Sabtu, 20 Mei 2017

Tentang Burung Cucak Rumbai-Tungging yang Mulai Terancam Punah

Burung Cucak Rumbai-Tungging merupakan jenis burung cucak-cucakkan yang keberadaannya hanya ada di beberapa kawasan negara Asia Tenggara. Selain itu burung yang tampilannya ada kemiripan dengan burung Cucak Jenggot ini mempunyai kicauan yang lumayan merdu dan enak untuk diperdengarkan. Hanya saja status burung Cucak Rumbai-Tungging sedang tidak bernasib baik seperti jenis burung cucak-cucakkan lainnya. Sebab keberadaan burung Cucak Rumbai-Tungging di alam liar sudah mulai terancam punah. Untuk itu pada artikel ini diulas mengenai burung Cucak Rumbai-Tungging lebih dalam lagi agar semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Pycnonotus Eutilotus yang menjadi nama latin burung Cucak Rumbai-Tungging tergolong jenis burung yang keberadaannya terbatas di beberapa negara saja seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Selain itu, di Indonesia habitat burung Cucak Rumbai-Tungging hanya ada di daerah Sumatera dan Kalimantan. Di alam liar kehidupan burung cucak ini sering dijumpai pada dataran rendah dengan mendiami hutan sekunder dan pinggiran hutan yang jauh dari pemukiman penduduk. Sewaktu mencari makanan biasanya burung Cucak Rumbai-Tungging akan memburu beragam serangga kecil dan buah-buahan.

http://www.mangoverde.com/wbg/images/00000007875.jpg
Gambar: Burung Cucak Rumbai-Tungging

Ciri fisik burung Cucak Rumbai-Tungging sekilas memang mirip dengan burung Cucak Jenggot. Hanya saja pada burung Cucak Rumbai-Tungging tidak terdapat jenggot di bawah dagunya saat berkicau. Pada bagian atas kepalanya terdapat jambul berukuran agak tinggi yang berwarna cokelat keabu-abuan. Warna tubuh bagian atas umumnya berwarna cokelat tua tepatnya di bagian punggung, sayap, dan ekornya. Sedangkan di bagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada, dan perut sampai dengan batas pangkal ekor berwarna keputihan agak kehitaman. Ekornya berukuran sedang yang terdiri dari beberapa lembar bulu dan matanya tampak berwarna merah darah dengan pupil berwarna hitam pekat.

Adapun kicauan burung Cucak Rumbai-Tungging terdengar merdu dengan dinyanyikan pada nada yang agak melengking. Kicauannya terdengar memang monoton dengan mengulanginya secara terus menerus. Walaupun demikian kicauannya dinyanyikan dengan tempo yang agak rapat dan terdengar hampir mirip seperti crecetan. Dengan kicauan yang mengalun melengking ini sangat cocok dijadikan suara masteran bagi burung ocehan yang hendak menguasai tipe suara seperti burung Cucak Rumbai-Tungging.

Selain itu, mulai terancamnya populasi burung Cucak Rumbai-Tungging disebabkan oleh beragam faktor. Faktor-faktor tersebut ialah terbatasnya daerah persebaran yang hanya ada di kawasan Kalimantan dan Sumatera yang membuatnya mudah terancam saat habitatnya terganggu. Faktor lainnya adalah hutan yang ditinggalinya mengalami kerusakan yang serius sampai berdampak pada pengurangan populasi burung Cucak Rumbai-Tunggi hingga terancam punah. Untuk itu agar burung Cucak Rumbai-Tungging tidak semakin menyusut populasi di hutan tentunya jangan merusak habitat aslinya. Dan bisa pula dengan menangkar burung ini agar mampu menambah jumlahnya dan bagi siapapun yang hendak memeliharanya tidak perlu lagi memburu di hutan. Tapi bisa membeli dari hasil penangkaran yang cenderung mempunyai perilaku jauh lebih mudah dijinakkan termasuk melatih kicauannya agar bisa dijadikan burung masteran. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/11/26/cucak-rumbai-tungging-duplikat-kapas-tembak-yang-bersuara-nyaring-dan-ramai/
2. http://www.kutilang.or.id/2012/07/04/cucak-rumbai-tungging/

Sumber Gambar:
http://www.mangoverde.com/wbg/images/00000007875.jpg


Related Posts :