Kamis, 19 Februari 2015

5 Burung Berkicau Favorit di Indonesia

Wilayah tropis memiliki kekayaan fauna yang menakjubkan. Salah satu di antaranya adalah jenis burung. Ada yang khas dengan kicauan suaranya, ada pula yang khas dengan kecantikan bulunya. Lima burung berkicau tersebut adalah jalak bali, jalak suren, perkutut, poksay jambul, dan kutilang. Mari kita simak lima burung berkicau favorit di Indonesia lebih dalam lagi.

Jalak Bali: Burung Kebanggaan Bali

Jalak bali adalah jenis burung berkicau. Burung ini berukuran sedang dengan panjang 25 cm. Burung ini memiliki bulu putih di sekujur tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, lingkaran di seputar mata burung ini berwarna biru cerah dan kakinya berwarna abu-abu. Burung jantan dan betina memiliki ciri fisik yang serupa. Jalak bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali.

Jalak bali ditemukan pada tahun 1990 di Pulau Bali. Burung ini merupakan satu-satunya spesies endemis Bali selain harimau bali yang sudah punah sejak tahun 1937. Pemerintah Indonesia mengabadikan burung ini pada uang koin 200 rupiah.

Penangkapan liar menyebabkan populasi burung ini menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini terjadi, sebagian kebun binatang di seluruh dunia melakukan program penangkaran jalak bali.


Gambar 1. Jalak bali

Jalak Suren: Si Jinak Penjaga Rumah

Jalak suren berukuran sekitar 24 cm. Burung jantan pada jenis ini bertubuh lebih besar daripada burung betinanya. Burung ini berwarna hitam putih. Mereka adalah burung yang senang berkicau. Jalak suren adalah burung jinak yang dipercaya mampu menjadi penjaga rumah yang dapat diandalkan. Burung ini peka terhadap situasi di sekelilingnya. Jika ada orang datang , burung peliharaan ini akan berkicau nyaring dan bervariasi.

Jalak suren belum termasuk spesies yang dilindungi pemerintah meskipun saat ini keberadaannya mulai sulit ditemukan. Kemungkinan menurunnya jumlah burung ini diakibatkan oleh polusi dan eksploitasi. Banyak penggemar burung yang ingin membeli burung ini dengan harga tinggi karena kicauannya.


Gambar 2. Jalak suren

Perkutut: Burung yang Harganya Jutaan

Perkutut disebut juga Merbuk. Burung ini banyak dipelihara orang karena keindahan suaranya. Dalam tradisi Jawa, burung ini sangat dikenal dan digemari. Perkutut masih berkerabat dekat dengan burung tekukur, puter, dan merpati. Di alam bebas, perkutut senang tinggal di dataran rendah, tempat terbuka, hutan kering, atau di semak belukar. Mereka juga muncul untuk mencari makan di daerah pertanian, di kota dan taman. Spesies burung ini tersebar di beberapa tempat di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Filipina. Tidak hanya di Indonesia, burung ini juga populer di Thailand untuk diperlombakan kicauannya. Perkutut yang menjadi pemenang dapat dihargai ratusan juta.


Gambar 3. Perkutut

Burung Poksay Jambul: Si Raja Tertawa

Bulu poksay jambul berwarna cokelat dan putih. Paruh, mata, dan kakinya berwarna hitam. Burung pemakan serangga dan buah-buahan ini berasal dari hutan jati dan bukit bambu di kaki Pegunungan Himalaya. Poksay jambul senang hidup berkelompok. Mereka adalah burung yang terkenal karena kicauan ributnya saat mereka berada dalam satu kelompok. Suara mereka terdengar sekilas seperti suara tawa karena hal tersebut burung ini dijuluki Burung Raja Tertawa.

Burung ini merupakan burung yang aktif bergerak. Poksay jambul termasuk burung yang digemari untuk dipelihara di rumah. Mereka disukai karena kicauan dan keaktifannya. Untuk membedakan kicauan antara poksay jambul jantan dan betina, cobalah dengarkan kicauan poksay jambul betina lebih monoton dengan poksay jambul laki-laki. Poksay jambul jantan memiliki kemampuan untuk menirukan kicauan burung lain, namun dengan suara yang lebih keras.


Gambar 4. Burung Poksay Jambul

Burung Kutilang: Inspirasi Lagu Anak-anak

Kutilang atau Cucak Kutilang memiliki paruh dan kaki berwarna hitam. Penyebaran burung bersuara merdu ini dimulai dari Cina Selatan sampai Asia Tenggara. Burung kutilang hidup berkelompok dan berkicau dengan ramai. Makanan yang disukai kutilang adalah buah-buahan lunak dan manis. Burung kutilang sering merepotkan petani jika mereka melubangi buah di kebun-kebun yang siap dipanen. Tapi burung ini juga membantu petani dengan memangsa berbagai jenis serangga, ulat, dan hewan kecil lainnya yang menjadi hama di kebun petani.

Burung kutilang senang berada di tempat-tempat yang terbuka. Misalnya: di tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar, dan pohon sekunder. Burung ini sering ditemukan hidup liar di taman atau halaman rumah di wilayah perkotaan. Burung ini pun pernah menginspirasi terciptanya lagu anak-anak.


Gambar 5. Burung Kutilang

Oleh : Bobby Prabawa
Referensi:
1. Buku Pintar Dunia Burung dan Serangga, Mengenal Fakta Sains dan Keunikannya, Syerif Nurhakim, Penerbit Bestari, Jakarta, Desember 2014.
2. http://en.wikipedia.org
3. http://omkicau.com
Sumber Gambar
1. Jalak Bali: Dokumen Penerbit Bestari
2. Jalak Suren: Dokumen Penerbit Bestari
3. Perkutut: Dokumen Penerbit Bestari
4. Poksay Jambul: http://i1.minus.com/jVc96KhnTdD5B.jpg
5. Kutilang: http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2013/02/27/burung-kutilang-lepas-mau-kembali-537731.html


Related Posts :