Rabu, 01 Oktober 2014

Mengulas Burung Pelanduk Semak

Burung ocehan yang tersebar di kepulauan negara Indonesia jumlahnya sangat banyak sekali dengan berbagai bentuk dan ciri yang berbeda-beda. Penyebaran burung ocehan tersebut terkadang hanya terdapat di Indonesia tetapi sebagian lagi juga terdapat di negara tetangga Indonesia. Nah, artikel ini coba mengenalkan kepada para pembaca mengenai satu jenis burung ocehan yang terdapat di negara Indonesia dan negara tetangga. Yang tujuannya ialah agar kita mengenal berbagai jenis burung ocehan yang belum diketahui. Dan nama burung ocehan yang ingin dibicarakan tersebut adalah Burung Pelanduk Semak.

Burung Pelanduk Semak merupakan burung endemik asal Indonesia tetapi juga penyebarannya terdapat di wilayah semenanjung malaysia. Burung ini mempunyai nama latin Malacocincla sepiaria yang habitat hidupnya ialah hutan tropis, perbukitan, daerah pegunungan, dan semak-semak. Di Indonesia penyebaran burung ocehan Pelanduk Semak terdapat di berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Sehingga burung ocehan ini sudah cukup populer bagi masyarakat Indonesia.

Untuk suara kicauan dari burung Pelanduk Semak mempunyai ciri khas yang berbeda yakni suaranya terdengar lantang yang didengungkan dengan nada yang keras, menusuk, dan monoton. Dan bunyi nada kicauannya ialah “piii-oooo-wiit” atau terkadang terdengar juga dengan nada “ooo-wiitt”. Suara kicauannya tidak hanya itu saja melainkan ada lagi terutama untuk tanda bahaya atau alarm bagi kawanannya agar waspada dengan lingkungan sekitar dan bunyinya “”hiuurrr...tiuurrr...tiurr..tiuurrr”. Serta untuk yang betinanya jenis kicauannya sedikit berbeda dari yang jantan yang mana suara yang dikeluarkan dengan nada yang menurun “hihi...hihi...hihi”.



Dan deskripsi atau ciri-ciri dari burung Pelanduk Semak ialah ukuran tubuhnya yang kecil sekitar 14 cm saja, terdapat warna abu-abu di bagian mahkota kepalanya, warna putih di bagian tenggorokannya, dadanya berwarna abu-abu, pada bagian bawah perutnya berwarna coklat, sedangkan pada bagian tengah perutnya terdapat warna putih yang di sisinya terdapat warna kuning muda. Keunikan dari burung pelanduk semak ini adalah ukuran sayapnya yang pendek dan begitu juga dengan ekornya serta kakinya yang juga berukuran kecil. Sehingga burung ini kesulitan untuk terbang dan lebih suka berlama-lama di tanah untuk mencari makan.

Di alam liar burung pelanduk semak membangun sarangnya tersembunyi di dekat semak-semak belukar atau berada di atas permukaan tanah. Dan sarangnya mempunyai bentuk seperti cawan yang tidak terlalu rapi atau bagus penyusunannya, sarangnya terbuat dari daun yang sudah kering yang dililit oleh serat-serat kering. Burung pelanduk semak dapat bertelur sepanjang tahun dan jumlah telur sekali melakukan musim kawin sebanyak 2 butir lalu ciri-ciri telurnya berwarna merah jambu dan terdapat bercak merah di cangkang telurnya.

Karakter atau sifat dari burung pelanduk semak ialah mudah beradaptasi terhadap lingkungannya. Ini mungkin karena habitat hidupnya yang lebih senang tinggal di dataran rendah sehingga tidak begitu takut dengan makhluk lain yang ada di sekitarnya termasuk manusia. Di samping itu burung ini mudah dijinakkan oleh manusia yang memeliharanya dan juga mudah sekali mau berkicau sehingga keberadaan burung pelanduk semak juga berada di pasar burung ocehan.

Sekianlah penjelasan mengenai burung pelanduk semak yang merupakan burung ocehan endemik Indonesia dan mempunyai kicauan yang tak kala merdu dari burung ocehan lainnya. Sedari itu bagi Anda yang tertarik dengan burung pelanduk semak dapat memeliharanya karena karakter burung ini ialah mudah jinak dan cepat beradaptasi. Dan semoga artikel ini bermanfaat kepada para pembaca sekalian. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/pelanduk-semak/
http://omkicau.com/2013/11/07/kemiripan-burung-kancilan-bakau-pelanduk-semak-dan-wergan-jawa/

Gambar:
http://theanimals.pics/babblers-and-relatives/4/pelanduk-semak-horsfields-babbler-malacoclinca-sepiarium-halimun/


Related Posts :