Senin, 04 Agustus 2014

Mengenal Burung Ocehan Ciu Kunyit

Burung ocehan Ciu Kunyit telah banyak dikenal oleh para pecinta burung ocehan sebagai burung ocehan pemaster bagi burung ocehan lain yang ingin melakukan pengisian suara. Burung Ciu Kunyit merupakan burung ocehan asli pulau Jawa yang banyak ditemui pada bagian Barat pulau Jawa hingga mencapai daerah Gunung Papandayan. Dan juga populasi dari burung Ciu Kunyit juga ada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga ini menjadi kekayaan satwa bagi negara Indonesia yang dianugerahi kekayaan fauna yang tiada habisnya.

Burung ciu kunyit bila dilihat sekilas mempunyai kemiripan dengan burung ocehan sirtu dan cipoh. Karena ada kemiripan warna antara burung ciu kunyit dengan burung sirtu dan cipoh yakni sama-sama berwarna kuning di hampir seluruh bagian tubuhnya dan juga ada percikan warna putih dan hitam yang tampak di bagian sayapnya. Dan untuk ciri-ciri dari burung ciu kunyit secara umum ukurannya sekitar 11 cm saja tapi secara khusus terdapat perbedaan antara ciu kunyit jantan dan betina.

Sedari itu akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai ciri-ciri dari burung Ciu Kunyit Jantan yang mana ciri-cirinya ialah terdapat warna coklat pada bagian dagu, dahi, dan kerongkongannya. Warna kuning terdapat pada bagian bawah tubuhnya, warna hijau tampak pada bagian atas tubuhnya, ada warna putih yang melingkar pada bagian luar matanya, dan sayapnya disapu warna putih tebal kehitaman yang terdapat dua garis. Sedangkan untuk yang betina mempunyai ciri-ciri: terdapat warna coklat berangan pada bagian dahinya, tampak warna keputihan di bagian bawah perutnya, iris matanya berwarna hitam, paruhnya berwarna hitam, dan kakinya berwarna abu-abu.



Di alam liar burung ciu kunyit hidup berkelompok dan berbaur dengan burung lain saat mencari makanan di hutan. Biasanya burung ciu kunyit memakan buah kecil, ulat, kupu-kupu, dan serangga yang berukuran kecil. Habitat dari burung ciu kunyit ialah di semak, hutan, dan pegunungan yang hidup pada daratan dengan ketinggian 1000 – 3000 meter di atas permukaan laut. Bunyi kicauan dari burung ciu kunyit ialah bernada tinggi yang berbunyi “tu witwit” dan terkadang kicauannya bisa beralun-alun seperti “ciu ciu ciu ciu” dengan cepat. Sehingga bunyi kicauannya terkadang seperti tembakan-tembakan yang rapat dengan nada yang tinggi.

Burung ciu kunyit mempunyai nama latin Pteruthius Aenobarbus yang berasal dari keluarga Timaliidae. Di habitat aslinya burung ciu kunyit mempunyai karakter yang ribut berkicau dari satu pohon ke pohon lainnya dan juga ciu kunyit suka membangun sangkarnya pada cabang pohon yang tinggi. Ciri-ciri dari sangkar burung ciu kunyit ialah bentuknya seperti cawan yang dangkal, letaknya disamarkan dengan lumut dan jaring laba-laba yang dicarinya di hutan. Burung ciu kunyit kawin pada bulan mei dan juni dengan jumlah telurnya sebanyak 2 butir dan ciri-ciri telurnya ialah berwarna abu-abu dan berbintik warna ungu.

Nah, sekianlah penjelasan mengenai burung ciu kunyit yang begitu mempesona dengan kicauannya yang seperti suara tembakan dan juga para pecinta burung ocehan menjadikannya sebagai burung pemaster bagi burung ocehan yang ingin dilatih. Dan semoga artikel ini menambah pengetahuan kita akan burung ocehan terkhusus untuk burung Ciu Kunyit.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Ciu_kunyit
2. http://omkicau.com/2014/06/07/suara-ciu-kunyit-alternatif-masteran-untuk-burung-ocehan/

Gambar:
http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads/2014/04/Ciu-kunyit_Pteruthius-aenobarbus_TNGM_IY.jpg


Related Posts :