Selasa, 11 April 2017

Alasan dan Mengatasi Burung Murai Batu yang Kehilangan Performa Bertanding di Lapangan

Memilih burung Murai Batu untuk diikutkan dalam perlombaan burung kicauan memang pilihan tepat. Karena burung Murai Batu dikenal sebagai burung petarung yang bersuara lantang dan gacor. Selain itu, gaya tarung burung Murai Batu sewaktu berkicau dapat menggerakkan tubuhnya seperti hendak menyerang lawan yang ada di depan sangkarnya. Untuk itu pada setiap perlombaan yang diikuti burung Murai Batu tergolong cukup banyak pesertanya dan mampu menghasilkan murai yang jawara. Akan tetapi kadang Murai Batu yang diikutkan dalam perlombaan dapat tidak mampu mengeluarkan kicauannya dengan maksimal. Fenomena tersebut merupakan kejadian yang bisa terjadi pada jenis Murai Batu manapun dan suatu tanda bahwa performa bertandingnya sedang menurun.

Murai Batu yang kicauannya tidak keluar maksimal dan seolah-olah tidak merespon suara dari lawannya kadang disebabkan burung sedang dalam keadaan lelah. Kelelahan yang menimpa burung Murai Batu dapat disebabkan terlalu sering diikutkan bertanding tanpa melihat kondisi fisiknya. Hal ini terjadi karena burung Murai Batu tersebut sedang naik daun dengan seringnya memenangkan perlombaan. Terlampau seringnya burung Murai Batu mengikuti perlombaan hingga sampai 4 atau 5 kali dalam seminggu tentu harus membutuhkan tenaga yang tidak sedikit agar setiap pertandingan mampu berkicau maksimal.

Hilangnya performa penampilan Murai Batu sewaktu berada di lapangan disebabkan terlalu seringnya diikutkan bertanding merupakan suatu cara yang tidak baik bagi si burung. Karena burung Murai Batu pun mempunyai batas daya tahan yang disanggupinya untuk menantang setiap burung yang ada di arena lomba. Dampaknya tubuh burung akan mudah kehabisan tenaga dan mentalnya menjadi ngedrop. Adapun ciri burung Murai Batu yang penampilannya tidak maksimal sewaktu berlomba adalah terlihat dari kicuannya yang tidak terdengar maksimal dan cenderung hanya ngeriwik saja. Selain itu, burung Murai Batu akan lebih sering naik turun sambil menabrakkan dirinya ke pagar sangkar. Untuk itu saat sudah melihat burung Murai Batu yang diperlombakan tanda-tandanya seperti yang dibicarakan dalam artikel ini maka sebaiknya memberikannya waktu istirahat sekitar 2 minggu atau lebih. Tujuannya agar performa burung Murai Batu yang ngedrop tersebut dapat kembali pulih dan kembali diikutkan bertanding.


Gambar I: Burung Murai Batu yang mengikuti lomba

Adapun cara mengatasi burung Murai Batu yang kehilangan performa bertanding disebabkan oleh kelelahan dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
  1. Burung Murai Batu tentunya mesti diistirahatkan sementara waktu dari segala bentuk pertandingan yang dapat kembali membuat ia kelelahan.
  2. Letakkan sangkar burung Murai Batu di tempat yang sepi dari kicauan burung sejenis atau yang bertipe petarung seperti Kacer ataupun Cendet. Peletakan sangkar ini dilakukan ditempat tersendiri ataupun terbuka dengan cara menggantangnya. Usahakan tempat burung Murai Batu diletakkan tersebut hening dari suara apapun baik itu kicauan burung, suara manusia, ataupun kendaraan. Tujuannya agar burung Murai Batu menormalkan tingkat stresnya yang meninggi.
  3. Memberikannya obat yang fungsinya dapat mengembalikan semangatnya untuk kembali ingin berkicau. Pemberian obat ini dilakukan secara rutin selama lebih kurang 10 hari yang disesuaikan dengan kondisi burung Murai Batu. Obat yang diberikan kepada burung Murai Batu agar performa tampilannya kembali gacor dapat dicampurkan dengan pakan yang disantapnya ataupun minumnya. Akan tetapi sebaiknya dihindari pemberian obat tersebut secara langsung ke mulut burung karena berpotensi dapat meningkatkan stresnya yang diharapkan menurun.
  4. Dapat mengurangi jumlah burung Murai Batu dimandikan cukup hanya sekali dalam tiga hari. Akan tetapi burung tetap membutuhkan penjemuran yang dilakukan secara rutin setiap harinya. Waktu penjemurannya dapat dilakukan pada waktu pagi hari saat sinar matahari terasa semakin panas.
  5. Dilakukan pula pengkerodongan pada Murai Batu di waktu malam hari sampai dengan pagi tiba dengan meletakkannya di tempat yang hangat

Nah, itulah kiranya penjelasan tentang cara mengatasi Murai Batu yang kehilangan performa sewaktu bertanding akibat terlalu kelelahan. Tentunya bila Anda mempunyai Murai Batu yang masih minim jam terbang dan telah mampu menorehkan banyak prestasi maka ada baiknya tidak harus selalu mengikutkannya ke setiap ajang lomba. Karena burung Murai Batu yang dirasa normal untuk mengikuti pertandingan hanya maksimal sekitar 2 kali dalam seminggu dan itu pun sebaiknya jangan dilakukan setiap minggunya. Agar burung Murai Batu tetap tampil maksimal dan mampu terus berprestasi mengalahkan semua lawan-lawannya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan;
1. https://omkicau.com/2015/07/24/ketika-murai-batu-dan-kacer-mengalami-penurunan-performa-di-lapangan/
2. http://www.burunggacor.com/2013/10/ciri-dan-penanganan-murai-mental-rusak.html

Sumber Gambar:
http://www.ternakburung.com/perawatan-murai-batu-untuk-lomba/


Related Posts :