Selasa, 17 Februari 2015

Mengenal Burung Kacamata di Alam Liar

Burung kacamata merupakan satu di antara puluhan jenis burung ocehan yang sudah banyak dipelihara dan diperlombakan pada ajang kontes burung kicauan. Burung yang gemar makan buah-buahan dan sayuran ini mempunyai suara kicauan yang cukup merdu dan karakternya mudah jinak serta mudah dilatih. Namun dibalik itu semua para pembaca tentunya mengenal burung kacamata atau burung pleci dari burung ini sering diperlombakan dan mungkin saja belum mengetahui tentang kehidupan burung pleci atau si kacamata ini di alam liar. Sedari itu dalam artikel ini coba menjelaskan mengenai burung kacamata di alam liar.

Burung kacamata merupakan yang suka berkelompok bersama kawanannya baik dalam berburu makanan ataupun sekedar beristirahat banyak diketemukan tidak hanya di Indonesia melainkan di berbagai negara seperti negara-negara di Afrika, Asia, hingga ke bagian Asia tenggara. Di Indonesia sendiri burung kacamata tersebar di hampir seluruh daerah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya nama burung kacamata di tengah-tengah masyarakat yang di antaranya siki nangka, cuit kacamata, mata puteh, keci, prencit, kerci, mata putih, cildas, dan masih banyak lagi.


Gambar 1. Burung Kacamata

Dalam penggolongan sukunya burung kacamata dimasukkan ke dalam suku Zosteropidae dan nama dalam bahasa inggrisnya ialah oriental white eye. Saat berada di alam liar burung pleci atau si kacamata hidup berkoloni atau berkelompok dan banyak diketemukan pada hutan primer dan sekunder, hutan bakau, lahan perkebunan, dan pemukiman masyarakat. Saat berada di alam liar kawanan burung pleci atau kacamata mencari makanan di sela-sela rindangnya dedaunan, tumbuhan berbunga, dan di atas tanah. Jenis makanan yang umumnya disantap oleh kawanan burung kacamata ialah buah-buahan, nektar, dan serangga-serangga kecil.

Nah, ciri-ciri fisik untuk kawanan burung kacamata umumnya sama yakni ukuran tubuhnya yang kecil kira-kira 10 sampai 14 cm, di mana terdapat juga lingkaran berwarna putih yang mengelilingi matanya yang bulat. Secara umum warna bulunya terdapat kemiripan dan perbedaan antara satu sama lain. Tapi dari kemiripannya sendiri biasanya warna bulunya ialah warna kuning muda di bagian bawah perutnya, pada bagian atas tubuhnya berwarna kuning kecokelatan gelap (mengarah ke hijau zaitun), ekornya tidak terlalu panjang sekitar 7-10 cm dan warnanya mengikuti warna bagian atas tubuhnya. Di samping itu, untuk beberapa jenis burung pleci atau kacamata ada pula yang berwarna abu-abu dan mahkota di atas kepalanya berwarna hijau zaitun kehitaman. Sehingga untuk menjadi penanda bagi burung pleci atau kacamata ialah bulu berwarna putih yang melingkari bola matanya.

Sedangkan warna kicauan dari burung pleci yang hidup di alam liar ialah dialun dengan nada-nada yang dirangkai cukup cepat, bergelombang panjang, yang terucap dengan membuka paruhnya. Bunyi kicauan dari burung pleci atau kacamata secara umum ialah “ciciuiitttt....ciciciciccuitttt...” yang mampu terdengar hingga radius mencapai 100 meter. Saat berada dalam kondisi bahaya biasanya burung pleci akan langsung memperingatkan kawanannya dengan membunyikan suara ngekrek seperti suara cucak jenggot yang tujuannya untuk mengusir musuh atau kawanan pleci yang pergi dari tempatnya..

Sedangkan saat musim kawin tiba, para pasangan pleci dewasa akan mengasingkan dirinya dengan membentuk sarang baru di atas ranting pohon yang tinggi untuk menghindari musuh atau para pemangsa. Dan musim kawinnya berlangsung pada bulan januari hingga ke oktober di mana jumlah telur pleci bisa mencapai 2 sampai 3 butir. Dan yang menariknya ialah saat telurnya menetas maka kedua induknya akan saling bergantian untuk menyuapi makan anak-anaknya hingga anaknya dirasa cukup dewasa baru berhenti diasupi makanan dari induknya.

Ya, demikianlah ulasan mengenai burung kacamata atau pleci yang hidup di alam liar. Sehingga dengan membaca artikel kita mengetahui dengan seksama bahwa burung pleci juga mempunyai habitat di alam liar yang tidak hanya ada di toko burung atau pasar burung. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
Istono Yuwono, Pleci: Menguak Rahasia Para Plecimania Mencetak Pleci Jago “Ngalas Ngerol”. PT AgroMedia Pustaka: Jakarta (2013).
http://omkicau.com/2011/03/08/jenis-jenis-burung-kacamata-dan-opior/

Gambar:
1. https://kicauan.files.wordpress.com/2013/02/kacamata-togian.jpg


Related Posts :