Jumat, 01 Agustus 2014

Burung Opior Jawa, Burung Ocehan Endemik Pulau Jawa

Mengenal burung ocehan yang berasal dari Indonesia tentunya jumlahnya sangat banyak sekali dan umumnya yang paling dikenal itu ialah burung murai batu, beo, dan pleci. Sedangkan berbagai jenis burung ocehan lain yang jarang diperlombakan dalam kontes burung ocehan terkadang tidak begitu populer namanya dan hanya diketahui oleh satu dua penggemar burung ocehan saja. Salah satu burung ocehan yang belum terlalu dikenal bagi masyarakat penggemar burung ocehan di Indonesia ialah burung Opior Jawa.

Mungkin diantara anda ada yang sudah pernah mengenal nama burung Opior Jawa atau melihat burung ocehan tersebut secara langsung. Nama burung opior jawa ialah hanya untuk menandakan bahwa burung ini berasal dari pulau jawa dan merupakan burung endemik yang dipunyai oleh pulau Jawa. Di berbagai daerah di Pulau Jawa nama burung opior jawa tidak begitu dikenal dan ada yang menyebutnya sebagai burung cucak gentong, cucak jempol, cipoh gunung, piyer, dan bahkan ada yang menyebutnya dengan nama pleci kapur. Nah, tentunya kita sudah tahu kan bahwa burung opior jawa yang habitat aslinya di pulau jawa dan nama yang beragam sudah banyak dikenal oleh masyarakat banyak di Pulau Jawa.

Untuk kicauannya burung opior jawa mempunyai kicauan yang lumayan bagus bila dilatih dengan kesabaran dan terus menerus sampai gacor dan bisa bunyi. Kemerduan suara burung opior jawa bahkan bisa menandingi suara kicauan sekelas burung robin yang harganya mencapai Rp. 750 ribu per ekor. Tapi di antara para pecinta burung ocehan kurang begitu meminati burung ocehan opior jawa untuk dipelihara karena adanya anggapan kicauannya yang jelek dan seperti suara anak ayam yang mencari induknya. Sehingga dari anggapan tersebut menjadikan burung ocehan opior jawa jarang sekali dilirik oleh para pecinta burung ocehan.



Burung opior jawa mempunyai nama latin Lophozosterops javanicus dan kebiasaan hidup burung opior jawa ialah berkelompok baik untuk mencari makan ataupun sekedar beristirahat. Ukuran tubuh burung opior jawa sangat kecil yakni hanya sekitar 13 cm saja. untuk ciri-ciri tubuhnya burung opior jawa mempunyai warna abu-abu pada bagian kepala, tenggorokan, dan dadanya. Sedangkan pada bagian atas tubuhnya terdapat warna hijau-zaitun dan terdapat warna kuning pada bagian bawah perutnya. Dan untuk makanannya biasanya burung opior jawa akan menyantap biji-bijian yang kecil, serangga-serangga kecil, buah-buahan, dan nektar dari putik bunga.

Sedangkan untuk membedakan antara burung opior jawa yang jantan dan betina cuma dapat dibedakan dari jenis suaranya karena dari ciri-ciri tubuhnya burung opior jawa sangat mirip sekali antara jantan dan betina. Untuk yang jantan ciri-ciri suaranya ialah kicauannya lumayan panjang dan terdengar kencang sehingga sangat pas untuk dilatih sebagai burung ocehan yang gacor. Sedangkan untuk yang betinanya mempunyai ciri suara yang terdengar seperti nada memanggil burung opior yang lain sehingga sangat mirip dengan nada suara dari anak ayam.

Untuk perawatannya burung opior jawa ialah memandikannya sebanyak 1 sampai 2 kali sehari dan dilakukan tiap hari. Lakukan juga penjemuran selama 30 menit sampai 1 jam saat pagi hari atau sekitar jam 7 pagi. Dan untuk makanannya bisa diberikan nektar bunga, buah-buahan yang manis dan serangga-serangga kecil.

Yup, sekianlah pembahasan mengenai burung ocehan opior jawa yang merupakan burung endemik dari pulau Jawa. Sehingga bagi anda yang membaca artikel ini dapat tertarik terhadap burung opior jawa untuk dipelihara menjadi burung ocehan yang handal. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
1. http://omkicau.com/2013/06/22/opior-jawa-harga-murah-suara-meriah/
2. http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/opior-jawa/

Gambar:
http://kicauan.files.wordpress.com/2013/06/opior-jawa-arif-rudiyanto.jpg


Related Posts :