Selasa, 25 April 2017

Cinenen Belukar, Si Burung Kicauan yang Bertubuh Mungil

Burung kicauan yang bersuara merdu sebenarnya tidak hanya mempunyai postur tubuh yang berukuran sedang seperti Murai Batu, Kacer, ataupun Cucak Hijau. Sebab jenis burung kicauan yang bertubuh mungil juga mampu berkicau dengan merdu dan lantang. Hanya saja cuma beberapa yang dikenal luas masyarakat dan banyak dipelihara seperti burung Pleci dan Ciblek. Padahal terdapat jenis burung kicauan bertubuh mungil lainnya yang tak kalah bagus suara dan mampu dijadikan burung pemaster bagi burung ocehan yang hendak mulai belajar berkicau. Adapun nama burung kicauan bertubuh mungil tersebut adalah burung Cinenen Belukar.

Orthotomus Atrogularis yang merupakan nama latin burung Cinenen Belukar tergolong jenis burung yang bertubuh kecil atau mungil. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 10 cm dengan terdapat perbedaan ciri berupa warna antara jantan dan betinanya. Bagi Cinenen Belukar jantan mempunyai warna yang lebih mencolok dan terang. Warna pada tubuhnya meliputi merah karat, putih, kuning, hitam, dan hijau zaitun. Warna merah karat tampak jelas di bagian atas kepala burung jantan yang menutupi setengah area pipi dan sampai batas pangkal paruhnya. Untuk warna hijau zaitun menutupi tubuh bagian atas seperti sayap, punggung, dan ekornya. Pada tubuh bagian bawah diselimuti dengan warna putih gelap meliputi bagian tenggorokan, sedikit area dada, dan perutnya. Area yang berwarna hitam tampak jelas di bagian dadanya. Sedangkan untuk betina warnanya tampak agak kusam dengan bagian atas kepala merah kecokelatan, sayap dan punggung berwarna hijau zaitun, dan tubuh bagian bawah semuanya berwarna putih sedikit kehitaman di area tenggorokan. Persamaan keduanya mempunyai paruh yang agak panjang dan bentuk mata yang tampak bulat.


Gambar: Burung Cinenen Belukar

Penyebaran burung Cinenen Belukar tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Indonesia tapi juga terdapat di berbagai negara Asia lainnya. Negara-negara yang ditinggali burung Cinenen Belukar berada mulai dari India, Tiongkok, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Adapun daerah di tanah yang menjadi habitat burung mungil ini tergolong terbatas dengan hanya mendiami daerah Sumatera dan Kalimantan. Daerah yang dijadikan habitat burung Cinenen Belukar lazimnya mulai dari dataran rendah sampai tinggi dengan menetap di hutan primer, hutan terbuka, hutan sekunder, pinggir sungai, dan sampai area pekarangan masyarakat.

Nah, untuk kicauannya terdengar amat merdu dan nyaring dengan mampu melantunkan nada dalam tempo yang rapat. Kicauan yang berbunyi dengan tempo yang rapat terdengar mirip crecetan yang agak melengking dan bernada tinggi. Selain itu, nada kicauannya cukup bervariasi dengan mampu mengeluarkan lebih dari satu jenis suara sewaktu berkicau. Karenanya, burung Cinenen Belukar tergolong ampuh untuk dijadikan burung masteran bagi burung kicauan yang hendak belajar mengeluarkan suara yang bertempo agak rapat dan berirama indah.

Jadi, bagi Anda yang sudah membaca tentang burung Cinenen Belukar sampai tuntas kiranya dapat tertarik dengan burung mungil ini. Sehingga ada keinginan untuk memelihara dan merawatnya dengan baik agar bisa menikmati merdunya alunan suara yang indah di waktu pagi dan sore hari. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/07/04/cinenen-belukar/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Dark-necked_Tailorbird_-_Thailand_H8O4593_(17304655566).jpg


Related Posts :