Selasa, 01 Agustus 2017

Sekilas Tentang Burung Jingjing Batu

Bila ditanya tentang burung Jingjing Batu kepada Anda sekalian mungkin belum banyak yang mengenalnya. Ya, hal tersebut tentu dirasa wajar sebab burung yang ukuran badannya tergolong kecil ini tidak banyak yang hendak memelihara dan sangat jarang dijumpai di pasar burung ocehan. Akan tetapi sekilas diterangkan bahwa ciri fisik burung Jingjing Batu memiliki perawakan yang mirip dengan burung Cendet atau Pendet. Karenanya, dalam tulisan ini coba mengulik lebih dalam lagi terkait burung Jingjing Batu termasuk kicauannya agar semakin dikenal luas bagi para pembaca sekalian.

Burung Jingjing Batu merupakan jenis burung yang daerah persebarannya hanya terdapat di beberapa negara di Asia Tenggara. Negara-negara yang dihuni burung ini hanya ada di Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Di Indonesia, keberadaan burung Jingjing Batu banyak ditemukan di daerah Sumatera, Nias, Riau, Lingga, Bangka, Belitung, Kalimanta, Jawa, dan Bali. Di alam liar biasanya menghuni hutan mulai dataran rendah sampai daerah perbukitan dengan hidup berpasangan dan berbaur bersama jenis burung lainnya. Saat mencari makanan di hutan seringnya memangsa serangga berukuran kecil seperti jangkrik, ulat, laba-laba, dan jenis serangga lainnya.

Dikatakan pada paragraf awal bahwa burung Jingjing Batu sekilas mirip dengan burung Cendet dengan ukuran tubuh yang tak lebih dari 15 cm saja. Selain ukuran tubuh yang tampak serupa pada bagian paruh terlihat memiliki persamaan dengan ukuran yang tidak begitu panjang dan tampak agak lebar. Warna tubuh burung Jingjing Batu hanya terdiri dari dua warna yakni hitam dan putih. Warna hitam tampak di bagian atas tubuhnya mulai dari kepala, tengkuk, punggung depan, kedua sayap, dan ekornya. Warna putih terlihat menutupi di area bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada, perut, punggung belakang, dan tunggirnya.

http://www.mangoverde.com/wbg/images/00000012222.jpg
Gambar: Burung Jingjing Batu yang bernama latin Hemipus hirundinaceus

Sewaktu musim berkembang biak tiba tepatnya pada bulan Mei sampai September biasanya burung Jingjing Batu akan membangun sarangnya dengan bentuk mirip cawan yang berukuran kecil. Sarang tersebut dibentuk dari bahan serabut batang atau akar pohon dan lumut yang diikat pada cabang pohon dengan menggunakan jaring laba-laba. Biasanya burung Jingjing Batu jantan yang melakukan perkawinan akan lebih aktif berkicau untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Sedangkan jumlah telur yang mampu dierami betinanya bisa sebanyak dua butir dalam sekali musim kawin.

Adapun kicauan burung Jingjing Batu memiliki volume yang cukup tinggi dan melengking seperti suara siulan. Tempo kicauannya pun cukup rapat hingga terdengar mirip suara crecetan dengan bunyi siulan “tiii....tiii....tiii...tii”. Hanya saja suara bawaan atau asli burung Jingjing Batu tampak monoton atau kurang bervariasi. Tapi bila burung ini dilatih dengan memperdengarkan suara kicauan burung lain maka bisa menambah variasi suaranya. Walaupun demikian kicauan burung Jingjing Batu bisa dipakai untuk memaster burung lain yang hendak memiliki siulan yang bertempo lumayan rapat.

Demikianlah ulasan tentang burung Jingjing Batu yang dikatakan ada kemiripan dengan burung Cendet. Dengan membaca artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi Anda yang hendak memelihara burung ocehan dengan melirik burung Jingjing Batu yang suara kicauannya tergolong merdu dan rajin bunyi. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/04/21/jingjing-batu/
2. https://omkicau.com/2014/08/08/burung-jingjing-batu-si-sayap-hitam-paduan-cendet-dan-sikatan/

Sumber Gambar:
http://www.mangoverde.com/wbg/images/00000012222.jpg


Related Posts :