinya dan sepatutnya kelestarian hutan sebagai habitat hidupnya harus dijaga agar tidak populasinya tidak terancam.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_cerecet_jawa.htm
http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cerecet-jawa/

Gambar:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/45/Psaltria_exilis_1.jpg


Related Posts :