Kamis, 17 Juli 2014

Mengenali Sifat Alami Burung Kacer

Kenalkah anda dengan burung kacer? Tentu jawabannya ialah sudah kenal bahkan telah ada yang memeliharanya untuk dijadikan burung ocehan yang gacor. Dan ciri-ciri umum dari burung kacer ialah warna hitam yang mendominasi tubuhnya di bagian kepala, leher, punggung, dan bagian sayapnya. Dan juga ada warna putih yang tampak di bagian bawah tubuhnya dan sayapnya. Keunikan kacer yang menjadi daya tarik bagi para pecinta burung ocehan ialah mentalnya yang kuat sehingga tidak mudah takut ketika mendengar burung ocehan lain yang berkicau. Sehingga sangat tepat untuk diperlombakan di ajang kontes burung ocehan.

Burung kacer yang dilihat di area kontes perlombaan, penangkaran, atau yang dipelihara oleh manusia terkadang menunjukkan sikap yang berbeda saat burung kacer tersebut dilatih oleh pemiliknya. Sehingga hal tersebut bisa sangat merepotkan si pemilik burung kacer. Contoh dari sikap aneh dari burung kacer yang disebutkan tadi ialah tidak mau berkicau ketika dibawa ke arena perlombaan, bermain sewaktu diperlombakan, sering turun ke bawah ketika perlombaan telah dimulai, berkicau ribut seperti ngomel, dan mengangkat ekor belakangnya. Kesemua itu adalah bagian alamiah sikap atau karakter alami yang dimiliki oleh burung kacer yang dipelihara sehingga dengan mengetahuinya hal tersebut dapat diatasi sebaik mungkin untuk mengubah kebiasaan dari burung kacer tersebut.

Sifat alami dari burung kacer bisa saja timbul saat dia tumbuh dan berkembang di habitat aslinya yakni hutan dan kebun kelapa sawit sehingga terbawa-bawa saat dia dipelihara oleh manusia yang menangkapnya di hutan walaupun telah dilakukan adaptasi tempat dan suasana lingkungan. Terbawanya sifat alami yang ada pada burung kacer sampai ke arena perlombaan disebabkan oleh berbagai faktor yang salah satunya ialah rasa penasaran terhadap apa yang dilihatnya. Seperti saat burung kecer yang tidak mau berkicau ketika diletakkan di arena lomba yang penyebabnya ia merasa asing dengan lingkungan baru yang dilihatnya sehingga terkadang burung kecer akan diam sejenak untuk mencoba mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan di arena perlombaan.



Dan juga burung kecer yang terkadang ribut-ribut di kandangnya saat didekati oleh manusia atau makhluk lain seperti binatang pemangsa yang menandakan bahwa burung kacer tersebut sedang tidak ingin didekati dan memberikan tanda agar menjauhinya. Ditambahkan juga bahwa agar para predator atau binatang lain tidak mendekatinya biasanya burung kacer akan turun menginjak tanah dan mengembangkan ekornya seperti kipas ke arah atas. Ekor yang dinaikkan oleh burung kacer tersebut akan diperlihatkannya kepada makhluk lain yang mendekatinya sehingga menimbulkan kesan bahwa burung kacer tersebut sedang marah dan memperingatkan agar menjauhinya. Dan inilah yang menjadi sifat alami yang terdapat pada burung kacer walaupun dia telah dipelihara oleh manusia. Dan waktu paling mudah untuk mengetahuinya ialah saat tibanya musim kawin yang mana burung kacer telah melakukan pengeraman terhadap telur-telurnya.

Dan perlu ditambahkan bahwa sifat alami yang terdapat pada burung kacer tidak hanya itu saja tetapi seperti mudah beradaptasi, bermental kuat, dan mudah dilatih kicauannya juga termasuk ke dalam karakter alami yang dimiliki oleh kacer sejak menetas dari telurnya. Sehingga bagi anda yang mempunyai burung kacer dapat segera memperhatikan sifatnya yang mana tahu ternyata itu adalah sifat alami yang terus terbawa-bawa walaupun telah dilatih. Dari itu dengan mengetahui berbagai karakter atau sifat burung kacer maka kita bisa memberikan latihan dan makanan yang tepat agar burung kacer kesayangan kita sesuai dengan keinginan kita. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Gambar:
http://www.tabloidburung.com/2011/12/tips-menjinakan-kacer-giras.html


Related Posts :