Rabu, 22 Juni 2016

Sepenggal Mitos Melatih Bicara Burung Jalak

Spesies burung Jalak merupakan burung primadona bagi para pecinta burung ocehan yang ada di tanah air maupun mancanegara. Begitu banyaknya yang menggilai jenis-jenis burung Jalak untuk dipelihara sampai mengakibatkan berkembangnya mitos terkait dengan melatihnya berbicara. Mitos yang membicarakan burung Jalak ramai diperbincangkan oleh khalayak ramai lebih kepada ingin mempertanyakan kebenaran dari mitos tersebut saja. Ini dikarenakan adanya keingingan bagi para pemelihara burung Jalak yang tentunya mengharapkan burung Jalak kesayangannya memiliki banyak suara isian dan mampu berkicau cukup lama. Maka dari itu dalam artikel ini secara khusus mengulas mengenai mitos yang terkait dengan melatih burung Jalak berbicara. Tujuannya adalah agar tidak timbul kesalahpahaman dalam memahami mitos yang berkembang selama ini. Yang sebenarnya kebenaran dari mitos tersebut sangat sulit membuktikannya secara ilmiah.

Adapun mitos yang masih menjadi pembicaraan dalam artikel ini tentang melatih bicara burung Jalak ialah sebagai berikut:

  1. Lidah burung Jalak diolesi terlebih dahulu oleh cabai

    Ada suatu mitos yang berkembang dan cukup familiar tentang mengolesi lidah burung Jalak dengan cabai. Mitos tersebut dimaksudkan agar burung Jalak yang dilatih bicara nantinya akan lebih cepat mengerti dan mampu untuk mengulangi suara isian yang diperdengarkan padanya. Akan tetapi pada kenyataannya dalam melatih burung ocehan terutama burung Jalak untuk bisa berkicau atau menirukan suara tidak perlu harus memakai sarana cabai. Melainkan dengan terus menerus memperdengarkannya suara isian burung lain ataupun suara sendiri sampai burung Jalak tersebut fasih mengulanginya.
  2. Memotong ujung lidah burung Jalak sebelum melatihnya berbicara.

    Mitos yang satu ini terdengar cukup ekstrem dan sangat berbahaya serta memiliki resiko yang besar bila tidak terbukti kebenarannya. Dikatakan berbahaya karena lidah pada burung ocehan manapun termasuk Jalak memiliki kontur yang rawan dan bila salah dalam memotongnya maka bisa menyebabkan pendarahan bahkan burung tidak lagi bisa berkicau. Tentu bukan dampak yang demikian diinginkan oleh para pemilik burung Jalak ditambah sulitnya diketahui di bagian ujung mana dari lidah yang mesti dipotong. Apalagi untuk menambah tingkat kecerdasan burung ocehan manapun termasuk Jalak ialah dengan mengatur pola makannya dan terus melatihnya sampai bisa bukan dengan memotong lidahnya. Untuk itu ada baiknya mitos yang satu ini tidak perlu ditanggapi dengan serius dan anggap saja hanya sebagai mitos belaka.
  3. Menggosok lidah burung Jalak dengan cincin yang terbuat dari emas

    Begitu juga dengan mitos yang satu ini menganggap bahwa bila cincin emas digosokkan pada lidah burung Jalak maka akan cepat belajar berbicara. Sebenarnya tidak ada hubungan antara menggosokkan cincin pada lidah burung Jalak dengan meningkatnya kemampuan untuk bisa menirukan suara yang didengarnya. Adapun dalam melatih burung Jalak sampai dengan bisa berkicau di antaranya menggunakan burung Jalak yang telah mahir berkicau maupun memperdengarkan suara rekaman burung kicauan maupun manusia. Yang latihan tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang tidak sebentar dan sampai burung Jalak yang belajar sampai bisa memahaminya serta membutuhkan kesabaran bagi pelatihnya.

Demikianlah ulasan mengenai mitos yang selama ini berkembang tentang melatih burung Jalak agar cepat berkicau atau berbicara. Dan dengan membaca artikel ini dapat membuat kita memahami bahwa mitos yang berkembang tersebut sifatnya lebih kepada melebih-melebihkan agar terkesan hebat. Padahal untuk melatih bicara burung Jalak lebih kepada didasarkan pada cara merawatnya dan metode yang digunakan melatihnya serta membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2013/09/15/mudahnya-melatih-jalak-nias-bicara/


Related Posts :