Jumat, 07 April 2017

Perling Kumbang, Si Burung Kicauan yang Jarang Dipelihara

Jenis burung kicauan yang bersuara merdu tergolong banyak ditemukan di pasar-pasar burung ataupun hutan belantara. Akan tetapi tidak semua dari burung kicauan yang suaranya merdu selalu digemari oleh orang-orang untuk dipelihara dan diikutkan dalam perlombaan. Alasannya terkait dengan burung kicauan tersebut jarang dipelihara dan sedikit informasi tentang cara merawat termasuk melatih kicauannya agar sehebat burung ocehan populer seperti murai batu. Salah satu jenis burung kicauan yang kurang diminati dan jarang dipelihara tersebut adalah burung Perling Kumbang yang tentunya kita jarang sekali mendengar namanya.

File:Asian glossy starling - breeding pair.jpg
Gambar: Burung Perling Kumbang yang bernama latin Aplonis panayensis

Burung Perling Kumbang merupakan jenis burung kicauan yang habitat hidupnya tidak hanya mendiami daerah hutan lebat tapi juga mudah ditemukan pada daerah yang berpenghuni penduduk seperti pedesaan dan kota. Di alam liar biasanya burung Perling Kumbang tinggal di daerah rendah dan tinggi dengan membentuk sarangnya di pepohonan yang berlubang. Penyebarannya terbilang cukup luas mulai menghuni daerah Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi. Sedangkan di luar negeri kawasan yang menjadi habitat hidup burung Perling Kumbang hanya ada di beberapa negara saja seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan Myanmar.

Sewaktu hidup di alam liar, burung Perling Kumbang akan mencari makanan di semak belukar dan pepohonan berupa buah-buahan, serangga, nektar, dan siput. Dalam aktivitasnya biasanya membentuk kawanan untuk berburu makanan dan beristirahat di dahan pepohonan. Musim kawin untuk burung Perling Kumbang berlangsung di bulan Maret sampai Juni dengan telur yang mampu dierami sebanyak 3 butir. Luasnya daerah penyebaran burung Perling Kumbang sebagaimana disinggung pada paragraf di atas membuat namanya dikenal beragam oleh masing-masing daerah tempatnya hidup. Nama burung Perling Kumbang yang lain adalah Geuri, Kalolojang, Liling, Perling, Camperling, Keling, Briling Kembang, dan Cucak Keling. Akan tetapi di masyarakat umumnya burung Perling Kumbang lebih akrab dikenal dengan nama Cucak Keling padahal burung ini tidak termasuk dalam keluarga Cucak-cucakkan.

Ciri fisik burung Perling Kumbang terbilang sedikit menyeramkan dengan warna tubuh hampir semuanya hitam gelap bagi burung indukannya. Ditambah pada matanya berwarna merah saga dengan pupil berwarna hitam. Ukuran tubuh burung Perling Kumbang terbilang agak besar yakni sekitar 20-an cm. Pada bagian paruhnya berukuran agak besar dan panjang serta berwarna hitam pekat. Dengan warna yang serba hitam dan warna matanya yang kemerahan sekilas melihat burung Perling Kumbang dapat kita agak terkaget.

Selain mengupas tentang ciri fisiknya, burung Perling Kumbang pun dikenal sebagai burung pengicau yang mempunyai suara khas yang tidak ada pada burung lain. Adapun suara khas tersebut terdengar seperti bunyi “ciuw” dan “tcirr” yang berbunyi secara bergantian. Nada kicauannya terbilang stabil atau berirama dengan mampu mengeluarkan nada tinggi seperti melengking. Nada tinggi yang dibunyikannya dapat memekakan telinga yang berada dekat dengannya. Walaupun demikian burung Perling Kumbang dikatakan cukup ampuh dijadikan burung masteran bagi burung kicauan untuk semakin memperkaya jenis suara agar terdengar lebih merdu dan mampu melengkingkan kicauan.

Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan burung Perling Kumbang tak ada salahnya untuk memelihara dengan coba mencarinya di pasar burung. Sebab dengan suara khasnya tersebut tentunya tidak hanya enak didengar untuk dinikmati oleh pemiliknya tapi juga dapat dimanfaatkan agar memaster burung kicauan lainnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/04/28/perling-kumbang/
https://id.wikipedia.org/wiki/Perling_kumbang

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Asian_glossy_starling_-_breeding_pair.jpg


Related Posts :