Jumat, 28 April 2017

Mengenal Burung Pelatuk Besi

Jenis burung pelatuk yang selama ini dikenal sebagai burung yang suka membangun sarang di batang pohon dengan mematukinya terlebih dahulu. Selain itu cukup jarang pula diketahui bahwa ada orang yang memelihara burung pelatuk untuk dilatih menjadi burung kicauan. Padahal kicauan burung pelatuk terdengar tak kalah merdu dan memiliki kekhasan tersendiri dibanding jenis burung ocehan yang telah lazim dikenal luas. Apalagi bila burung pelatuk diberikan perawatan yang tepat dan membuatnya semakin rajin berkicau maka bisa dimanfaatkan untuk memaster burung ocehan lainnya. Untuk itu pada artikel ini dijelaskan mengenai salah satu jenis burung pelatuk yang kicauannya berkarakter dan terdengar merdu. Adapun nama burung pelatuk tersebut adalah burung Pelatuk Besi.

Burung Pelatuk Besi mempunyai tampilan fisik yang penuh dengan variasi warna menarik. Tampak berwarna merah di bagian jambul, punggung belakang berbatasan dengan ekor, dan tunggirnya. Warna kuning keemasan tampil mencolok menutupi kedua sayap dan punggung depannya. Tampilan wajahnya bercorak loreng hitam dan putih yang tampak di sisi pipi, kepala, tenggorokan, dan tengkuknya. Pada bagian dada sampai perut yang berbatasan dengan ekornya terlihat berwarna putih dan hitam yang membentuk corak seperti sisik. Ukuran fisik burung Pelatuk Besi tergolong cukup besar yang mencapai 30 cm mulai dari pangkal paruh sampai ujung ekornya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/48/Common_Flameback_%28Dinopium_javanense_javanense%29_-_Flickr_-_Lip_Kee_%281%29.jpg
Gambar: Burung Pelatuk Besi

Dinopium Javanense yang menjadi nama latin burung Pelatuk Besi merupakan burung yang tempat penyebarannya tidak hanya ada di Indonesia tapi di beberapa negara lainnya di Asia. Penyebaran burung Pelatuk Besi tersebar mulai dari India, Tiongkok, Myanmar, Thailand, dan Filipina. Sedangkan di Indonesia, kehadiran burung yang berparuh panjang ini dapat ditemui di daerah Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Bali. Luasnya daerah persebaran burung Pelatuk Besi membuatnya banyak dikenal luas oleh orang-orang tapi bukan sebagai burung pengicau. Orang-orang yang tahu tentang burung Pelatuk Besi lebih dikarenakan cukup sering dijadikan sebagai tumbal dalam kegiatan mistik.

Di alam liar, burung Pelatuk Besi dapat hidup di berbagai jenis lahan mulai dari lahan hutan sekunder, hutan mangrove, hutan terbuka, perkebunan masyarakat, dan pekarangan rumah. Saat mencari makan biasanya kawanan ini akan hidup berpasangan dengan memangsa serangga kecil seperti semut, kalajengking, kecoa dan serangga lainnya. Pada masa musim kawin tiba burung Pelatuk Besi akan membangun sarangnya di batang pohon dengan cara mematukinya sampai membentuk lubang yang berukuran cukup besar. Telur yang bisa dihasilkan dalam sekali musim kawin berlangsung dapat mencapai 3 butir.

Adapun ciri khas kicauan burung Pelatuk Besi dibunyikan dengan tempo yang cukup rapat dan berlangsung secara berulang-ulang. Kicauan yang bertempo rapat tersebut dibunyikan dengan nada yang agak keras dan mirip seperti suara crecetan. Selain itu nada kicauannya bervariasi yang terdiri dari bunyi: “Carrrr. . . Chiii..... dan Kiikkk”. Dengan bunyi kicauan seperti itu terdengar cukup lantang untuk membuat mental burung lain menjadi tidak bernyali. Karenanya, kicauan burung Pelatuk Besi dapat dimanfaatkan untuk memaster burung kicauan yang berjiwa petarung semisal Kacer ataupun Murai Batu.

Yup, itulah ulasan mengenai burung Pelatuk Besi yang jarang diketahui orang-orang mempunyai suara merdu dan lantang. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat menambah informasi para pembaca sekalian seputar burung ocehan yang belum banyak dikenal luas. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/04/11/pelatuk-besi/
2. https://omkicau.com/2013/10/25/tips-penangkaran-burung-pelatuk-bawang/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Common_Flameback_(Dinopium_javanense_javanense)_-_Flickr_-_Lip_Kee_(1).jpg


Related Posts :