Kamis, 07 Agustus 2014

Kenalkah dengan Burung Ocehan Kucica Ekor Kuning?

Burung Kucica Ekor Kuning mempunyai nama latin Trichixos pyrropygus yang berasal dari keluarga Musicicapidae adalah burung ocehan yang menjadi kebanggaan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sejak zaman pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1607 M. Sehingga burung kucica ekor kuning dijadikan sebagai fauna identitas oleh pemerintah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Sedangkan untuk nama burung kucica ekor kuning mempunyai beragam nama yaitu rufous-tailed shama, Cempala kuning, ceumpala kuneng, cicem pala kuneng (dalam bahasa Aceh). Sehingga burung kucica ekor kuning menjadi begitu populer bagi masyarakat di Indonesia. Untuk di luar negeri burung kucica ekor kuning juga mempunyai nama yang beragam diantaranya ialah orange-tailed shama dan murai ekor jingga (di Negara Malaysia).

Burung kucica ekor kuning penyebarannya di Indonesia banyak hidup di pulau sumatera yakni Aceh. Sedangkan di luar negeri burung ini tersebar di daerah Malaysia, Brunei, dan Thailand. Dan untuk tempat hidupnya burung kucica ekor kuning dapat dijumpai pada dataran rendah di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Yang mana terdapat di hutan dataran rendah, hutan berdaun lebar, dan rawa bergambut.

Ciri-ciri dari burung kucica ekor kuning yang dilihat dari fisiknya dan kicauannya mempunyai kesamaan dengan burung murai batu yang dapat dilihat pada fisiknya. Nah, untuk ciri-ciri fisik dari burung kucica ekor kuning secara umum mempunyai ukuran tubuh sekitar 21 cm tapi ada perbedaan antara jantan dan betina dari ciri-ciri fisiknya. Untuk yang jantan ciri-cirinya ialah terdapat warna hitam pada tubuh bagian atas, tenggorokan dan dada juga terdapat warna hitam, alis yang berwarna putih, ekor berwarna oranye dan pada ujung ekornya berwarna hitam, dan pada bagian perut hingga di bagian kloaka terdapat warna oranye. Sedangkan untuk yang betina ciri-ciri fisiknya ialah warna coklat tampak di bagian atas tubuh, warna coklat muda terlihat di bagian perut, ekor warna oranye dan bagian ujung ekornya juga berwarna hitam seperti yang jantan.



Untuk ciri-ciri kicauan dari burung kucica ekor kuning ialah siulannya terdengar merdu tapi tidak semerdu burung murai batu. Bunyi suaranya “pi-uuu” yang nada kicauannya terkadang meningkat dan menurun yang tidak menentu serta nadanya terdengar tunggal dan bisa ganda. Kepopuleran burung kucica ekor kuning yang dikenal sejak tahun 1607 M juga bertahan sampai sekarang menjadikan keberadaan burung ini di habitatnya terancam akibat adanya perburuan liar terhadap burung kucica ekor kuning dan pembalakan hutan. Sehingga keberadaan dari burung kucica ekor kuning di sumatera hanya terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser dan pemerintah mengeluarkan status terancam untuk burung kucica ekor kuning. Sedari itu burung kucica ekor kuning tidak boleh diburu lagi dan dipelihara dan harus hidup di alam liar atau dikonservasi.

Dan juga saat ini untuk menjumpai burung kucica ekor kuning langsung di habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Leuser sudah sulit untuk ditemukan karena mungkin burung ini merasa asing dengan kedatangan manusia atau makhluk hidup lainnya yang mendekati mereka. Sedari itu juga untuk menikmati suara kicauan dari burung kucica ekor kuning dapat dilihat di internet jika tidak bisa melihat dan mendengarkan kicauannya langsung di hutan.

Demikianlah penjelasan mengenai burung kucica ekor kuning yang menjadi kebanggaan bagi Indonesia terutama untuk masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dan juga telah dijelaskan mengenai ciri-ciri fisik dan kicauannya sehingga kita semua bisa mengenal dan mengetahui mengenai burung kucica ekor kuning secara spesifik. Dan semoga bisa menambah pengetahuan bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/kucica-ekor-kuning/
http://alamendah.org/2013/03/30/burung-cempala-kuneng-maskot-aceh/

Gambar:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kucica_ekor-kuning#mediaviewer/Berkas:Copsychus_pyrropygus.jpg


Related Posts :