Selasa, 05 September 2017

Mengenal Burung Jingjing Petulak

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/mengenal-burung-jingjing-petulak

Ketika ditanya tentang burung ocehan yang bernama Jingjing Petulak mungkin masih belum banyak yang mengenal dan melihatnya. Hal tersebut dirasa wajar sebab jenis burung ini jarang sekali berada di pasar burung ocehan dan juga masih belum banyak yang coba memeliharanya. Padahal burung yang berpostur tubuh sedang ini memiliki kicauan lumayan merdu dan persebarannya cukup luas yang melingkupi beberapa pulau besar di Indonesia. Untuk itu pada artikel ini coba mengupas lebih dalam lagi tentang burung Jingjing Petulak agar semakin dikenal orang-orang.

Burung Jingjing Petulak merupakan jenis burung pemakan serangga yang banyak hidup di hutan dataran rendah sampai dengan area perbukitan. Persebaran burung yang berasal dari keluarga Campephagidae ini cukup luas tidak hanya melingkupi wilayah Indonesia tapi juga memasuki hutan-hutan di berbagai negara lainnya. Negara-negara yang terdapat populasi burung Jingjing Petulak lumayan banyak yang diantaranya adalah Malaysia, Tiongkok, India, Myanmar, Thailand, Laos, dan Vietnam. Adapun di Indonesia keberadaan burung Jingjing Petulak ini biasanya menghuni hutan di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/72/Tephrodornis_gularis.jpg
Gambar: Burung Jingjing Petulak

Ciri fisik burung yang bernama latin Tephrodomis Virgatus memiliki postur tubuh yang berukuran sedang dengan panjang sekitar 18 cm. Warna yang ada pada tubuhnya hanya terdiri dari tiga warna yakni putih abu-abu, cokelat kehitaman, dan hitam. Warna putih keabu-abuan tampak di bagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, pipi, dada, perut, sampai dengan tunggirnya. Bagian tubuh yang diselimuti warna cokelat kehitaman cukup dominan mulai dari kepala, tengkuk, kedua sayap, punggung, dan ekornya. Warna hitam tampak hanya sedikit berupa garis tebal yang berada di belakang matanya. Ekor burung Jingjing Petulak berukuran sedang dan tampak tidak mengembang saat sedang berdiri.

Di alam liar, burung yang tubuhnya didominasi warna cokelat kehitaman ini menyukai aneka jenis serangga sebagai makanannya seperti jangkrik, belalang, dan capung. Selain itu, biasanya burung ini lebih menyukai bergerak dalam kelompok kecil sekitar dua ekor dengan terbang rendah di antara ranting pohon untuk menunggu mangsanya lewat. Saat musim berkembang biak tiba pada bulan Maret biasanya burung Jingjing Petulak mampu mengerami telur sebanyak tiga butir. Telur yang dierami tersebut akan diletakkan pada sarang yang bentuknya mirip seperti cawan atau mangkuk yang berukuran sedang.

Adapun suara kicauan burung Jingjing Petulak cenderung bervolume cukup tinggi dengan kicauan yang terdengar melengking. Kicauannya memiliki berbagai variasi nada mulai dari “witt...witt...witt” atau “ciuww....ciuww..ciuww” ataupun “criikk... criikk... criik”. Biasanya burung Jingjing Petulak yang lagi berkicau akan mengulangi nada kicauannya dalam tempo yang tergolong cukup lama. Selain itu, saat burung ini berkumpul dengan kawanannya di hutan untuk mencari makan biasanya akan saling melempar kicauan dan menimbulkan kesan ribut.

Untuk itu, bagi Anda yang tertarik dengan burung Jingjing Petulak mungkin tak ada salahnya mencarinya di tempat pedagang burung ocehan ataupun dapat menyimpan rekaman suaranya dari internet. Tujuannya agar menambah koleksi rekaman suara burung ocehan yang belum terlalu dikenal dan juga bisa dimanfaatkan untuk memaster burung ocehan Anda di rumah. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/04/21/jingjing-petulak/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_jingjing_petulak.htm

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/72/Tephrodornis_gularis.jpg


Related Posts :