Kamis, 15 September 2016

Waspada Penyakit Pullorum Menyerang Burung Kesayangan Anda !

Perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini, membuat segala bentuk penyakit bisa menyerang burung kesayangan Anda. Perkembangan virus dan bakteri akan semakin cepat menular melalui udara. Seperti halnya penyakit pullorum.

Ya, pullorum atau yang sering dikenal dengan sebutan penyakit berak kapur, sering menyerang berbagai jenis burung dan unggas.


Gambar 1. Burung yang terkena Pullorum

Penyakit pullorum ini akan cepat menular dan berkembang biak, bahkan pada telur burung yang belum menetaspun bisa menyerangnya karena tertular dari induk yang mengidap penyakit ini.

Burung kicauan yang sering kali mudah terserang penyakit pullorum antara lain burung kenari, murai batu, cendet, kacer dan burung kicauan lainnya.

Apabila burung kesayangan Anda sedang terserang penyakit pullorum, maka akan menimbulkan gejala-gejalanya tersendiri. Apa saja gejala yang bisa kita lihat untuk mengetahui bahwa burung kesayangan terkena penyakit ini?

  1. Burung akan terlihat pucat, mudah mengantuk dan jika diperhatikan badannya terlihat bergoyang jika sedang bertengger di angkringan kurung.
  2. Berkurangnya nafsu makan sehingga dapat membuat berat badannya menurun.
  3. Untuk jenis burung kicauan berjenis kelamin jantan akan menjadi malas untuk berkicau seperti biasanya.
  4. Jika mengeluarkan kotoran, terkadang akan banyak yang menempel pada bulu di sekitar dubur serta kotorannya pun akan encer berwarna putih atau ada juga yang berlendir.
  5. Sayap burung akan menggantung dengan bulu yang selalu mengembang tidak seperti biasanya dan jika diperhatikan bulu akan terlihat kusam.
  6. Telur burungpun akan berdaya tetas rendah karena sudah terserang penyakit ini.

Tenang, penyakit pullorum bisa dicegah kok. Bagaimana caranya? Yuk bisa simak pencegahan penyakit menular ini.

  1. Tentunya kita sebagai pemilik burung harus selalu menjaga kebersihan kurungan, jika sudah melihat kotoran yang menumpuk, segera buang dan bersihkan. Agar kurung dapat selalu bersih dan terhindar dari perkembangbiakan virus dan bakteri.
  2. Untuk membantu proses pencernaan burung, Anda bisa memberikan grit sesuai dosis yang tertera pada bungkus kemasan.
    Grit merupakan makanan penunjang yang sangat dibutuhkan oleh burung pemakan biji-bijian (fringilidae), seperti burung lovebird, kenari, branjangan dan burung kicauan lainnya.
  3. Lakukan penyemprotan kurungan dengan menggunakan shampo Jati Jajar setiap minggu sekali. Shampo Jati Jajar mengandung DesinPektan yang dapat membunuh kutu dan kuman yang berada didalam kurungan. Shampo ini bisa Anda dapatkan di toko burung terdekat di sekitaran rumah Anda.
  4. Berikan burung kesayangan Anda makanan yang bergizi dan vitamin yang sehat, misalnya dengan pemberian vitamin EbodVit atau Ebod Breeding untuk burung kicauan yang akan Anda ternak.
  5. Jika Anda baru pertama kali memelihara burung kicauan, pastikan burung tersebut dalam kondisi kesehatan yang baik, terhindar dari penyakit. Misalnya jika sudah terkena penyakit pullorum sebaiknya Anda rawat secara intent terlebih dahulu dan jauhkan dari kurungan burung yang lain.
  6. Simpan kurungan burung di ruangan yang tidak lembap. Karena ruangan yang lembap akan memicu tumbuhnya kuman dan bakteri di dalam kurungan.
  7. Jemur kurungan pada pagi hari sekitar dari pukul 8-9 pagi di bawah sinar matahari agar kurungan tetap kering.
  8. Jangan menyimpan tempat minum dengan kapasitas air yang terlalu banyak. Hal ini dapat menyebabkan burung kesayangan Anda sering mandi, yang memungkinkan bagian bawah burung menjadi mudah basah dan lembap.

Oleh : Fitriyana Suhendi

Referensi :
1. http://arenaburung.blogspot.co.id/2013/09/mengatasi-berak-kapur-pada-burung.html
2. http://ronggolawe.info/pencegahan-dan-pengobatan-penyakit-pullorum-berak-kapur/
3. http://ronggolawe.info/pentingnya-pemberian-grit-untuk-kenari-dan-burung-burung-pemakan-bijian-lainnya/
Sumber gambar :
1. http://arenaburung.blogspot.co.id/2013/09/mengatasi-berak-kapur-pada-burung.html


Related Posts :