Rabu, 27 Agustus 2014

Mengenal Kepopuleran Burung Kutilang Jambul

Burung ocehan yang menjadi kegemaran bagi kalangan pecinta burung ocehan di tanah air sudah merambah ke berbagai jenis burung ocehan seperti burung murai batu, kenari, love bird, cabai, ciblek, pipit, kacer, cucak rowo, dan masih banyak lagi. Sehingga di masing-masing daerah ada banyak sekali event-event yang diselenggarakan untuk kontes burung ocehan dengan berbagai kelas yang berbeda-beda yang bertujuan agar burung ocehan lebih dikenal oleh masyarakat. Nah, dari begitu giatnya dengan digelarnya kontes burung ocehan maka banyak dari jenis burung ocehan yang baru dikenal oleh masyarakat kita yang salah satunya ialah burung Kutilang Jambul.

Mungkin di antara para pembaca ada yang sudah mengenal mengenai burung Kutilang Jambul yang terkait dengan bentuk dan ciri-cirinya serta kicauannya. Sedari itu artikel ini coba menjelaskan mengenai burung kutilang jambul yang sudah cukup dikenal bagi sebagian pecinta burung ocehan. Ya, nama latin dari burung kutilang jambul ialah Pycnonotus Jocosus yang daerah penyebarannya ada di Asia Tenggara tapi tidak begitu banyak populasinya di Indonesia. Adapun negara-negara di Asia Tenggara yang menjadi tempat penyebaran burung kutilang jambul ialah Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Di beberapa negara seperti Thailand ketenaran burung kutilang jambul mengalahkan kepopuleran burung murai batu dan kacer yang di mana para pecinta burung ocehan di sana lebih banyak memelihara burung kutilang jambul ketimbang jenis burung ocehan lainnya untuk diperlombakan.

Di Indonesia, keberadaan burung kutilang jambul dapat dijumpai di pasar-pasar burung ocehan yang saat ini telah banyak menjual burung kutilang jambul. Dan ciri-ciri dari burung kutilang jambul adalah terdapat warna hitam di bagian mata, paruh, dan jambulnya. Pada bagian bawah matanya ada bercak bulu yang berwarna merah dengan ukuran yang kecil dan di bawah bercak merah tersebut terdapat bercak putih yang ukurannya lebih besar. Terdapat warna putih pada bagian bawah tenggorokannya hingga ke perbatasan dada sedangkan pada bagian bulu dada hingga ke perut berwarna putih keabu-abuan. Pada bagian atas tubuhnya meliputi punggung, sayap, hingga ujung ekor berwarna hitam keabu-abuan. Dan di bagian tunggirnya terdapat warna merah serta kakinya mempunyai warna hitam.



Untuk membedakan antara burung kutilang jambul jantan dan betina mempunyai tingkat keruwetan bila hanya dilihat dari fisiknya sedari itu dapat dibedakan dengan melihat kicauannya. Burung kutilang jambul yang jantan mempunyai kicauan yang ngerol dan cukup aktif berkicau sedangkan untuk yang betinanya biasanya jarang berkicau dan hanya bersuara-suara kecil. Habitat burung kutilang jambul berada di hutan sekunder, ladang, dan sekitar rumah penduduk yang di sekelilingnya banyak pepohonan. Bagi sebagian masyarakat di Indonesia menganggap keberadaan burung kutilang sering dianggap sebagai hama karena suka memakan hasil panen para petani dan perlahan-lahan anggapan itu sudah mulai pudar karena dibuatnya banyak event burung ocehan.

Sedangkan untuk karakter dari burung kutilang jambul ialah mudah dalam dilatih sehingga cepat berkicau, liar, dan sulit untuk dijinakkan. Di alam liar burung kutilang jambul akan mengeluarkan suaranya ketika bahaya mengincar dirinya dan kawanannya dengan nada kicauannya “clak...clak.. klerr....klerrr” atau ada juga jenis suaranya dengan nada “det...det...det”. Nah, makanan untuk burung kutilang jambul ialah serangga-serangga kecil seperti jangkrik, belalang, telur semut, dan ulat. Dan juga burung kutilang jambul memakan buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk, dan lain-lain.

Demikianlah penjelasan mengenai burung kutilang jambul yang begitu populer di luar negeri dan coba mempopulerkan dirinya di Indonesia dengan sudah banyaknya orang-orang yang memelihara burung kutilang jambul. Dan semoga dengan membaca artikel ini banyak diantara para pembaca yang berkeinginan untuk memelihara burung kutilang jambul yang mempunyai kicauan yang tak kalah dengan burung ocehan populer lainnya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
1. http://omkicau.com/2013/03/01/perawatan-kutilang-jambul-untuk-masteran/
2. http://www.infoburung.com/2010/08/kutilang-jambul-thailand_333.html

Gambar:
http://1.bp.blogspot.com/-2b-HhPUS0tY/U8EjMe4mq_I/AAAAAAAAIaQ/Mzw5gHqIrHI/s1600/sp7zlrht.jpg


Related Posts :