Rabu, 10 Mei 2017

Mengenal Burung Merbah Cerukcuk

Burung Merbah Cerukcuk tergolong sebagai burung kicauan yang sudah familiar di telinga masyarakat. Orang-orang yang mengenal burung Cerukcuk tidak hanya soal kicauannya berirama dan bertempo rapat tapi terkait juga dengan gaya kicauannya yang sambil mengembangkan kedua sayapnya. Selain itu penyebutan nama untuk burung Cerukcuk pun ada berbagai macam tergantung dari daerah masing-masing. Untuk itu pada tulisan ini sengaja mengulas burung Merbah Cerukcuk agar semakin dikenal luas oleh orang-orang yang belum mengetahuinya.

Penyebaran burung Merbah Cerukcuk hanya terdapat di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Negara-negara yang dijadikan tempat hidup burung ini cuma menghuni beberapa negara saja seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Thailand. Sedangkan di Indonesia keberadaannya biasanya menghuni daerah di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Untuk itu penyebutan nama burung Merbah Cerukcuk pun bermacam-macam seperti Merbah Kampung, Trocokan, Empuru Lelang, Biribba, dan Jogjog.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3a/Pycnonotus_goiavier_1.jpg/750px-Pycnonotus_goiavier_1.jpg
Gambar: Burung Merbah Cerukcuk yang bernama latin Pycnonotus goiavier

Secara fisik ukuran burung Merbah Cerukcuk termasuk sedang atau panjangnya mencapai 20 cm. Tubuh burung Merbah Cerukcuk hanya terdiri dari tiga warna yang menyelimutinya. Warna cokelat tampak di bagian atas kepala, sayap, punggung, dan iris mata. Di bagian bawah tubuhnya yang meliputi pipi, dagu, tenggorokan, dada, perut, sampai dengan batas tunggir tampak berwarna putih agak keabu-abuan. Warna paruh dan kakinya tampak sama yakni berwarna hitam gelap dan ekornya berukuran agak panjang.

Di alam liar, burung Merbah Cerukcuk membangun sarang tidak hanya menghuni area hutan tapi juga menempati area terbuka yang ada rumah penduduk. Biasanya sarang yang dibangun akan menempati pepohonan yang tumbuh di sekitar rumah masyarakat, pinggiran jalan, kebun, sampai dengan taman yang banyak pepohonannya. Saat mencari makan akan membentuk kelompok dan kadang turut bergabung bersama jenis burung lain termasuk Kutilang. Pakan yang sering disantap burung Merbah Cerukcuk cukup banyak mulai dari jangkrik, belalang, kroto, dan buah-buahan yang dicari di sekitar pepohonan dan atas tanah.

Ciri kicauan burung Merbah Cerukcuk sebagaimana disinggung pada paragraf awal yakni mempunyai variasi dan tempo kicauannya sangat rapat sekali. Begitu rapatnya tempo kicauan burung Merbah Cerukcuk sampai terdengar seperti suara tembakan yang sangat merdu dan nyaring. Selain itu mampu mengembangkan sayapnya cukup tinggi hingga hampir lurus ke atas. Gaya mengembangkan sayap ini kadang dilakukan sambil berkicau dan ditujukan sebagai cara mempertahankan wilayahnya dari gangguan hewan atau burung lain yang coba memasuki. Keunikan burung Merbah Cerukcuk yang mengembangkan kedua sayapnya ini sampai dijuluki dengan istilah nggaruda.

Mengingat lingkungan yang dijadikan habitat hidup burung Merbah Cerukcuk ini berada di sekitaran tempat tinggal manusia membuat sifatnya terkenal ramah dan mudah beradaptasi. Selain itu, burung Merbah Cerukcuk cukup mudah dijinakkan dan melatih kicauannya agar mampu rajin bunyi serta menguasai kicauan bertempo cepat. Untuk itu, orang-orang pun tergolong banyak juga yang merawatnya dengan membeli di pasar burung ocehan. Karena secara fisik tampilan cukup menarik, mentalnya tidak mudah takut, dan kicauannya yang bertempo rapat sangat cocok dijadikan suara masteran bagi burung ocehan lain yang hendak belajar. Dan bagi Anda yang tertarik dengan burung Merbah Cerukcuk maka tak ada salahnya untuk mencoba memelihara di rumah. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/25/merbah-cerukcuk/
2. https://omkicau.com/2013/07/17/perawatan-trucukan-dari-ropel-hingga-garuda/

Sumber Gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3a/Pycnonotus_goiavier_1.jpg/750px-Pycnonotus_goiavier_1.jpg


Related Posts :