Senin, 23 Juni 2014

Mengenal Ulat Kandang Sebagai Makanan Burung Ocehan

Makanan untuk burung ocehan jenisnya ada banyak sekali tetapi yang dikenal umum itu ialah kroto, voer, jangkrik, belalang, ulat, dan buah-buahan. Nah, artikel ini tidak akan mengulas ke semua jenis makanan tersebut satu-satu persatu melainkan hanya mengulas atau membahas mengenai ulat kandang sebagai makanan untuk burung ocehan. Ulat kandang tentunya para pecinta burung ocehan belum begitu mengenalnya karena umumnya untuk makanan burung ocehan biasanya lebih dikenal itu ialah ulat hongkong. Tapi perlu dikatakan sedikit bahwa dampak positif dari ulat kandang bila dikonsumsi oleh burung ocehan ialah bisa menjernihkan suaranya.

Ya, ulat kandang keberadaannya sangat mudah dijumpai pada kotoran ayam dalam jumlah banyak dan telah difermentasi/dikeringkan. Lalu ulat-ulat akan bermunculan dari gumpalan kotoran yang telah difermentasi tersebut dalam jumlah besar dan itulah yang disebut menjadi ulat kandang. Sehingga untuk membudidayakan ulat kandang tidak lah sulit dan siapapun bisa melakukannya guna bisa menghemat biaya untuk memberi makan burung ocehan. Dan juga ulat kandang bisa menjadi makanan alternatif menggantikan makanan kroto, jangkrik, atau belalang bila terjadi kelangkaan suatu waktu.

Biasanya ulat kandang diberikan kepada burung ocehan yang bukan pemakan buah seperti tledekan, murai batu, dan lainnya serta ulat kandang juga bisa diberikan kepada ayam sebagai tambahan gizinya. Belum ada data pasti mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam ulat kandang tapi bisa dikatakan bahwa ulat kandang mempunyai kandungan protein yang baik dan dibutuhkan oleh burung ocehan. Dan dari beberapa orang yang telah mempraktikkannya dengan memberikan burung ocehannya makanan ulat kandang mempunyai dampak positif yang luar biasanya yakni suaranya menjadi lebih jernih dan rajin berkicau, tidak galak/beringas, tidak mengalami kegemukan dibanding diberikan pakan ulat hongkong, dan tidak mudah lelah.



Di samping itu juga di pasaran harga burung ocehan tidaklah terlalu mahal dan cenderung jauh lebih murah dibandingkan dengan harga ulat hongkong, jangkrik, dan kroto. Dan juga mudah dalam memisahkan kotoran yang menempel pada kulit ulat kandang. Dan ditambahkan bahwa ulat kandang bisa bertahan lama dan disimpan dalam tempat kering dan tertutup.

Sedangkan untuk respons dari burung ocehan yang diberikan pakan ulat kandang cukup beragam diantaranya ada yang langsung suka dan mau diberikan pakan ulat kandang terus menerus. Dan ada pula burung ocehan yang menolak makan ulat kandang karena baru pertama kali melihatnya. Sehingga ini menjadi motivasi bagi para pecinta burung ocehan untuk perlahan-lahan mengenalkan ulat hongkong kepada burung ocehan untuk dikonsumsinya. Dan jika dilakukan secara terus menerus maka burung ocehan akan mengerti sendiri lalu memakannya dan menyukainya.

Dan cara agar burung ocehan mau memakan ulat kandang ialah mencampur pakan ulat kandang dengan menambahkan kroto dan jangkrik. Untuk kadar ulat kandang yang diberikan sedikit terlebih dahulu baru sehingga nantinya burung ocehan akan penasaran dan mau memakannya jika diberikan lagi. Serta untuk tambahan tidak ada takaran pasti mengenai pemberian ulat kandang kepada burung ocehan tapi berikanlah secukupnya dan jangan kebanyakan karena tetap bisa mendatangkan efek negatif terhadap burung ocehan yang mengonsumsinya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://omkicau.com/2010/03/08/uji-coba-ulat-kandang-sebagai-pakan-burung-tunjukkan-hasil-positif/
http://belajar-usaha.com/ulat-kandang-dan-jangkrik.htm
Gambar:
http://www.kaskus.co.id/thread/50aefa18601243d16a000033/ulat-kandang---ulat-super-balap


Related Posts :