Jumat, 10 Februari 2017

Mengenal Burung Pelanduk Dada Putih

Ragam burung ocehan yang ada di Indonesia sangatlah banyak sekali dan penyebarannya dapat mudah dijumpai mulai Sabang sampai dengan Merauke. Walaupun dikatakan burung ocehan di hutan kita jumlah sangatlah banyak akan tetapi perburuan terhadap berbagai jenis burung ocehan tidak dapat terelakkan. Akibatnya banyak dari spesies burung ocehan yang ada mulai terancam punah. Salah satu dari jenis burung pengicau yang keberadaannya sudah mulai terancam punah adalah burung Pelanduk Dada Putih.

Burung Pelanduk Dada Putih yang bernama latin Trichastoma Rostratum adalah burung endemik yang keberadaannya hanya ada di alam Asia Tenggara. Negara-negara yang menjadi tempat tinggal bagi burung Pelanduk Dada Putih adalah Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Sedangkan tempat hidup yang ditinggali oleh burung ini di Indonesia hanya terdapat di hutan Sumatera dan Kalimantan. Sedikitnya tempat yang menjadi habitat hidup burung Pelanduk Dada Putih membuat keberadaannya pun agak terancam. Hal ini tak terlepas dari maraknya pemburuan terhadap burung ini dan begitu pula dengan maraknya pengrusakan yang sering terjadi di Sumatera dan Kalimantan.


Gambar : Burung Pelanduk Dada Putih

Sewaktu hidup di alam liar biasanya burung Pelanduk Dada Putih berada ditempat dengan ketinggian 500 mdpl. Selain itu, kawasan hutan yang menjadi habitat hidupnya adalah hutan mangrove, hutan rawa, dan tepian sungai. Adapun saat beraktivitas burung ini akan pergi secara berpasang-pasangan atau dalam kelompok kecil. Saat mencari makan biasanya burung Pelanduk Dada Putih menyasar permukaan tanah dan cabang pohon dengan memakan aneka serangga dan larva. Begitu pula dengan sarang yang dibangun saat musim kawin tiba memiliki bentuk yang mirip mangkuk berukuran kecil dan disusun dari ilalang kering.

Untuk ciri-cirinya dapat dikatakan ukuran fisiknya hanya sekitar 15 cm saja dengan warna mendominasi adalah cokelat gelap. Pada bagian tubuh yang diselimuti warna cokelat gelap meliputi tubuh bagian atas, kedua sayapnya, atas ekor, kepala, dan pipi dekat mata. Sedangkan terdapat pula warna putih crime di bagian bawah tubuhnya yang tepatnya berada di dada, perut, tunggir, dan dagunya. Paruh burung Pelanduk Dada Putih terlihat sedikit agak panjang dan kedua kakinya memiliki warna cokelat berpadu merah jambu dengan ukuran yang agak panjang juga. Sedangkan ciri-ciri suara dari burung Pelanduk Dada Putih ini memiliki suara melengking dengan nada yang tinggi atau keras. Suara yang dibunyikannya selalu berirama menurun mulai dari nada tinggi perlahan turun dan akhirnya selesai. Bunyi kicauannya terdengar seperti nada “piiw” yang diulang-ulang dan dilagukan dengan tempo yang pendek.

Walaupun burung Pelanduk Dada Putih tidak begitu dikenal sebagai burung pengicau akan tetapi dengan mendengar suaranya agaknya tidak kalah berbeda dari burung ocehan lainnya. Karenanya agar bunyi kicauannya dapat terus didengar dapat dipikirkan bersama-sama agar hutan sebagai tempat tinggalnya jangan lagi dirusak. Begitu pula dengan penangkapannya ada baiknya dilakukan budidaya agar populasinya di hutan tidak terusik. Dan semoga artikel ini dapat memberikan informasi berguna seputar burung Pelanduk Dada Putih. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2014/04/30/pelanduk-dada-putih/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Pelanduk_dada-putih
Sumber Gambar:
1. http://orientalbirdimages.org/images/data/whitechested_babbler__12oct_dscn8514.jpg


Related Posts :