Minggu, 01 Februari 2015

Alergi Pada Burung Ocehan

Seperti halnya manusia, ternyata burung ocehan juga bisa mengalami yang namanya alergi. Hanya saja banyak penghobi tidak peka dan tidak mengetahui jika burung ocehan peliharaan mereka menderita penyakit alergi. Ini karena bulu burung dan kulit yang dimiliki sangat tipis, sehingga secara kasat mata kita sulit melihat ciri khas pada burung yang menderita alergi, berbeda dengan manusia atau binatang besar lain seperti kucing ataupun anjing.

Alergi pada burung bisa disebabkan oleh kuman atau bakteri yang masuk pada tubuh burung tersebut. Bisa dikarenakan berasal dari pakan yang basi dan juga berjamur yang dimakan oleh burung ocehan itu. Pada kondisi lembab, jamur aspergillis.sp sering tumbuh pada bahan-bahan organik, seperti pada jerami, sayuran, ataupun pada pakan olahan yang sudah basi. Sedangkan pada kasus lain yang sering menimpa burung paruh lovebird, alergi yang dialaminya lebih dikarenakan alergi dengan biji bunga matahari.

Jika burung sudah menderita alergi, biasanya bisa diketahui dari tingkah lakunya yang gelisah seperti merasa tidak nyaman, dan tidak bisa tenang di dalam sangkar. Di antara perilakunya yang lain, burung menjadi suka menggigit dan menggaruk bagian tubuh tertentu dengan paruhnya. Reaksi ini adalah karena efek gatal-gatal pada kulit burung yang disebabkan alergi. Namun harus juga disadari, bahwa gatal pada kulit burung tidak melulu dikarenakan alergi, begitupun tidak berarti alergi akan menyebabkan selalu gatal.

Hal ini dicontohkan pada alergi yang dialami beberapa burung ocehan. Ada yang mengalami alergi lalu burung itu seringkali mematuki kakinya sendiri, ternyata setelah diselidiki burung tersebut alergi pada biji gandum. Selain itu pada burung kakatua, burung ini suka mematuki bulu bagian dada, sampai bulu dadanya habis, lanjut mematuki kulitnya, hingga akhirnya terjadi infeksi akibat luka yang dihasilkan. Walau tidak pasti apakah burung kakatua yang dimaksud mengalami alergi, akan tetapi berdasarkan gejala-gejala yang ditimbulkannya mirip dengan contoh yang pertama, burung yang mematuki kakinya.


Gambar 1. Burung Kakatua

Untuk mengetahui apakah burung ocehan tersebut alergi terhadap benda atau pakan tertentu, sebenarnya hal ini belum pernah ada kesimpulan yang pasti. Di beberapa negara maju telah dilakukan penelitian akan hal ini, caranya dengan menyuntikkan zat-zat yang terkandung dalam pakan secara bergantian. Misalnya, menyuntikkan zat ekstra dari serangga, zat ekstra dari pakan sayuran dan buah-buahan.

Apakah dengan disuntikkan zat-zat itu akan mengakibatkan perubahan reaksi tubuh pada burung tersebut atau tidak. Jika ada, maka jelas burung tersebut tidak boleh diberikan pakan yang dapat menimbulkan reaksi alergi itu. Sayangnya informasi mengenai kesimpulan ini tidak banyak diketahui, apalagi di Indonesia.

Daripada menyibukkan diri mencoba berbagai jenis pakan yang dapat menimbulkan resiko pada burung ocehan yang kita pelihara, maka sebaiknya penghobi lebih memfokuskan pada kebersihan pakan dan sangkarnya. Sepertinya hal itu menjadi sangat penting dalam upaya menghindari munculnya kuman atau bakteri berbahaya. Terlebih pada pakannya, karena melalui ini bakteri atau kuman bisa masuk ke dalam tubuh.

Setidaknya artikel ini dapat memberikan tambahan wawasan kepada para penghobi, bahwasanya ternyata tidak hanya manusia saja yang bisa mengalami alergi, burung ocehan pun juga bisa demikian.

Oleh : Roma Doni
Referensi :
1. http://omkicau.com/2011/03/29/burung-pun-bisa-alergi/
2. http://www.agrobur.com/2014/02/mengupas-perilaku-burung-yang-gemar.html
Sumber Gambar :
1. http://allegory-of-allergies.blogspot.com/2013/06/10-burung-imut-ini-bisa-membunuh-manusia.html


Related Posts :