Jumat, 30 September 2016

Mengenali Perilaku Burung Ocehan Yang Tidak Boleh Dipentaskan Saat Berlomba (Bagian 1)

Perlombaan kontes burung ocehan merupakan ajang untuk melihat ketangkasan yang dimiliki oleh burung yang bertanding di sana. Ketangkasan yang ditunjukkan oleh burung ocehan utamanya adalah variasi suara yang mampu dikeluarkan yang membuat takjub para juri yang memperdengarkannya. Selain suara ada juga bentuk gerak tubuh yang turut serta mempengaruhi jenis dan tingkatan suara yang hendak dibunyikan oleh burung ocehan. Ke semua itu bila mampu ditampilkan dengan apik oleh setiap burung yang berlomba maka bisa akan memperoleh juara. Akan tetapi dalam ajang perlombaan tidak semua burung mampu menujukkan hasil terbaiknya walaupun sudah mengalami latihan yang keras dan memakan waktu yang tidak sekejap. Hasil tidak maksimal tersebut tampak dari perilakunya saat beraksi di arena perlombaan yang menunjukkan hal yang tidak sepantasnya untuk dilakukan berupa macet bunyi, berdiam saja, dan lainnya. Untuk itu ada baiknya memang bagi para pembaca sekalian dapat menyimak artikel ini yang mengulas mengenai perilaku yang tidak sepantasnya dilakukan oleh burung ocehan saat bertanding.

Adapun penjelasan dari yang dibicarakan pada paragraf di atas bisa disimak ulasannya di bawah ini:

  1. Burung mengalami macet bunyi


    Gambar 1: Burung yang sedang macet bunyi

    Burung ocehan yang diikutkan dalam kontes ada baiknya harus benar-benar siap secara mental dan fisik. Kesiapan mental dan fisik yang dimiliki oleh burung ocehan akan membuat performa tampilannya nantinya bisa maksimal dengan mampu mengeluarkan segala suara isian yang telah dilatih kepadanya. Selain burung dipastikan harus siap secara mental dan fisiknya perlu juga memastikan tentang kejinakan burung ocehan yang diikutkan dalam kontes. Burung yang kurang jinak diikutkan pada kontes burung ocehan maka akan membuatnya macet bunyi atau hanya mengeluarkan kicauan sedikit saja. Ini dikarenakan burung merasa sangat asing dengan lingkungan yang dimasukinya. Sedari itu tanda-tanda burung ocehan belum jinak yang diikutkan pada kontes burung kicauan adalah lebih banyak diam dibanding berkicau dan juga memilih untuk meloncat ke sana kemari tanpa tentu arah. Untuk itu sebelum diikutkan pada ajang perlombaan sebaiknya burung perlu mendapatkan pelatihan seputar menguatkan ketahanan mentalnya dan juga menjaga kesehatan fisiknya. Cara lainnya burung ocehan dapat lebih didekatkan pada kerumunan manusia dan bisa mengikutsertakan pada latihan bersama dengan burung ocehan lainnya. Tujuannya agar burung bisa bersosialisasi dan membantu pada proses penjinakannya yang harus benar-benar matang.
  2. Burung tiba-tiba ngelowo

    Ngelowo pada burung ocehan adalah sesuatu yang wajar terjadi yang ditandai dengan burung tampak lebih aktif mengepak-ngepakkan sayapnya akan tetapi hanya mengeluarkan bunyi kicauan yang cukup pelan terdengar telinga kita. Wajarnya fenomena ini mengingat burung mungkin mengalami latihan yang cukup keras dan panjang ataupun juga burung terlalu sering diikutkan pada ajang perlombaan. Yang hal-hal tersebut membuatnya tampak lelah dan membutuhkan istirahat panjang. Akan tetapi bila burung ocehan yang telah lelah dan tetap diikutkan dalam perlombaan kontes burung kicauan maka hasil yang didapat adalah burung akan lebih banyak mengepak-ngepakkan sayap sambil memijak batang tangkringan dan hanya berkicau dengan suara pelan. Hal tersebut tentunya menandakan burung ocehan yang sedang ngelowo berarti pertanda menyerah atau sedang tidak bergairah untuk mengikuti kontes yang diperlombakan. Sedari itu menjadi penting bagi para pemilik burung ocehan untuk bisa menjaga kondisi fisik burungnya agar tidak memaksakan untuk terus mengikuti kontes dalam waktu yang sangat berdekatan dan biarkanlah burung ocehan bisa beristirahat sejenak. Di samping itu penting juga memerhatikan ekstra fooding yang disantapnya dengan mampu untuk menyeimbangkan jumlah kadar pakan EF yang dimakan burung ocehan. Yakni burung jangan diberi terlalu banyak EF saat hendak menjelang perlombaan berlangsung ataupun jangan juga terlalu sedikit pemberian EF yang dampaknya malah membuat burung kehilangan kegirasannya saat berkicau nanti.
  3. Burung tampak lebih sering diam


    Gambar 2: Burung yang sedang tidak ingin berkicau

    Salah satu fenomena lainnya yang ditunjukkan oleh burung ocehan ketika bertanding di kontes burung yakni lebih sering berdiam diri saja dan tidak berkicau. Perilaku itu ditunjukkan oleh burung ocehan karena merasa tertekan dengan suara kicauan dari burung lain yang lebih gacor dan bersuara kencang. Yang akibatnya burung ocehan pun merasa depresi dengan ditunjukkan dari perilakunya yang malas berkicau dan lebih memilih untuk berdiam diri saja sambil mendengarkan deru suara kicauan burung lainnya. Untuk itu burung ocehan yang memiliki mental mudah ngedrop saat mendengar kicauan dari burung lain bisa dengan melatihnya bersama satu atau dua burung ocehan lainnya agar problem ketidakpercayaan diri burung bisa teratasi dengan baik.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2012/12/31/tujuh-perilaku-memalukan-murai-batu-di-arena-lomba-dan-solusinya/
Gambar:
1. http://www.tabloidburung.com/wp-content/uploads/2014/07/Anis-merah-macet.jpg
2. http://1.bp.blogspot.com/-jucH6mA5nU8/VUF7d29fgKI/AAAAAAAAAPs/qap4vLvpQn4/s1600/Burung%2Bkenari%2Bsakit.jpg


Related Posts :