Jumat, 27 Oktober 2017

Decu Belang, Si Burung Mungil yang Bersuara Merdu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/decu-belang-si-burung-mungil-yang-bersuara-merdu

Bila ditanya tentang burung Decu Belang mungkin diantara para penghobies sudah ada yang mengenalnya. Ya, burung yang bertubuh mungil ini sebenarnya termasuk jenis burung ocehan populer di era tahun 2000-an. Pada saat itu, banyak penghobies yang memelihara dan mengikutkannya dalam perlombaan burung ocehan dengan kelas tersendiri atau tidak bercampur bersama burung lain. Hanya saja, di saat sekarang ini pamor burung Decu Belang tampak sudah mulai menurun dengan hampir tidak adanya kehadiran burung pengicau ini di arena perlombaan. Untuk itu dalam tulisan ini coba mengulik lebih dalam lagi tentang burung Decu Belang agar semakin dikenal dan membuat para penghobies kembali menaruh hati dengan burung mungil ini.

Burung Decu Belang merupakan burung kicauan yang wilayah persebarannya banyak terdapat di bagian timur Indonesia. Daerah-daerah yang didiami oleh kawanan burung ini terdapat di kawasan timur Pulau Jawa, Flores, Alor, Pulau Sumba, Sunda Kecil, Sulawesi, Pulau Salayer, Pulau Papua barat, bagian utara Pulau Papua, dan Pulau Papua timur. Akan tetapi burung Decu Belang juga tersebar di berbagai negara di Asia mulai dari Filipina, India, Pakistan, Iran, Thailand, Myanmar, dan Afghanistan. Luasnya negara yang menjadi tempat persebaran burung Decu Belang tentu membuatnya tidak hanya dikenal oleh para pengobies di dalam negeri tapi juga bagi masyarakat di mancanegara.

File:Pied bush chat (Saxicola caprata)male from nilgiris DSC 1123.jpg
Gambar: Burung Decu Belang

Ciri burung yang bernama latin Saxicoa Caprata ini sekilas ada kemiripan dengan burung Kacer. Kemiripan tersebut tampak dari corak warna yang sama-sama terdiri dari hitam dan putih. Selain itu, pada bagian sayap dan area dekat ekor terdapat warna putih yang juga ada pada burung Kacer. Hanya saja, ukuran burung Decu Belang tergolong kecil dengan panjang sekitar 13 cm saja. Warna yang mendominasi tubuh burung mungil ini adalah warna hitam yang menutupi hampir seluruh tubuhnya mulai dari kepala, tenggorokan, dada, perut, sayap, dan ekornya.

Di samping itu, ciri-ciri antara burung Decu Belang jantan dan betina terdapat perbedaan yang mencolok. Perbedaan tersebut terlihat dari corak warna yang dimiliki si betina tampak berwarna cokelat kusam yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Selain itu warna putih hanya tampak di bagian dekat ekor bagian bawah yang bercampur dengan warna cokelat krim. Hanya saja persamaan antar keduanya ialah memiliki ekor yang berukuran agak panjang dan akan dikibaskan saat hendak berkicau ataupun terbang. Kaki dan paruh burung Decu Belang tampak berwarna hitam pekat dan berukuran agak panjang.

Di alam liar, burung Decu Belang menghuni di area lapangan terbuka baik di area yang ada pepohonan maupun area pemukiman manusia. Saat berburu makanan berupa serangga kecil biasanya burung Decu akan bertengger di dahan pepohonan ataupun tiang dan kabel listrik. Selain itu, musim perkembangbiakkannya sering terjadi pada bulan April sampai Desember dengan jumlah telur sebanyak dua sampai empat butir.

Nah, ciri kicauan burung yang dulunya disebut sebagai “Kacer Mini” ini tergolong merdu dan nyaring. Kicauan yang dibunyikannya memiliki tempo yang cukup rapat dengan volume sedang dan berirama naik turun. Nada bawaan burung Decu Belang yang terdapat di alam cukup bervariasi dengan membunyikan nada berupa “cip...cipiii...cewiicu” yang diulangi dengan suara yang terdengar agak melengking. Dengan kicauan yang dibunyikan bertempo cukup rapat hampir mirip suara crecetan ternyata dapat juga dipakai untuk memaster burung ocehan lainnya.

Perlu diketahui juga alasan orang-orang sudah mulai jarang memelihara burung Decu Belang dikarenakan burung ini dianggap mudah mengalami stres dan berpengaruh atas kualitas kicauannya yang kadang sampai macet bunyi. Untuk itu, kalaupun ada yang memeliharanya hanya dijadikan sebagai burung rumahan atau masteran bagi burung yang nantinya akan dilombakan. Hanya saja, dengan mengetahui kualitas suara burung Decu Belang mungkin ada di antara para penghobies yang kiranya tertarik untuk memeliharanya sebagai burung kicauan.yang dapat diikutkan dalam perlombaan.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Decu_belang
2. http://www.kutilang.or.id/2013/03/22/decu-belang/
3. https://omkicau.com/2017/07/18/cara-merawat-burung-decu-belang/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pied_bush_chat_(Saxicola_caprata)male_from_nilgiris_DSC_1123.jpg


Related Posts :