Selasa, 25 Juli 2017

Sekilas Tentang Burung Kacamata Wallacea

Bila ditanya tentang ciri fisik burung Kacamata atau Pleci yang paling bisa dikenali sebagian besar dari Anda mungkin akan menjawab terdapat lingkaran putih di sekitaran matanya. Hal tersebut memang benar sekali sebab burung Kacamata atau Pleci yang lumrah dipelihara dan diikutkan dalam perlombaan memang semuanya memiliki lingkaran putih di sekitaran matanya. Hanya saja terdapat satu jenis burung Kacamata yang memiliki perbedaan dari jenisnya yang lain. Adapun perbedaan tersebut tidak terdapatnya lingkaran putih di sekitar matanya dan penyebarannya terbatas di beberapa daerah saja atau dikenal sebagai burung endemik. Dan namanya adalah burung Kacamata Wallacea.

Burung Kacamata Wallacea memiliki tampilan yang tak ubahnya hampir serupa dengan jenis Kacamata lainnya. Persamaan tersebut tampak pada warna tubuhnya yang terdiri dari kuning dan putih. Warna kuning tampak menutupi area seluruh kepala, tengkuk, kedua sayap, tunggir, dan ekor bagian atas dan bawah. Warna putih hanya terdapat di area bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, dan pangkal tunggirnya. Paruhnya berukuran pendek dan berwarna hitam pekat. Begitu juga dengan ukuran fisiknya secara keseluruhan hampir serupa dengan jenis Kacamata lainnya yang memiliki panjang tak lebih dari 12 cm.

Dikatakan pada paragraf awal bahwa burung yang bernama latin Zosterops wallacei memiliki habitat yang hanya ada di Indonesia saja. Adapun persebaran burung Kacamata Wallacea hanya terdapat di Nusa Tenggara Barat mulai dari Sumbawa, Komodo, Flores, Lomblen, dan Rinca. Sewaktu hidup di alam liar burung bertubuh mungil ini lebih memilih daerah yang masih ditumbuhi pepohonan lebat seperti hutan primer, hutan sekunder, tepian hutan, hutan yang mengalami kerusakan, dan lahan hutan yang dibudidaya. Selain itu pakan burung ini di alam liar adalah buah-buahan yang kaya dengan air dan serangga yang berukuran kecil.

Yellow-ringed White-eye
Gambar: Burung Kacamata Wallacea

Nah, kicauan burung Kacamata Wallacea memiliki volume yang agak tinggi dan bervariasi atau mampu berkicau lebih dari satu nada. Kicauannya lebih terdengar seperti siulan yang berirama pendek atau ngerol dan dinyanyikan dalam tempo yang lumayan lama. Suara siulan yang dibunyikannya terdengar agak melengking bila dibawakan dengan volume yang sedikit tinggi. Selain itu, burung Kacamata Wallacea mampu berkicau dengan tempo yang lumayan cepat atau istilahnya ngeriwik. Suara kicauan burung yang tidak memiliki lingkaran putih di matanya ini merupakan suara bawaan asli dari alam. Tentunya bila ada burung yang hendak mendapatkan masteran maka tak ada salahnya memperdengarkan suara kicauan burung Kacamata Wallacea yang tergolong unik dan berbeda dari sesama jenisnya.

Walaupun burung Kacamata Wallacea bukanlah termasuk burung yang dilindungi oleh pemerintah tetap ada baiknya tidak memelihara atau menangkapnya di alam liar. Sebab melihat daerah persebarannya yang cukup terbatas membuat populasinya bisa terganggu bila terus diburu untuk diperdagangkan. Karenanya ada baiknya bila hendak memelihara burung Kacamata Wallacea dapat mencarinya di penangkaran. Ataupun bila sangat tertarik dengan burung mungil ini dapat mencari rekaman suaranya di internet untuk dijadikan suara masteran bagi burung peliharaan di rumah.

Yup, itulah sekilas tentang burung Kacamata Wallacea yang berasal dari NTB dengan keunikannya yang tidak memiliki lingkaran putih di sekitar matanya. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menambah wawasan kita tentang jenis burung Kacamata atau Pleci yang ternyata terdiri dari banyak jenis. Selamat membaca.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2016/01/22/pleci-wallacea-burung-endemik-ntb-bersuara-ngerol-dan-lantang/
2. http://www.kutilang.or.id/2011/11/28/kacamata-wallacea/

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/search.php?Bird_ID=1392&Bird_Image_ID=109412


Related Posts :