Senin, 06 Oktober 2014

Burung Cica Matahari: Jenis Burung Ocehan yang Mulai Langka

Burung ocehan yang populasinya masih banyak yang tersebar luas di alam liar sejatinya aman untuk dipelihara oleh manusia guna dilatih menjadi burung ocehan yang pandai berkicau dengan berbagai variasi suara. Tetapi jika jenis dari suatu burung ocehan yang sudah mulai langka keberadaannya di alam liar dan di pasaran merupakan hal yang serius untuk tidak lagi diburu dengan berbagai cara lalu dipelihara. Karena akibatnya jumlahnya akan berkurang di alam liar dan dampaknya bisa menyebabkan kepunahan terhadap burung ocehan yang ditangkap tersebut. Nah, ada satu jenis burung ocehan yang merupakan burung ocehan endemik pulau Jawa yang terdapat di Provinsi Jawa Barat yang keberadaannya sudah mulai langka. Dan nama burung ocehan yang sudah mulai langka tersebut ialah Burung Cica Matahari.

Burung Cica Matahari mempunyai nama latin Crocias Albonotatus yang berasal dari keluarga Timaliidae. Penyebaran dari burung Cica Matahari hanya terdapat di Pulau Jawa tepatnya di bagian Provinsi Jawa Barat saja. Habitat dari burung Cica Matahari ialah di daerah hutan tropis dan subtropis, dengan penyebaran paling banyak di daerah pegunungan atau daratan tinggi ketimbang di dataran rendah seperti daerah pantai. Dan Burung Cica Matahari dapat dijumpai di Provinsi Jawa Barat pada daerah-daerah tertentu yakni di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun. Telah terbatasnya tempat-tempat untuk burung cica matahari hidup menjadikan populasinya ikut terancam yang kian lama kian menyusut sehingga label yang diberikan untuk burung Cica Matahari adalah Near Theatened (terancam).

Ciri-ciri dari burung cica matahari ialah ukuran tubuhnya yang hanya sekitar 20 cm atau berpostur tubuh sedang, terdapat warna hitam pada bagian kepala dan paruhnya, pada bagian dagu sampai ke bagian dadanya berwarna putih ke abu-abuan, terdapat warna merah kecokelatan di bagian atas tubuhnya sampai pada bagian sayapnya dan bercoret putih, sedangkan pada pangkal ekornya terdapat warna hitam keputihan dan pada ujung ekornya terdapat warna putih. Ukuran ekor dari burung cica matahari lumayan panjang dan untuk kakinya mempunyai warna kuning. Sifat atau karakter dari burung cica matahari ialah cukup pemalu jika berjumpa dengan makhluk asing sehingga sangat sulit menjumpai burung ini di alam liar dan lebih sering mendengar suaranya saja.



Nah, untuk ciri-ciri suaranya burung cica matahari memiliki karakter suara yang keras, monoton, serak, dan resik. Dengan nada suaranya berbunyi seperti ini “briooww....briooww... brioowww...ciowww...ciowww...ciowww”. Di alam liar burung cica matahari biasanya memakan buah-buahan yang terdapat di hutan dan juga berbagai jenis binatang kecil seperti jangkrik, ulat, kupu-kupu, ikan-ikan kecil/guppy, dan juga katak-katak yang berukuran kecil. Burung cica matahari sering berada di ranting-ranting pohon yang lebat dan terkadang lebih memilih untuk hidup sendiri serta sesekali juga berkabung dengan kawanannya saat musim kawin tiba. Untuk musim kawinnya biasanya berlangsung pada bulan Desember hingga Maret dengan jumlah telur sekali musim kawin mencapai dua butir saja.

Demikianlah penjelasan mengenai burung cica matahari yang populasinya sudah mulai langka di alam liar. Sehingga dengan membaca artikel ini membuat kita sadar bahwa kelestarian burung ocehan dan tempat hidupnya agar selalu dijaga karena sampai kapanpun siapapun bisa menikmati indah kicauan dari burung ocehan tanpa harus memburunya. Terima kasih

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
1. http://omkicau.com/2013/04/05/cica-matahari-karena-mirip-cendet-dijuluki-cendet-kembang-atau-cendet-matahari/
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Cica_matahari

Gambar:
http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads/2014/04/Cica-matahari_Crocias-albonotatus_KY.jpg


Related Posts :