Jumat, 20 Juni 2014

Masih Menganggap Burung Gelatik Sebagai Hama? Baca Artikel ini..!

Tentu bagi para petani, burung gelatik dianggap sebagai hama pengganggu bagi tanaman mereka. Kehadiran burung gelatik di daerah persawahan menjadi ancaman serius bagi para petani sebab dapat merugikan hasil panen, terutama pada tanaman biji-bijian, apalagi padi.

Padi memang menjadi pakan favorit burung ini. Itu bisa dilihat dari kebanyakan populasi burung Gelatik dapat dengan mudah kita jumpai di daerah persawahan.Sampai-sampai untuk mengatasi serangan burung Gelatik ini, para petani pun memasang orang-orangan sawah guna menakuti burung gelatik memakan tanaman padi mereka.

Dibalik keberadaannya yang dianggap hama, siapa sangka saat ini harga seekor burung gelatik bisa sangat mahal di pasaran bahkan mencapai jutaan rupiah! Apa yang menyebabkannya?

Pada dasarnya burung Gelatik adalah jenis burung pengicau. Suara kicauannya tidak kalah merdu dengan burung kicauan lainnya. Burung Gelatik memiliki karakter suara yang melengking, tembakan-tembakan yang dikeluarkannya sangat jelas, panjang dan memiliki tarikan nafas yang kuat.

Macam burung Gelatik ada berbagai jenis : ada gelatik wingko, gelatik batu, gelatik jawa, gelatik coklat dan gelatik silver. Rata-rata kesemuanya memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dibandingkan burung kicauan lainnya. Jika dilihat dari segi kemampuan, semua jenis memiliki kemampuan yang hampir sama, hanya pada jenis gelatik wingko yang sedikit lebih istimewa.


Gelatik Wingko

Karena tergolong kepada burung kicauan, tidak jarang burung inipun seringkali dijadikan sebagai burung masteran bagi penghobi. Penghobi lebih memilih memakai burung ini sebagai masteran karena dilihat dari beberapa faktor. Selain suara kicauannya terdengar merdu, burung jenis Gelatik sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, meskipun di alam terbuka ia terlihat sangat liar. Alhasil, penghobi tidak memerlukan waktu yang lama untuk memperdengarkan suara kicauan burung ini kepada burung kicauan utama yang ingin dimaster.

Beda lagi halnya dengan burung gelatik jenis wingko. Jenis ini tidak hanya dicari sebagai burung masteran tetapi menjadi burung kicauan utama untuk diperlombakan. Yah, belakangan ini event-event lomba burung kicauan telah membuka kelas gelatik wingko karena burung kicauan yang satu ini dianggap memenuhi klasifikasi untuk dibuatkan lomba. Di sinilah letak keistimewaannya.

Dengan segala keutamaan yang dimiliki burung Gelatik, maka saat ini keberadaan burung gelatik menjadi sangat dicari. Apalagi populasinya saat ini mulai langka, akibat kerusakan ekosistem dan areal persawahan yang mulai menyusut. Ditambah perburuan dan perdagangan secara besar-besaran terhadap burung Gelatik ini.

Maka tidaklah heran jika burung yang semula dianggap hama ini dipatok harga Rp 100.000 – Rp 250.000 (untuk gelatik yang belum terlatih), sedangkan khusus gelatik wingko dewasa yang terlatih dan gacor dipatok harga Rp 450.000 – jutaan.

Perawatan burung gelatik juga tidaklah sulit dan ribet. Pakannya cukup berupa biji-bijan atau bisa juga voer, tapi sesekali bolehlah untuk memberikannya kroto sebagai ekstra fooding. Burung jenis ini tidak mudah stres, tidak masalah jika harus digantungkan dengan burung jenis lainnya secara berdekatan.

Para penangkar burung gelatik ini juga sudah ada di beberapa kota besar demi memenuhi permintaan para konsumen. Tidak membutuhkan perawatan yang rumit pada burung ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para penangkar tersebut. Masih menganggap burung ini sebagai hama?

Oleh : Romadoni
Gambar :
http://burunggelatik.blogspot.com/2013/11/gambar-aneka-jenis-burung-gelatik.html
Referensi :
http://www.agrobur.com/2012/05/pemilihan-dan-perawatan-burung-gelatik.html
http://www.burungocehan.link/2013/11/jenis-jenis-burung-ocehan-yang-dianggap_3150.html
http://damai9.blogspot.com/2014/06/jenis-jenis-burung-yang-paling-dicari_4.html


Related Posts :