Senin, 14 Juli 2014

Kriteria Penilaian Juri dalam Lomba Burung Kicauan

Bagi penghobi burung kicauan pemula yang belum berpengalaman dalam menyertakan burung peliharaannya ke arena lomba, biasanya kurang memahami karakteristik atau tata penilaian dalam lomba burung kicauan. Hal ini menjadi penting ketika burung yang dilombakan dirasa pemilik kurang maksimal mengeluarkan kemampuannya namun ternyata di dalam kriteria penilaian juri memiliki jumlah poin nilai yang baik dibanding burung kicauan lainnya.

Bahkan karena ada pengalaman seperti itu, ada pemilik yang langsung membawa pulang burung kicauannya tanpa melihat pengumuman dari juri padahal burung kicauan miliknya masuk ke dalam jajaran pemenang lomba. Mereka para penghobi pemula ini biasanya merasa gengsi ataupun malu jika harus menanyakan apa-apa saja indikator penilaian juri kepada peserta lainnya, karena hal itu menandakan dirinya masih sangat pemula untuk kalangan penghobi.

Berangkat dari permasalahan inilah penulis merasa perlu untuk membagikan artikel mengenai tata penilaian juri dalam lomba burung kicauan di mana kali ini yang menjadi nara sumbernya adalah Om Agus Sanjaya seorang juri burung kicauan yang sudah berpengalaman dari Solo.

Menurut Om Agus Sanjaya, ketika memberikan penilaian biasanya juri-juri dalam lomba burung kicauan akan mengacu pada hal-hal berikut :

  • Kicauan yang merdu : seberapa enak irama lagu kicauan burung tersebut yang bisa diperdengarkan ketika di lapangan.
  • Intonasi Suara : apakah burung tersebut mampu mengeluarkan kicauan beralunan naik-turun secara baik ataukah suara kicauannya bernada datar.
  • Variasi Lagu : berkaitan dengan jenis variasi kicauan yang menonjol dan mampu untuk dikeluarkan burung tersebut.
  • Volume Suara : kepiawaian burung dalam mengatur tinggi-rendah, tebal-tipis, besar-sedang dan kecilnya suara secara tepat sehingga menghasilkan irama kicauan yang merdu.
  • Stabilitas : maksudnya kestabilan burung untuk berkicau secara terus-menerus dan terjaga iramanya, kadangkala beberapa burung dalam lomba gacor hanya sekitar 2-4 menit saja setelah itu diam dan tak semangat berkicauan lagi.
  • Gaya : meliputi kemampuan pergerakan burung aktif dalam sangkar yang mendukung suara kicauannya, seperti burung meliuk-liuk, menari, mengembangkan sayap dan ekornya. Tidak sebaliknya, yang bisanya cuma berdiam di tangkringan saja.
  • Fisik : Mencakup pada tampilan luar atau fisik burung yang sehat, tidak ada cacat, memiliki bulu ekor dan sayap yang cantik dan sempurna, jika dilihat burung tampak megah dan perkasa sebagai seekor burung petarung.



Itulah kriteria umum yang selalu menjadi perhatian para juri lomba burung kicauan. Sedangkan secara khusus setiap detail kriteria penilaian pada kenyataannya memang berbeda-beda untuk setiap jenis burung kicauan yang dilombakan. Namun setidaknya anda sudah mengetahui indikator tolak ukur yang harus anda persiapkan pada burung kicauan milik anda agar memperoleh gelar juara di arena lomba nanti.

Dan yang harus anda ingat juga, penilaian juri dilakukan secara menyeluruh kepada setiap burung kicauan yang dilombakan. Yang artinya, anda juga harus dapat membandingkan kualitas kicauan burung anda dengan burung kicauan lainnya. Meskipun anda merasa burung yang anda lombakan secara umum mempunyai kemampuan yang baik dari setiap kriteria penilaiannya, jangan lupakan dengan kemampuan burung lainnya yang mungkin memiliki kualitas yang lebih baik.

Sehingga perlu kita tau, sekalipun burung kicauan memiliki suara kicauan yang bagus tetapi jika pada aspek lainnya bernilai rendah tentu belum tentu burung kicauan tersebut akan juara. Karena penilaian juri pada lomba burung kicauan tidak hanya berfokus melihat dari satu aspeknya saja tetapi juga secara keseluruhan pada aspek lainnya.

Oleh : Roma Doni
Sumber Gambar :
http://beritadaerah.com/2014/01/05/lomba-burung-berkicau-di-dumilah-park-madiun/
Referensi :
http://omkicau.com/2014/06/29/om-agus-sanjaya-banyak-pemain-pemula-tidak-tahu-penilaian-lomba-burung/


Related Posts :