Rabu, 26 Juli 2017

Mengenal Burung Opior Jambul Sebagai Burung Endemik di Indonesia

Jenis burung opior sudah banyak dikenal masyarakat sebagai burung yang kicauannya cukup merdu dan nyaring. Selain itu, burung ini pun memiliki kemiripan rupa dengan jenis burung kacamata dari sisi ukuran tubuh yang lumayan kecil. Burung opior yang biasanya dipelihara umumnya berasal dari Jawa atau dikenal dengan nama Opior Jawa. Padahal terdapat jenis lainnya yang kicauannya tak kalah merdu dibandingkan dengan Opior Jawa. Hanya saja belum terlalu dikenal luas dan masih sedikit yang memeliharanya. Untuk itu dalam artikel ini coba mengulik salah satu jenis burung opior yang secara penampilan lumayan indah dan kicauannya tergolong merdu. Adapun nama burung tersebut adalah burung Opior Jambul.

Lophozosterops dohertyi yang menjadi nama latin burung Opior Jambul memiliki ukuran tubuh yang lumayan kecil. Panjang tubuhnya tak lebih dari 12 cm saja. Warna tubuhnya terdiri dari zaitun kecokelatan, kuning, dan putih. Warna zaitun kecokelatan tampak menutupi area tubuh bagian kepala, tengkuk, punggung, kedua sayap, dan ekornya. Warna kuning tampak di bagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada, perut, hingga ke tunggirnya. Adapun yang berwarna putih hanya berupa garis tebal yang terletak di belakang matanya. Paruh burung Opior Jambul berukuran pendek dan berwarna hitam pekat. Saat burung ini mengeluarkan kicauannya biasanya diikuti pula dengan naiknya bulu di atas kepalanya sehingga tampak seperti jambul.

Crested Ibon
Gambar: Burung Opior Jambul

Dikenal bahwa ragam jenis burung opior memiliki daerah persebaran hanya terbatas di beberapa daerah saja atau disebut sebagai burung endemik. Begitu pula dengan burung Opior Jambul juga merupakan burung endemik di mana daerah persebarannya hanya terkonsentrasi di wilayah Nusa Tenggara seperti Sumbawa, Satonda, dan Flores. Cakupan tempat tinggal burung mungil ini tergolong luas dengan hidup di dataran rendah sampai dengan area pegunungan. Hanya saja kondisi hutan yang menjadi tempat tinggalnya sudah banyak yang mengalami kerusakan dan membuat burung Opior Jambul cukup sulit ditemukan di alam liar. Sewaktu mencari makanan biasanya burung ini akan menyantap buah-buahan, biji-bijian, nektar, dan ragam jenis serangga berukuran kecil.

Seperti kerabat dekatnya yakni burung Opior Jawa yang banyak dipelihara karena memiliki kicauan merdu dan variasi. Maka sama halnya pula dengan dengan burung Opior Jambul yang kicauannya pun cukup bervariasi dan bervolume lumayan kencang atau tinggi. Selain itu, burung mungil ini sangat rajin berkicau atau berisik dan bunyi kicauannya dibawakan dengan tempo yang cukup cepat atau rapat. Walaupun kicauan burung Opior Jambul dikatakan bervariasi tapi lebih sering yang hidup di alam hanya mengeluarkan satu macam suara yang dibunyikan secara berulang-ulang. Tapi tetap saja bila burung ini dirawat dengan baik mungkin kicauan yang dibunyikan memang variatif dan semakin merdu terdengar.

Nah, sekianlah pembahasan seputar burung Opior Jambul yang merupakan burung endemik asal Nusa Tenggara yang bertubuh mungil. Sehingga dengan membaca artikel ini hingga tuntas dapat memperkaya wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan terutama burung Opior Jambul yang kurang begitu dikenal sebagai burung ocehan. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/05/04/enam-jenis-burung-opior-dengan-suara-nyaring-dan-bervariasi/2/
2. http://www.kutilang.or.id/2011/12/14/opior-jambul/

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/birdimages.php?action=birdspecies&Bird_ID=1379&Bird_Image_ID=54078


Related Posts :