Selasa, 30 Mei 2017

Sepenggal Mitos pada Burung Anis Gading

Ketika berbicara tentang burung ocehan tidak hanya terkait dengan kicauan dan cara perawatan hariannya saja. Sebab burung ocehan yang sering dibicarakan juga terkait ada atau tidaknya mitos yang mengikutinya. Mitos ini biasanya memberikan dua pandangan yang dapat memengaruhi seseorang akan mencari atau malah menjauhi jenis burung ocehan tertentu. Karena jenis burung ocehan yang ada di Indonesia beberapa di antaranya terkandung beragam mitos yang telah banyak dipercaya orang-orang akan kebenarannya. Untuk itu pada artikel ini sengaja mengulik tentang salah satu jenis burung ocehan yang sudah lama mengandung mitos di masyarakat. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Anis Gading.

Mungkin bagi yang sudah pernah pergi mendaki ke Gunung Lawu pastinya tahu tentang burung Anis Gading. Ya, karena seluruh area Gunung Lawu telah menjadi habitat bagi spesies burung Anis Gading. Hal ini membuat burung yang termasuk dalam keluarga Turdidae ini tergolong burung endemik yang penyebarannya terbatas di sekitaran Gunung Lawu saja. Area gunung yang biasanya ditinggali oleh burung Anis Gading mulai dari yang dekat dengan pemukiman penduduk sampai ke bagian pendakian menuju lerengnya. Untuk itu saat pergi mendaki akan dengan mudah menemukan salah satu jenis burung anis ini selama perjalanan.

Island Thrush
Gambar: Burung Anis Gading yang bernama Turdus poliocephalus stresemanni

Ciri fisik yang bisa dikenali dari burung Anis Gading adalah ukuran fisiknya yang terbilang sedang atau sekitar 20-an cm saja. Warna bulunya hanya terdiri dari dua warna yakni hitam dan abu-abu kehitaman. Warna hitam tampak menutupi bulu-bulunya di bagian punggung, kedua sayap, area perut, dan ekornya. Adapun warna abu-abu kehitaman hanya terdapat di bagian kepala, dada, dan bulu di sekitar pangkal kakinya. Paruh dan iris matanya terdapat kesamaan warna yakni kuning cerah. Sedangkan ciri kicauan burung Anis Gading terdengar cukup merdu dan berirama sambil dibunyikan dengan tempo yang agak lama. Saat membunyikan kicauannya akan terdengar siulan yang sedikit melengking dan bernada agak tinggi. Hanya bunyi kicauan burung Anis Gading kurang begitu bervariasi dan sering melakukan pengulangan lagu yang diakhiri dengan siulan bergetar yang bernada rendah.

Nah, mitos yang diyakini ada pada burung Anis Gading adalah supaya jangan mengganggunya dengan mengusir ataupun menangkapnya. Larangan itu karena burung Anis Gading tergolong sebagai burung peliharaan Prabu Brawijaya V yang merupakan raja terakhir di Kerajaan Majapahit. Untuk itu masyarakat sekitar Gunung Lawu pun sangat menghormati kehadiran burung Anis Gading dengan tidak mengusik keberadaannya di hutan atau saat burung ini tiba-tiba mendekat. Adapun bila sampai ada yang berani mengganggu burung Anis Gading dipercaya akan terkena bala atau musibah yang menimpa.

Dampak dari adanya mitos tersebut pun berpengaruh positif terhadap kelestarian burung Anis Gading. Sebab tidak ada satu pun yang berani membunuh apalagi hanya sekedar mengusirnya pergi. Selain itu, burung Anis Gading pun menjadi lebih mudah akrab dengan manusia yang datang berkunjung ke Gunung Lawu sambil mencoba mendekati untuk meminta makan yang dibawa pendaki. Sebagai burung yang dihormati kehadirannya di gunung yang berbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur terkadang tanpa disadari bagi pendaki yang kehilangan arah kadang memanfaatkan kehadiran burung Anis Gunung untuk menunjukkan arah pulang ke posko terdekat.

Yup, itulah sepenggal cerita tentang burung Anis Gading termasuk mitos yang di kandungnya. Tentunya dibalik benar atau tidaknya mitos yang disematkan kepada burung Anis Gading terdapat hikmah yang bisa dipetik seperti tidak mengganggu jenis burung apapun saat bepergian ke area hutan ataupun pegunungan. Tujuannya agar ragam jenis burung ocehan tetap terjaga kelestariannya sampai kapan pun. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/02/18/burung-anis-gading-dan-mitos-di-gunung-lawu/
2. http://jogja.tribunnews.com/2015/04/17/mitos-burung-piaraan-brawijaya-v-pengawal-para-pendaki-gunung?page=all

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/photographers.php?action=birderimages&Bird_Image_ID=117658&Birder_ID=1589


Related Posts :