Senin, 16 Februari 2015

Mengenal Burung Ocehan Cucak Rawa

Akrab betul kita dengan burung yang satu ini yang tidak hanya dikenal karena memiliki kicauan yang merdu tapi namanya juga dibawakan dalam sebuah lagu. Ya, burung tenar tersebut tak lain adalah burung cucak rawa. Sehingga dari ketenaran burung cucak rawa membuat semua orang tahu betul dengan nama burung ocehan tersebut walaupun tidak pernah melihat wujud aslinya saat berkicau. Dalam artikel ini akan diuraikan mengenai seluk beluk burung ocehan cucak rawa agar kita lebih kenal yang tidak hanya dari lagu yang bersyairkan namanya tapi juga ciri-ciri fisiknya.

Ya, nama burung cucak rawa disebut juga burung cucak rowo yang dipengaruhi dialektika suku bangsa di suatu daerah. Di beberapa daerah juga burung cucak rawa dipanggil dengan nama cangkurawah dan barau-barau. Nama ilmiah dari burung cucak rawa adalah Pycnonotus zeylanicus yang dalam bahasa inggrisnya disebut Straw-headed Bulbul. Penyebarannya sendiri hanya terdapat di wilayah Indonesia dan semenanjung Malaysia yang di antaranya berada di Sumatera, Nias, Kalimantan, dan Jawa.

Saat berada di alam liar, burung cucak rawa biasanya berada di rawa-rawa, hutan dekat tepian sungai, dan paya-paya. Sedangkan makanannya di alam liar lebih sering menyantap berbagai jenis serangga, buah-buahan kecil, dan siput air. Di samping itu juga, burung ini cukup pemalu untuk bertemu dengan makhluk lain sehingga kawanan burung cucak rawa lebih banyak bersembunyi dibalik dedaunan yang rimbun dan hanya membunyikan kicauannya saja.


Gambar 1. Burung Cucak Rawa

Sedangkan untuk ciri-ciri fisiknya sendiri bahwa diketahui ukuran tubuhnya berkisar 28 cm atau berukuran sedang, warna bulu di bagian atas kepalanya berwarna jingga kekuningan seperti warna jerami, dagu hingga ke tenggorokannya tampak berwarna putih keabu-abuan, di bagian leher dan dadanya terdapat warna putih yang berpadu dengan warna hitam seperti coretan vertikal ke bawah, sedangkan warna abu-abu di bagian perutnya. Iris matanya terdapat warna kuning tua seperti kemerahan, paruhnya berukuran pendek dan berwarna hitam, punggungnya tampak berwarna coklat zaitun yang bercoretkan garis-garis putih yang vertikal, dan sayapnya berwarna coklat kehijauan, serta ekornya berukuran sedang yakni 9 cm.

Untuk karakteristik kicauannya sendiri burung cucak rawa memiliki kicauan yang terdengar agak keras dengan kualitas volume suara yang cukup jelas. Irama kicauannya cenderung sudah baku dengan alunan suara yang terdengar jernih, dan umumnya saling bersahut-sahutan dengan kawanan burung cucak rawa yang lain ketika sedang berada di hutan. Dan juga karakteristik suara burung cucak rawa tersebut sangat berbeda dengan kicauan burung merbah dan burung cucak jenis lain. Sedangkan karakter dasar pada burung cucak rawa adalah agak sulit beradaptasi pada lingkungan barunya, mudah untuk stres dan mudah kaget, serta bila dirawat dengan baik burung ini jinak dengan cepat.

Populasi dari burung cucak rawa sendiri sedang mengalami degradasi atau penipisan di habitat aslinya. Yang mana terjadi perburuan secara terus menerus dan juga banyaknya terjadi penebangan hutan secara liar sehingga mengakibatkan populasinya kian waktu semakin sedikit. Bahkan di Jawa sendiri populasi dari burung cucak rawa sudah sangat sulit diketemukan di alam liar. Sehingga hal ini membutuhkan kesadaran bagi kita semua untuk bijak dalam memperlakukan hewan agar jangan terus menerus diburu melainkan harus dilestarikan dan dibudidayakan sendiri. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Cucak_rawa
http://alamendah.org/2010/08/23/cucak-rawa-burung-pengicau-langka/

Gambar:
1. http://www.smartmastering.com/tips-cara-merawat-burung-cucak-rowo.html


Related Posts :