Rabu, 03 Mei 2017

Tukik Tikus, Jenis Burung Pelatuk Terkecil di Dunia

Keluarga burung pelatuk termasuk salah satu jenis burung yang mempunyai suara merdu dan berkarakter. Ciri khas kicauan burung pelatuk mampu mengeluarkan bunyi dengan tempo yang rapat dan bersuara lantang. Ukuran fisik untuk setiap jenisnya rata-rata bertubuh sedang dengan panjang sekitar 20 cm. Akan tetapi tidak semua jenis burung pelatuk yang berpostur sedang sebab terdapat salah satunya yang ukuran tubuhnya sangatlah kecil. Tapi kemampuan kicauannya tak kalah hebat dibanding jenis pelatuk lainnya. Adapun nama burung pelatuk berbadan mungil tersebut adalah burung Tukik Tikus.

Burung Tukik Tikus dikatakan sebagai satu-satunya dari jenis burung pelatuk yang postur tubuhnya amatlah kecil. Dapat dikatakan panjang tubuhnya hanya sekitar 10 cm yang diukur mulai dari paruh sampai ujung ekornya. Ciri khas fisik burung Tukik Tikus adalah hampir tidak adanya ekor di bagian belakang tubuhnya. Selain itu warna tubuhnya tergolong indah dengan berbalut warna hijau zaitun, jingga, dan kuning kemerahan. Warna hijau zaitun tampak menutupi pada bagian atas kepala dan keseluruhan tubuh bagian atasnya termasuk tengkuk, sayap, dan punggungnya. Warna kuning tersebut tampak di bagian depan wajahnya dekat pangkal paruh dan tubuh bagian bawah mulai dari perut sampai tunggirnya.

File:Rufous Piculet - Krung Ching - Thailand S4E3808 (14072101459).jpg
Gambar: Burung Tukik Tikus yang bernama latin Sasia abnormis

Di samping itu daerah penyebaran burung Tukik Tikus atau nama lainnya Caladi Tikus hanya terdapat di beberapa negara kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Negara-negara yang menjadi habitat hidup jenis pelatuk terkecil ini dapat ditemui di hutan Myanmar, Thailand, Brunei, dan Malaysia. Di Indonesia sendiri keberadaannya bisa dijumpai pada daerah Sumatera termasuk Pulau Nias, Kalimantan, dan Jawa. Biasanya burung Tukik Tikus akan hidup pada daerah areal dataran rendah dan pegunungan. Tempat yang dijadikan sebagai habitat hidupnya berada di hutan Sekunder, di luar hutan Primer, dan semak belukar. Sewaktu tinggal di hutan burung Tukik Tikus akan hidup berpasangan dengan menempati batang pohon hidup ataupun yang telah mati. Sedari itu, makanan yang sering disantapnya berasal dari serangga seperti kroto atau telur semut, laba-laba, dan kumbang yang berukuran kecil.

Masa perkembangbiakkan burung Tukik Tikus seringnya berlangsung mulai dari April sampai Juni. Saat membangun sarang sang indukkan akan mencari pohon yang telah mati ataupun batang bambu dengan mematuki sampai membentuk lubang untuk ditinggali bersama pasangan dan anak-anaknya nanti. Dalam sekali musim kawin berlangsung indukkan betina mampu mengeluarkan telur sebanyak 3 butir dan dierami bergantian oleh pasangan jantannya. Adapun bunyi kicauannya terdengar cukup lantang dan bervolume lumayan besar dengan ritme tempo yang rapat. Hal ini tentu tidak sesuai dengan ukuran fisiknya yang tergolong kecil tapi mempunyai kicauan yang bernada tinggi. Burung Tukik Tikus yang berkicau akan membunyikan nada tunggal yang diulang secara terus menerus dalam beberapa detik.

Yup, itulah ulasan mengenai burung Tukik Tikus yang menjadi satu-satunya jenis burung pelatuk yang bertubuh kecil. Dengan membaca artikel ini dapat membuat kita menambah pengetahuan kita seputar jenis burung pelatuk. Apalagi ternyata kicauan jenis burung pelatuk termasuk burung Tukik Tikus terkenal lantang tentunya dapat dipakai dalam memaster burung ocehan berjiwa petarung. Karenanya bagi para pembaca sekalian yang mungkin kesulitan mencari burung Tukik Tikus di pasar burung dapat mencari rekaman suaranya di internet untuk diperdengarkan kembali pada burung ocehan Anda di rumah. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2013/04/05/tukik-tikus/
https://omkicau.com/2014/06/27/tukik-tikus-burung-pelatuk-terkecil-di-dunia-itu-ada-di-indonesia/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rufous_Piculet_-_Krung_Ching_-_Thailand_S4E3808_(14072101459).jpg


Related Posts :