Senin, 14 Agustus 2017

Mengenal Kehidupan Burung Ciung-air Coreng di Alam Liar

Ketika berbicara tentang burung ocehan sering kali hanya membahas terkait dengan cara perawatan dan melatih kicauannya saja. Padahal agar semakin mengenal lebih dalam lagi tentang burung ocehan perlu juga mengetahui kehidupannya di alam liar. Sebab burung pengicau yang hidup di alam liar tentunya berbeda dari burung hasil tangkaran di beberapa bagian seperti karakter, jenis kicauan, dan pakan yang dikonsumsinya. Karenanya pada tulisan ini coba mengulik tentang salah satu jenis burung ocehan yang hidup di alam liar. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Ciung-air Coreng.

Burung Ciung-air Coreng merupakan burung ocehan yang persebarannya hanya terdapat di tiga negara yakni Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Di hutan kita, keberadaan burung Ciung-air Coreng tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Kepulauan Natuna. Di alam liar, burung mungil ini lebih menyukai area dataran tinggi yang mencapai 1200 meter di atas permukaan laut sebagai habitat hidupnya. Seringnya burung Ciung-air Coreng berada di hutan sekunder, hutan meranggas, area perkebunan, dan tumbuhan bambu. Selain itu burung inipun dikenal sebagai burung penetap yang tidak suka terbang jauh dari tempat tinggalnya. Karenanya keberadaan burung Ciung-air Coreng paling banyak ditemukan di hutan Indonesia.

Ciri fisik burung yang bernama latin Macronus bornensis ini memiliki garis loreng panjang di bagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan sampai ke area tunggirnya. Garis loreng panjang tersebut terlihat berwarna hitam pekat dan di beberapa daerah kadang garis loreng tersebut berwarna cokelat. Pada bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota kepala, tengkuk punggung, sayap, sampai dengan ekornya tampak berwarna merah kecokelatan. Di bagian area wajahnya tampak ditutupi warna biru tua yang agak gelap. Selain itu di area bawah tubuhnya tidak hanya terdapat warna hitam tapi juga diselimuti warna putih cerah. Paruh burung Ciung-air Coreng berukuran sedang dan meruncing ke arah bawah yang tampak berwarna hitam pekat. Lingkaran matanya berwarna kuning dengan area pupil terlihat berwarna hitam. Ukuran tubuh burung Ciung-air Coreng tidak terlalu besar hanya sekitar 14 cm saja.

http://orientalbirdimages.org/images/data/boldstriped_tit_babbler.jpg
Gambar: Burung Ciung-air Coreng

Kehidupan burung yang bertubuh mungil ini di alam liar lebih sering bergerak berpasangan atau membentuk kelompok kecil untuk mencari makanan. Saat mencari makanan berupa serangga dan buah-buahan kadang burung Ciung-air Coreng melakukannya dengan membalik dedaunan kering yang ada di permukaan tanah dan sesekali akan berada di atas pepohonan tinggi. Saat musim kawin tiba yang berlangsung sekitar bulan April sampai dengan Juni biasanya burung Ciung-air Coreng akan membangun sarang yang diletakkan tidak terlalu tinggi dari permukaan tanah. Sarang tersebut seringnya dibuat dari rerumputan kering, akar pohon, dan ranting kering. Dalam sekali menjalani musim berbiak biasanya burung betina mampu mengerami telur sebanyak tiga butir.

Di Pulau Kalimantan telah ada orang-orang yang memelihara burung Ciung-air Coreng ini sebagai burung ocehan. Hal ini pun tak bisa dilepaskan dari suara kicauannya yang terdengar seperti suara crecetan yang bertempo tidak terlalu rapat. Volume kicauannya tidak terlalu tinggi dan mampu mengeluarkan kicauan lebih dari satu jenis. Hanya saja saat berkicau kadang burung Ciung-air Coreng akan berhenti sejenak atau ngetem lalu melanjutkan kembali kicauannya. Selain itu, bila dirawat dengan baik pastinya burung mungil ini akan semakin rajin berkicau dan suara kicauannya akan terdengar semakin variatif.

Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Ciung-air Coreng ini coba mencarinya di pasar burung ocehan. Ataupun bila tidak ada yang menjualnya maka bisa beralih ke internet dengan mencari rekaman suara kicauannya agar dikoleksi untuk sebagai bahan ajar dalam memaster burung ocehan lain dengan menggunakan suara burung Ciung-air Coreng. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2014/04/04/ciung-air-coreng-2/

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/images/data/boldstriped_tit_babbler.jpg


Related Posts :