Kamis, 01 Juni 2017

Uniknya Si Burung Manyar Tempua

Jenis burung ocehan yang ada di Indonesia jumlahnya sangat banyak sekali dan hanya sedikit yang baru dipelihara serta dikenal oleh orang-orang. Masing-masing dari jenis burung ocehan tersebut terdapat ciri dan keunikan yang berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan tersebut mulai dari kicauan, ciri fisik, makanan, dan bentuk sarangnya di alam liar. Selain itu kebanyakan jenis burung ocehan yang hidup di alam liar sering kali membangun sarangnya berbentuk seperti cawan atau mangkuk dengan ukuran sedang. Akan tetapi terdapat satu jenis burung ocehan yang sarangnya itu berukuran cukup besar dan bentuknya seperti kendi labu. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Manyar Tempua.

Burung Manyar Tempua yang bernama latin Ploceus Philippinus mempunyai daerah persebaran cukup luas mulai dari Afrika sampai Asia termasuk Indonesia. Negara-negara di Asia yang dihuni oleh burung Manyar Tempua mulai dari Tiongkok, Pakistan, Sri Lanka, India, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Laos, dan Indonesia. Sedangkan penyebarannya di Indonesia biasanya terdapat di Sumatera, Jawa, dan Bali. Habitat hidupnya di alam liar menghuni dataran terbuka yang dekat dengan daerah persawahan dan pinggiran hutan. Dipilihnya lokasi dekat persawahan menjadi habitat hidupnya dikarenakan makanan pokok burung Manyar Tempua adalah biji-bijian semacam padi ataupun gandum.


Gambar I: Burung Manyar Tempua

Ciri fisik burung Manyar Tempua yang paling bisa ditandai adalah ukuran fisiknya yang cukup kecil atau sekitar 15 cm saja. Antara jantan dan betinanya terdapat perbedaan yang cukup mencolok dari corak warna bulunya. Burung Manyar Tempua jantan memiliki kepala yang berwarna kuning terang dengan pipi yang ditutupi bulu berwarna hitam. Bagian bawah tubuhnya mulai dari dada sampai dengan perut berwarna kuning tua. Adapun bagian atas tubuhnya mulai dari punggung dan sayapnya tampak berwarna cokelat keabu-abuan dengan membentuk pola garis-garis lurus. Sedangkan bagi yang betina cirinya tampak pada bagian kepala yang berwarna cokelat keabu-abuan. Untuk warna di bagian atas dan bawah tubuh sampai dengan ekornya hampir mirip dengan yang jantan. Secara umum bentuk paruh antara jantan dan betina berukuran cukup besar dan pendek. Fungsi paruh yang besar tersebut untuk menghancurkan biji-bijian yang disantapnya dari persawahan milik warga.

http://3.bp.blogspot.com/-IOYlQlGjgOc/VmQm1KcbygI/AAAAAAAADtk/-xQFwR_TnzQ/s1600/sarang%2Btempua.jpg
Gambar II: Sarang yang dibangun oleh burung Manyar Tempua

Begitu pula dengan kicauannya yang terdengar seperti suara crecetan yang dibunyikan dengan tempo yang cukup rapat. Crecetan yang dibunyikan burung Manyar Tempua terdengar agak bergetar di bagian ujung lagunya. Nada kicauannya pun tidak terlalu tinggi dan enak diperdengarkan serta durasi kicauannya pun terbilang lama di atas satu menit. Untuk itu dengan bunyi kicauan seperti milik burung Manyar Tempua sangat cocok dijadikan suara masteran bagi burung ocehan yang hendak memperkaya suara kicauannya.

Nah, keunikan burung Manyar Tempua seperti disinggung pada paragraf awal adalah kemampuannya dalam membentuk sangkar hingga mirip seperti kendi labu. Sangkar yang dianyamnya akan disangkutkan pada dahan pohon secara bersamaan dengan sangkar lainnya. Bagian atas sarangnya biasanya menjadi sangkutan dan ukurannya jauh lebih dibanding pada bagian bawahnya yang berukuran lebih besar. Lobang yang menjadi pintu masuk ataupun keluar dirancang pada bagian bawah sarang dan biasanya akan didapati lebih dari satu lubang. Tujuannya agar mampu menjaga telur-telurnya dari burung predator yang coba masuk memangsa. Rumit dan kreatifnya sarang yang dibangun oleh burung Manyar Tempua hingga ukuran sarangnya bisa mencapai hampir satu meter tak lebih agar bisa menarik perhatian lawan jenisnya. Sebab sarang yang tampak mewah dan besar tersebut dibangun oleh burung pejantan mudah mendapatkan perhatian si betina.

Selain itu, burung Manyar Tempua mempunyai sifat yang mudah bergabung dengan jenis burung lainnya. Saat berbaur dengan burung berbeda jenis biasanya akan berburu bersama untuk mengumpulkan padi yang ada di sawah. Karenanya bagi para petani kadang menganggap burung Manyar Tempua sebagai burung pengganggu yang dapat mengurangi hasil panen padi. Walaupun demikian tetap saja burung Manyar Tempua tergolong sebagai burung kreatif dalam membangun sarang dan kicauannya pun tak kalah merdu dibanding jenis burung ocehan lainnya. Jadi bagi Anda yang tertarik dengan burung Manyar Tempua maka tak ada salahnya coba mencari di pasar burung ataupun di daerah persawahan. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/03/26/tiga-jenis-burung-manyar-untuk-masteran/3/
2. http://www.kutilang.or.id/2011/09/16/manyar-tempua/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f6/Baya_Weaver_%28Ploceus_philippinus%29-_Male_W_IMG_0694.jpg
2. http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3Bvam9raW5mb3VuaWsuYmxvZ3Nwb3QuY28uaWQvMjAxNS8xMi9idXJ1bmctdGVtcHVhLWJ1cnVuZy1jYW50aWsteWFuZy5odG1s


Related Posts :