Selasa, 02 Mei 2017

Mengenal Burung Perenjak Rawa

Jenis burung perenjak atau yang akrab disebut ciblek sudah cukup familiar bagi para pencinta burung ocehan di tanah air. Banyaknya orang yang mengenal jenis burung perenjak terkait soal kicauannya yang merdu dan mampu membunyikannya dengan tempo yang cukup rapat. Akan tetapi jenis burung perenjak yang kebanyakan dikenal orang-orang adalah burung perenjak jawa dan perenjak gunung. Sebab terdapat jenis perenjak lainnya yang mempunyai tampilan fisik tak kalah menari dan kicauan yang cukup merdu. Untuk itu dalam artikel ini sengaja diulas mengenai salah satu jenis perenjak yang belum terlalu dikenal oleh para pencinta burung kicauan. Adapun namanya adalah burung Perenjak Rawa.

Burung Perenjak Rawa mempunyai nama latin Prinia Flaviventris yang memiliki habitat hidup di rawa-rawa, padang rumput, dan semak belukar. Dengan memilih tempat hidup di lingkungan berair membuatnya hanya bisa dijumpai pada dataran rendah sampai dengan ketinggian 900 meter dari permukaan laut. Di Indonesia, burung Perenjak Jawa dapat ditemui pada daerah Sumatera yang mencakup Pulau Nias, Jawa, dan Kalimantan. Selain itu, persebarannya tidak hanya terfokus di Indonesia tapi meliputi di beberapa negara lainnya di kawasan Asia. Negara-negara yang dijadikan tempat hidup burung Perenjak Rawa meliputi Tiongkok, India, Pakistan, Myanmar, Vietnam, dan Malaysia.

File:Singing Prinia flaviventris.jpg
Gambar: Burung Perenjak Rawa

Melihat bentuk fisiknya dapat dikatakan bahwa burung Perenjak Jawa tergolong jenis burung yang bertubuh kecil. Ukuran tubuhnya tak lebih dari 13 cm dengan tubuh diselimuti oleh berbagai variasi warna. Di bagian atas tubuhnya mulai dari tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya tampak berwarna hijau zaitun. Pada bagian atas kepalanya terlihat berwarna keabu-abuan agak kegelapan. Pada bagian dadanya diselimuti oleh warna putih dan di perutnya tampak berwarna kuning kusam. Ekor burung Perenjak Rawa tergolong cukup panjang dan begitu pula dengan kakinya pun tampak lebih panjang.

Di alam liar, burung Perenjak Rawa tergolong sebagai hewan yang pemalu dengan bersembunyi dibalik rindangnya dedaunan. Selain itu, saat hendak mengeluarkan kicauannya biasanya harus mencari tempat bertengger di atas pohon yang tinggi agar tidak terlihat jenis hewan lainnya. Untuk itu akan menjadi sulit bagi sesiapapun yang hendak melihatnya secara langsung di hutan. Sebab burung Perenjak Rawa lebih menyukai menyembunyikan dirinya dan hanya suka berkicau ditempat yang sepi.

Kicauan burung Perenjak Rawa dikeluarkan dengan nada tinggi yang tergesa-gesa. Tempo nada yang dibunyikan terdengar cukup rapat hingga membentuk seperti crecetan yang bernada tinggi. Bunyi nada kicauan burung Perenjak Rawa iramanya seperti “scink...scink...scink” yang dikatakan mirip suara kucing kecil. Dengan ciri khas bunyi kicauan yang dimiliki burung Perenjak Rawa yang bernada tinggi dan bertempo rapat sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk memancing burung lainnya agar mengeluarkan kicauannya.

Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan salah satu jenis burung perenjak ini maka tak ada salahnya untuk memeliharanya. Sebab dengan ciri kicauan yang merdu seperti itu tidak hanya enak didengar telinga kita tapi mampu mengajak burung lainnya yang ada di sekitarnya untuk berkicau bersama-sama. Tentunya gaya berkicau seperti belum pasti dimiliki oleh jenis burung ocehan lainnya. Jadi, tertarikkah Anda dengan burung Perenjak Rawa?

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/02/07/perenjak-rawa/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Perenjak_rawa

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Singing_Prinia_flaviventris.jpg


Related Posts :