Jumat, 15 September 2017

Sekilas Tentang Burung Sikatan Kepala Abu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sekilas-tentang-burung-sikatan-kepala-abu

Jenis burung Sikatan telah lama dikenal sebagai burung yang mempunyai kicauan merdu dan nyaring mirip suara seruling. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang-orang yang mengenal dan memelihara jenis burung Sikatan atau yang dikenal dengan nama Tledekan. Selain itu, jenis burung Sikatan yang hidup di alam liar sangatlah beragam dan tersebar tidak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara lainnya. Hanya saja, tidak semua dari jenis burung Sikatan tersebut dikenal luas oleh para pengobies burung kicauan dikarenakan jarangnya ada yang menjual dan memeliharanya. Untuk itu pada artikel ini coba mengenalkan tentang salah satu jenis burung Sikatan yang keberadaannya tersebar luas di hutan kita. Adapun nama burung tersebut adalah burung Sikatan Kepala Abu.

Burung Sikatan Kepala Abu memiliki ciri fisik yang agak berbeda dari jenis Sikatan lainnya. Perbedaan tersebut tampak dari warna tubuhnya tidak terdapat warna biru tua mirip burung Sikatan Gunung. Warna bulu burung Sikatan Kepala Abu terdiri dari tiga jenis yakni abu-abu kehitaman, kuning, dan hitam. Warna abu-abu kehitaman tampak menutupi di bagian kepala mulai jambul, pipi, tengkuk, tenggorokan, dan dadanya. Warna kuning tampak dominan menutupi di hampir seluruh tubuhnya mulai dari bagian bawah badan, sayap, punggung, dan atas ekor. Warna hitam terlihat di bagian sayap dan bawah ekor yang seperti garis lurus horizontal.


Gambar: Burung Sikatan Kepala Abu

Ciri lainnya dari fisik burung yang bernama latin Culicicapa ceylonensis memiliki postur tubuh yang berukuran cukup kecil hanya sekitar 12 cm saja. Bulu bagian kepalanya tampak lebih halus dan akan tegak berdiri saat terkena angin ataupun sewaktu hendak berkicau. Selain itu, matanya yang berwarna hitam memiliki ukuran yang lumayan agak besar dan dilingkari iris berwarna putih. Ekornya tampak berukuran cukup panjang dan mampu mengembang saat burung hendak terbang atau berkicau.

Penyebaran burung Sikatan Kepala Abu terdapat di berbagai negara dunia mulai dari Pakistan, Tiongkok, India, Thailand, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia. Sedangkan di Indonesia keberadaannya tersebar di beberapa pulau yang ada seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Flores. Di alam liar, burung yang berkepala abu-abu ini biasanya menghuni hutan yang ada di dataran tinggi atau area pegunungan dengan ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Selain itu, karakter atau sifat nya terkenal lincah dan aktif bergerak dengan terbang dari satu pohon ke pohon lain untuk memburu makanannya berupa serangga kecil. Ketika musim berkembangbiak tiba yang berlangsung saat bulan Juli biasanya si betina dapat mengerami telur sebanyak 3 butir.

Adapun bunyi kicauan burung Sikatan Kepala Abu terdengar merdu dan nyaring dengan bunyi nada seperti “ci-ti... ci-ti... ci-ti”. Selain itu, kicauan burung yang bertubuh mungil ini memiliki volume yang agak tinggi dan terdengar melengking. Hanya saja, sewaktu berkicau seringnya melakukan pengulangan nada secara terus menerus atau disebut juga monoton. Akan tetapi tetap saja suara kicauan burung Sikatan Kepala Abu ini layak dikoleksi untuk diperdengarkan kepada burung ocehan yang baru belajar berkicau.

Karenanya, bagi Anda yang tertarik dengan burung Sikatan Kepala Abu dapat mencarinya di pasar burung yang ada di daerah Anda. Selain itu, bila tidak adanya para pedagang burung yang menjual burung bersuara merdu ini mungkin cukup hanya dengan menyimpan audio suaranya yang banyak tersebar di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/03/15/sikatan-kepala-abu/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_sikatan_kepala_abu.htm

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c6/Culicicapa_ceylonensis_-_Mae_Wong.jpg


Related Posts :