Selasa, 23 Mei 2017

Mengenal Burung Anis Menden

Burung Anis Menden tergolong sebagai salah satu jenis anis yang habitat hidupnya hanya ada di kawasan hutan Indonesia atau disebut burung endemik. Selain itu burung Anis Menden pun dikenal mempunyai kicauan merdu dengan nada yang tinggi. Hanya saja sebagai burung endemik yang persebarannya terbatas di beberapa daerah saja membuat populasi burung Anis Menden pun mengalami penurunan. Untuk itu pada artikel ini sengaja mengulas tentang burung Anis Menden agar lebih dikenal luas oleh para pencinta burung kicauan supaya turut serta menjaga habitatnya di alam.

Dikenalnya burung Anis Menden sebagai burung endemik sebab daerah persebarannya hanya terdapat di Sulawesi Tengah tepatnya berada di Pulau Talibu yang tergabung dalam Kepulauan Banggai. Terbatasnya daerah yang menjadi habitat hidup burung Anis Menden biasanya bukanlah tipikal burung yang suka terbang jauh untuk mencari hutan baru saat tempat tinggalnya sudah mulai rusak. Karenanya sewaktu hutan mulai terusik dengan penebangan atau kebakaran turut memengaruhi berkurangnya populasi burung Anis Menden yang tinggal di sana.

Red-and-black Thrush
Gambar: Burung Anis Menden yang bernama latin Zoothera mendeni

Saat berada di alam liar biasanya burung Anis Menden menghuni hutan di dataran rendah yang tak jauh dari laut. Hutan yang ditinggalinya sering kali berada di hutan produksi ataupun hutan yang mulai rusak akibat pengelolaan yang tidak bertanggung jawab. Biasanya burung Anis Menden akan pergi sendirian ataupun kadang berpasangan untuk sekadar mencari makanan berupa serangga kecil dan buah-buahan di atas permukaan tanah. Selain itu dataran rendah yang dijadikan tempat hidup burung Anis Menden tak lebih dari 300 meter di atas permukaan laut.

Nah, berbicara tentang ciri fisiknya bahwa ukuran tubuhnya tak kalah beda dengan jenis anis pada umumnya yang bertubuh sedang. Panjang tubuhnya sekitar 21 cm yang diukur mulai dari pangkal paruh sampai dengan ujung ekornya. Warna tubuhnya hanya terdiri dari tiga warna yakni hitam, merah karat, dan putih. Warna hitam hampir menutupi seluruh area tubuhnya kecuali pada bagian panggung punggung hingga ke pangkal ekornya. Warna merah karat tampak melekat di bagian keseluruhan punggungnya kecuali sayapnya. Warna putih hanya terlihat di bagian belakang mata atau area pipinya. Paruhnya berukuran agak besar dan sedang yang berwarna hitam gelap.

Begitu pula dengan ciri khas kicauan burung Anis Menden yang diketahui mampu membunyikan dengan nada tinggi. Seperti jenis burung anis yang masuk ke dalam keluarga Turdidae tergolong jenis burung yang berkicau penuh irama yang enak untuk diperdengarkan. Selain itu, nada kicauan yang dibunyikannya pun terdengar sedikit melengking mirip dengan burung rumahan. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan kicauan burung Anis Menden dapat mencarinya di internet sebagai koleksi suara kicauan yang dapat dipakai dalam memaster burung ocehan.

Walaupun burung Anis Menden bukanlah jenis burung yang dilindungi secara perundang-undangan. Akan tetapi dengan melihat bahwa status burung Anis Menden yang mulai terancam dapat membuat siapapun harus berpikir kembali untuk memeliharanya. Karenanya cara terbaik agar populasinya dapat normal kembali dengan tidak mengusik hutan yang ditempatinya dan cukup hanya menikmati merdunya kicauan burung Anis Menden melalui audio atau langsung berkunjung ke habitat aslinya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2011/08/03/anis-menden/
https://omkicau.com/2016/08/08/11-burung-anis-endemik-indonesia/7/

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/search.php?Bird_ID=2778


Related Posts :