Selasa, 18 April 2017

Tentang Burung Sikatan Emas

Burung pengicau yang biasanya kita kenal kebanyakan digolongkan sebagai burung penetap yang jarang bepergian jauh. Selain itu, bagi beberapa jenis burung kicauan lainnya yang dikenal banyak orang pun daerah penyebarannya hanya terbatas di hutan kita atau disebut burung endemik. Padahal burung pengicau juga ada berasal dari hasil migrasi negara-negara yang bermusim sub-tropis seperti Eropa dan Asia Timur. Akan tetapi tidak banyak orang yang mengetahuinya karena sangat sedikit yang memelihara ataupun jarang sekali ada yang menjualnya di pasar burung. Untuk itu pada artikel ini, diulas tentang salah satu jenis burung migrasi yang mempunyai kicauan yang cukup merdu. Adapun nama burung tersebut adalah burung Sikatan Emas.

Ficedula Zanthopygia yang merupakan nama latin burung Sikatan Emas termasuk jenis burung yang bertubuh mungil. Ukuran tubuh burung Sikatan Emas hanya sekitar 13 cm dengan terdiri dari tiga jenis warna yang menyelimuti tubuhnya. Warna-warna yang tampak di tubuh burung Sikatan Emas adalah hitam, putih, dan kuning. Pada bagian atas tubuhnya mulai dari kepala, pipi, sayap, punggung, dan ekornya terlihat berwarna hitam pekat. Warna putih tampak menyelimuti tubuh pada bagian perut dekat tunggir, sisi pangkal dan ujung sayap, alis dekat mata, dan sedikit di ujung ekornya. Sedangkan yang berwarna kuning tampak di bagian punggung dekat ekor, tenggorokan, dada, dan perutnya. Dengan tubuh yang tidak terlalu besar ditambah pula ragamnya warna pada burung Sikatan Emas membuat tampilannya sangat menarik.


Gambar I: Burung Sikatan Emas

Dikatakan bahwa burung Sikatan Emas adalah burung migran sebab asal negara yang menjadi habitat utamanya berasal dari negara Rusia, Cina, Korea, dan Jepang. Burung Sikatan Emas hanya akan ke hutan Indonesia saat habitatnya sedang dilanda musim dingin dan membuatnya terpaksa pergi cukup jauh untuk mencari daerah yang hangat seperti alam kita. Sedangkan penyebarannya di Indonesia biasanya mendiami hutan-hutan yang ada di kawasan sunda besar sekitar Pulau Sumatera dan Jawa.

Sewaktu berada di hutan, burung Sikatan Emas akan berdiam di sekitar semukan belukar dan hutan rimbun yang masih banyak pepohonan. Burung mungil terbilang agak pemalu dengan hanya memunculkan kicauannya dan bersembunyi dibalik lebatnya pepohonan. Makanan burung yang satu ini dapat menyantap buah-buahan yang berukuran kecil dan serangga kecil yang mudah ditemukan saat berada di hutan. Adapun ciri kicauannya terdengar cukup merdu dengan mengeluarkan suara seperti “pirip... pirip...pirip” yang diselingi kicauan yang bunyinya “titt...tiitt”. Saat berkicau biasanya membunyikan nada yang bertempo pendek dan berhenti beberapa detik. Selanjutnya burung akan mengulanginya kembali dan berhenti kembali sampai tempo waktu yang agak lama.

Walaupun burung Sikatan Emas kurang begitu populer di antara para pencinta burung kicauan tapi tak ada salahnya bagi Anda untuk memeliharanya. Sebab bila dirawat dengan baik dalam tempo waktu tertentu tentunya kicauan burung Sikatan Emas ini akan terdengar semakin merdu terdengar dan dapat dipergunakan untuk memaster burung kicauan lainnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://gemahkicau.blogspot.co.id/2015/01/sikatan-emas-si-imut-cantik-nan-merdu.html
2. http://www.kutilang.or.id/2013/03/16/sikatan-emas/

Sumber Gambar:
http://gularis.com/forums/viewtopic.php?f=23&t=364


Related Posts :