Kamis, 27 Juli 2017

Mengulik Lebih Dalam Burung Kancilan Flores

Berbicara tentang burung endemik yang bersuara merdu dan bervariasi tentunya jumlahnya cukup banyak yang tersebar di berbagai wilayah di tanah air. Hanya saja sangat jarang terdengar ada yang memelihara jenis burung endemik sebagai burung pengicau yang diikutkan dalam ajang perlombaan ataupun sekedar dijadikan burung masteran bagi burung lainnya. Sebab kebanyakan burung yang terkenal saat ini merupakan burung yang penyebarannya juga ada di negara lain. Nah, dalam artikel ini coba mengulik lebih dalam tentang satu jenis burung yang penyebarannya hanya terbatas di beberapa daerah di tanah air dan kicauan lumayan merdu. Adapun nama burung tersebut adalah burung Kancilan Flores.

Ya, burung Kancilan Flores merupakan burung endemik dengan daerah persebaran hanya terfokus di kawasan Nusa Tenggara seperti Sumbawa dan Flores. Dataran yang dihuninya biasanya mulai dari dataran rendah sampai area pegunungan dengan ketinggian bisa mencapai 2000 meter di atas permukaan laut. Selain itu hutan yang ditempatinya adalah hutan primer, hutan sekunder yang ada di pegunungan, dan hutan yang mengalami kerusakan. Adapun pakan yang sering disantap burung Kancilan Flores berasal dari hewani seperti serangga yang berukuran kecil dan laba-laba.

Melihat ciri fisiknya bahwa burung Kancilan Flores mempunyai ukuran tubuh sedang dengan panjang sekitar hampir 20 cm. Warna tubuhnya terdiri dari hitam, hijau zaitun, kuning zaitun, dan merah. Warna hitam tampak menutupi seluruh area kepala sampai dengan pangkal tenggorokan. Bagian tubuh yang diselimuti warna hijau zaitun tampak di bagian atas mulai dari tengkuk, punggung, kedua sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, hingga tunggir terlihat berwarna kuning zaitun terang. Sedangkan di bagian tenggorokannya terlihat tidak ditumbuhi bulu dengan warna merah cerah. Paruhnya berukuran sedang, tipis, dan agak runcing di bagian ujungnya.

Bare-throated Whistler
Gambar: Burung Kancilan Flores yang bernama latin Pachycephala nudigula

Adapun kicauannya lebih terdengar seperti siulan yang dibunyikan dengan volume yang agak tinggi. Selain itu, burung Kancilan Flores ini mampu mengeluarkan suara kicauannya dengan tempo rapat sehingga tampak seperti bunyi crecetan. Apalagi kicauannya terdengar nyaring dan tidak memekikkan telinga walaupun dibawakan dengan volume tinggi. Hanya saja, bunyi kicauannya tampak agak monoton dengan melakukan pengulangan secara terus menerus. Tapi tetap saja suara kicauan burung Kancilan Flores yang rajin berkicau ini dapat dijadikan sebagai masteran bagi burung lainnya.

Bagi Anda yang hendak memelihara burung Kancilan Flores perlu diperhatikan soal perawatannya. Sebaiknya rawatlah burung dengan memberikan pakan bervariasi seperti jangkrik, belalang, ulat, kroto, pisang, pepaya, ataupun apel. Pemberian pakan yang variatif tersebut dimaksudkan agar burung terpenuhi nutrisi gizinya dan membuatnya tetap sehat serta mudah dalam melatihnya berkicau. Perawatan lainnya mestilah memandikannya dengan cara disemprot ataupun memasukkan ke dalam sangkar yang ada keramba mandinya. Tak lupa pula agar menjemurnya di saat pagi hari selama kurang lebih 15 menit saja. Untuk membantu burung Kancilan Flores semakin rajin berkicau bisa dengan memperdengarkan suara yang betina.

Yup, demikianlah ulasan secara mendalam tentang burung Kancilan Flores yang dikenal pula dengan nama burung Samyong ini. Semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan kita terkait burung ocehan yang ternyata sangat banyak sekali jumlahnya. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/06/20/kancilan-flores/
2. https://omkicau.com/2014/04/13/merawat-burung-samyong-agar-rajin-bunyi/

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/search.php?p=6&Bird_ID=2393


Related Posts :