Selasa, 20 Juni 2017

Tentang Burung Cinenen Pisang

Bila ditanya tentang burung cinenen mungkin masih banyak di antara para pembaca sekalian yang masih kurang akrab dengan nama tersebut. Hal ini dirasa wajar sebab jenis burung ini memang kurang digemari dan sangat jarang ada yang memeliharanya. Padahal secara kualitas suara tak kalah merdu dibandingkan dengan jenis burung ocehan yang sudah banyak dipelihara orang-orang. Selain itu tampilan fisiknya pun tergolong cantik dengan bentuk fisik yang berukuran kecil. Untuk itu pada artikel ini coba mengenalkan tentang salah satu jenis burung cinenen agar semakin dikenal oleh para pembaca sekalian. Adapun nama burung tersebut adalah burung Cinenen Pisang.

Burung Cinenen Pisang tergolong jenis burung yang ukuran fisik lumayan kecil. Panjang tubuhnya hanya sekitar 10 sampai 11 cm dengan mempunyai paruh sedikit agak panjang dan meruncing. Ciri khas dari burung Cinenen Pisang adalah mahkota di atas kepalanya yang tampak berwarna merah cokelat. Secara umum warna tubuhnya terdiri dari putih, kuning, dan hijau zait. Warna putih tampak di bagian bawah tubuhnya mulai dari dagu, dada, perut, sampai ke pangkal ekornya. Di bagian punggung dan kedua sayapnya diselimuti oleh warna hijau zaitun. Dan warna kuning tampak menutupi bagian alis dekat matanya.

Persebaran burung yang bernama latin Orthotomus sutorius tergolong luas mulai dari Pakistan, India, Sri Lanka, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Tiongkok, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Indonesia. Di kawasan Indonesia keberadaan burung Cinenen Pisang hanya diketahui berada di Pulau jawa yang hidup di dataran tinggi atau area pegunungan. Habitat yang menjadi tempat hidup burung Cinenen Pisang terbilang banyak seperti hutan sekunder, area terbuka di perbukitan, pekarangan rumah milik warga, dan semak belukar. Penamaan burung Cinenen Pisang yang dikenal luas masyarakat terbilang beragam mulai dari Perenjak Lumut, Perenjak Handap, dan Perenjak Bawah.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/73/Orthotomus_sutorius.jpg
Gambar: Burung Cinenen Pisang

Saat hidup di alam, burung Cinenen Pisang biasanya bergerak lincah dan suka berpindah-pindah dari satu ranting ke ranting pohon lainnya. Selain itu, pakan yang sering disantapnya di hutan berasal dari serangga berukuran kecil semacam jangkrik, kumbang, kroto (telur semut), ulat, dan tempayak. Ketika musim berbiak tiba yang terjadi hampir sepanjang tahun mulai dari September ke Januari lalu di bulan April pun juga. Sarang yang dibangunnya seringnya berada di permukaan tanah dengan menggunakan kepompong, jaring laba-laba, beberapa lembar daun kering. Sekali melakukan musim kawin biasanya bagi betina mampu mengerami telur sebanyak 2 sampai 3 butir sekaligus.

Adapun ciri kicauannya dikatakan bervariasi tapi dalam membunyikannya sering kali hanya satu saja. Karenanya kicauan burung Cinenen Pisang kadang disebut monoton yang dibunyikan pakai suara keras dan berulang-ulang. Suara kicauannya yang bervariasi itu terdengar seperti bunyi: “te...cii..te..cii” dan “ciu...ciu...ciu” serta “tekk....tekkk...tekkk”. Walaupun dalam berkicau kadang terdengar monoton tapi nadanya bervolume cukup keras dan melengking yang dapat dipakai memaster burung ocehan yang hendak memperkaya suara kicauan.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Cinenen Pisang yang jarang diketahui orang-orang mulai dari ciri fisik, kebiasaan, habitat, dan kicauannya. Dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan para pembaca sekalian terkait jenis burung cinenen yang ternyata tak kalah hebat dibanding jenis burung ocehan lainnya. okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber tulisan:
1. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_cinenen_pisang.htm
2. http://www.kutilang.or.id/2012/02/06/cinenen-pisang/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/73/Orthotomus_sutorius.jpg


Related Posts :