Kamis, 28 Juli 2016

Kerak Kerbau, Si Burung Ocehan Endemik Dari Indonesia

Berbicara tentang ketenaran burung Kerak Kerbau agaknya tidak perlu diragukan lagi karena hampir semua masyarakat telah mengenlnya. Ketenaran burung Kerak Kerbau dapat disebabkan habitat aslinya yang memang berasal dari Indonesia. Selain itu penyebutan namanya yang berkembang di masyarakat ada banyak sekali di antaranya Jalak Kerbau, Jalak Kebo, Jalak Ungu, Jalak Penyu, dan Jalak Hitam. Disamping itu yang membuat burung Kerak Kerbau banyak digandrungi oleh para pecinta burung ocehan adalah kepintarannya yang dapat menirukan suara burung ocehan lain.

Disebutkan bahwa burung Kerak Kerbau merupakan burung ocehan asli atau endemik dari Indonesia berdasarkan daerah penyebarannya yang banyak berada di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu, burung Kerak Kerbau juga ada yang dijumpai keberadaannya di Pulau Sumatera yang disebabkan dari lepas atau dilepaskan oleh pemiliknya ke alam liar. Begitu pula dengan keberadaannya di beberapa negara di Asia seperti Thailand, Taiwan, Singapura, dan Jepang yang dengan sengaja diintroduksi melalui pembudidayaan atau pengembangbiakan.


Gambar 1. Burung Kerak Kerbau

Adapun untuk mengenal lebih jauh tentang bentuk fisik dari burung Kerak Kerbau dapat dilihat ciri-cirinya sebagai berikut: pada bagian atas dan bawah tubuhnya diselimuti oleh bulu berwarna abu-abu yang hampir hitam, ada warna irisan putih yang akan tampak saat mengepakkan sayapnya, bagian atas kepala dan dagunya berwarna hitam pudar, untuk ekornya berwarna abu-abu kehitaman kecuali dibagian pinggir dan ujungnya yang berwarna putih, lalu paruh dan kakinya sama-sama berwarna kuning. Adapun ciri lain dari burung Kerak Kerbau adalah ukuran tubuhnya hanya sekitar 25 cm dengan terdapat jampul dibagian depan kepalanya yang tumbuh sampai mendekati hidungnya.

Di alam liar burung Kerak Kerbau ini selalu hidup dalam kelompok yang berjumlah kecil sampai besar. Selain itu saat berburu biasanya makanan yang disantap oleh burung Kerak Kerbau adalah serangga, biji-bijian, dan buah-buahan. Adapun untuk musim kawinnya sendiri biasanya berlangsung antara bulan Mei sampai November dengan membentuk sarangnya di pohon yang berlubang. Sedangkan areal habitat tempat burung Kerak Kerbau dapat ditemui adalah padang rumput, sawah, mangrove, kebun, pedesaan, dan perkotaan.

Keunikan dari burung Kerak Kerbau yang lazim diketahui oleh sebagian besar masyarakat adalah keberaniannya yang mampu hidup berbaur di tengah-tengah manusia dengan bertengger di atas rumah, taman, sampai dengan sawah. Selain itu, saat berada di sawah yang ada di kerbaunya biasanya burung Kerak Kerbau akan bertengger di atas tubuh dan sesekali mematuki tubuh kerbau untuk mencari kutu atau serangga yang menempel di kulitnya. Sehingga dikatakan juga kalau burung Kerak Kerbau adalah tipe burung yang mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Burung yang memiliki nama latin Acridotheres Javanicus ini juga mempunyai warna suara yang berbeda dari burung kicauan pada umumnya. Pada dasarnya burung Kerak Kerbau yang ada di alam liar memiliki dua jenis suara yang berbeda yakni terdapat satu kicauan yang terdengar parau dengan bunyi “ciriktetowi” dan satunya lagi berupa siulan yang bernada lembut atau pelan dengan bunyi “criuk,criuk”. Pembunyian dua tipe suara itu dikeluarkan dalam tempo yang berdekat-dekatan atau dilakukan secara berganti-gantian. Sehingga membuat kicauan dari burung Kerak Kerbau tampak khas atau berbeda dari burung ocehan pada umumnya.

Disamping itu, burung ocehan Kerak Kerbau yang dipelihara dan dilatih secara rutin tidak hanya mampu mengeluarkan dua suara bawaannya itu saja tapi juga dapat melagukan jenis-jenis suara burung ocehan yang diperdengarkan padanya. Selain itu juga, bila melatihnya dengan memperdengarkan kosa kata yang dipergunakan oleh manusia maka burung pintar ini pun mampu menirukannya. Walaupun demikian ada juga yang enggan untuk memelihara burung Kerak Kerbau ini karena dianggap memiliki sifat yang cukup rakus dalam makannya dan sangkarnya menjadi lebih cepat kotornya. Tanpa mengesampingkan kekurangan itu tetap saja burung Kerak Kerbau yang merupakan burung ocehan endemik Indonesia cukup bagus untuk dijadikan sebagai burung peliharaan yang memiliki kepintaran dalam berkicau dan mampu beradaptasi serta bermental kuat.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kerak_kerbau
2. https://omkicau.com/2014/09/30/beberapa-jenis-burung-kerak-yang-biasa-dijumpai-di-pasar-burung/
3. http://www.kutilang.or.id/2011/11/16/kerak-kerbau/
Sumber Gambar:
1. http://www.pbase.com/zotyesz/image/154277969


Related Posts :