Senin, 26 Januari 2015

Melindungi Burung Luntur Jawa yang Terancam Punah

Kekayaan satwa di Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis spesies seringkali dipahami keberadaannya yang tanpa batas sehingga menimbulkan sikap egois untuk terus memburunya sampai benar-benar satwa tersebut habis. Hal tersebut tergambar pada salah satu burung ocehan asli Indonesia yang bernama burung Luntur Jawa atau juga dikenal dengan nama burung Luntur Gunung. Kelangkaan dari burung Luntur Jawa ditandai dari daerah populasi yang hanya ada di Pulau Jawa tepatnya di Provinsi Jawa Barat.

Nama latin atau nama ilmiah untuk burung Luntur Jawa adalah Apalharpactes reinwardtii yang dalam istilah Inggrisnya disebut dengan nama Javan Trogon atau Blue-Tailed Trogon. Burung Luntur Jawa yang mempunyai yang tak kalah bagus dibanding dengan burung ocehan yang telah terkenal. Di mana tipe suaranya mempunyai beberapa variasi di antaranya dapat mengalun yang terdengar memanjang, dan juga frekuensi suaranya dapat diatur mulai dari nada rendah ke nada tinggi atau sebaliknya. Sedangkan kelemahan suara dari Burung Luntur Jawa ialah suara yang dikeluarkannya terdengar sedikit agak parau dengan bunyi “ceerrr....cerrr....cerrr” yang dialunkan cukup cepat.


Gambar 1. Burung Luntur

Di Jawa Barat keberadaan burung Luntur Jawa dapat disaksikan pada beberapa kawasan hutan, yang di antaranya ialah Gunung Salak, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Wayang, Gunung Papandayan, dan Gunung Halimun. Dan secara umum jumlah populasi dari burung Luntur Jawa atau Luntur Gunung di Jawa Barat diperkirakan sampai saat ini tak lebih hanya sekitar 1.500 ekor saja. Di samping itu, Burung Luntur Jawa dalam berbagai literatur juga ada yang mengatakan keberadaannya terdapat di daerah Bukit Barisan, Pulau Sumatera. Namun secara bukti yang dinyatakan bahwa burung Luntur Jawa hanya ada di Pulau Jawa tepatnya di Jawa Barat mungkin penyebab penyebaran tersebut sampai ke tanah Sumatera disebabkan oleh perdagangan burung luntur jawa itu sendiri.

Ciri-ciri fisik dari burung Luntur Jawa sendiri ialah ukuran fisiknya yang berukuran sedang yakni 34 cm. Warna bulu di bagian atas tubuhnya adalah hijau kebiru-biruan yang mengkilap. Pada bagian sayapnya tampak berwarna hitam di mana ada bercak-bercak putih dan garis-garis putih yang tampak jelas di sisi sayapnya. Bagian perutnya berwarna kuning, dadanya berwarna hijau kelapu, dan di bawah dagunya berwarna kuning seperti di dadanya. Sedangkan pada atas kepalanya berwarna hijau kebiruan, dengan warna matanya yang cukup indah di mana di sekitar bola matanya pada lapisan pertama berwarna biru dan di lapisan luar berwarna hijau. Paruh dari burung Luntur Jawa berwarna merah yang berukuran kecil seperti burung pemakan biji-bijian. Dan ekornya sendiri mempunyai warna biru kehitaman yang mengkilap serta ukurannya yang agak panjang.

Di samping dari maraknya perdagangan liar dari burung Luntur Jawa yang menyebabkannya langka ada pula penyebab lainnya yang di antaranya ialah degradasi lahan perhutanan di daerah Jawa Barat akibat dari pembalakan liar dan alih fungsi lahan ke sektor pertanian. Akibat dari fenomena tersebut menjadikan populasi burung Luntur Jawa kian hari semakin berkurang dan menjadikannya sebagai burung langka yang masuk dalam perlindungan pemerintah.

Sedari itu, di akhir artikel ini dapat dimengerti bahwa keberadaan satwa kita memang harus dijaga kelestariannya agar jangan sampai terancam punah seperti burung Luntur Jawa. Dan dengan membaca artikel ini kita sama-sama memahami bahwa burung ocehan pun butuh tempat untuk tetap lestari. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://omkicau.com/2014/10/01/burung-luntur-jawa-si-cantik-yang-makin-terancam/
http://alamendah.org/2014/05/03/luntur-jawa-atau-luntur-gunung-burung-langka-jawa-barat/

Gambar:
1. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f2/Javan_Trogon_(Harpactes_reinwardtii_reinwardtii).jpg


Related Posts :