Kamis, 12 Oktober 2017

Mengenal Kehidupan Burung Cucak Jenggot di Alam Liar

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/mengenal-kehidupan-burung-cucak-jenggot-di-alam-liar

Berbicara tentang burung Cucak Jenggot mungkin sebagian besar dari pembaca sudah mengenalnya sebagai burung pengicau yang sering diikutkan dalam perlombaan. Selain itu, banyaknya tulisan yang memuat tentang burung Cucak Jenggot umumnya terkait dengan perawatan dan melatih kicauannya sampai gacor. Tapi sangat sedikit literatur ataupun tulisan yang membahas tentang kehidupannya di alam liar. Untuk itu pada artikel ini coba menguliknya secara mendalam terkait habitat, pakan, kicauan, dan perilakunya di alam liar.

Burung Cucak Jenggot merupakan nama yang familiar dikenal banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun nama resmi yang disematkan kepadanya adalah burung Empuloh Janggut. Selain itu persebarannya ada di berbagai negara di sekitar kawasan Asia Tenggara yang meliputi Myanmar, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Di Indonesia keberadaan burung Cucak Jenggot tersebar di hampir semua pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Karenanya tak asing kenapa burung Cucak Jenggot sudah dikenal banyak orang di hampir semua daerah. Penyebutan namanya pun sebenarnya beragam mulai dari Cocak Rawon, Cocak Jenggot, Jogjog Janggot, Janggut, Jebres, dan Koreis.

ไฟล์:Mountain Bulbul.jpg
Gambar: Burung Cucak Jenggot di alam liar

Keberadaan burung yang bernama latin Alophoixus Bres di alam liar biasanya menghuni area hutan dataran rendah sampai dengan perbukitan. Hutan yang dijadikan tempat tinggal umumnya hutan primer, hutan sekunder, dan area semak belukar yang ditumbuhi pepohonan. Di alam liar, burung Cucak Jenggot biasanya hidup sendiri-sendiri dan kadang berpasangan sekitar dua sampai tiga ekor untuk mencari makanan. Jenis pakan yang disantapnya tergolong beragam mulai dari buah-buahan, jangkrik, belalang, dan serangga kecil lainnya. Saat musim berkembang biak tiba yang terjadi hampir sepanjang tahun biasanya Cucak Jenggot betina mampu mengerami telur sebanyak dua butir. Telur-telur tersebut diletakkan pada sangkar yang dibentuk dengan menggunakan serat pohon, daun kering, dan jaring laba-laba.

Adapun ciri fisik burung Cucak Jenggot memiliki ukuran tubuh yang agak besar dengan panjang sekitar 22 cm. Pada bagian atas tubuhnya terdapat jambul yang akan tegak saat burung berkicau ataupun pergi terbang. Selain itu, dibagikan tenggorokan nya terdapat bulu halus lebat yang ukurannya lumayan panjang. Bulu yang ada ditenggorokannya tersebut tampak seperti janggut atau jenggot. Warna yang menutupi burung Cucak Jenggot cukup bervariasi mulai dari hitam keabu-abuan, kuning, cokelat zaitun, dan putih. Warna hitam keabu-abuan tampak di bagian area pipi sampai dengan ke arah tengkuknya. Pada bagian tenggorokan yang ditumbuhi bulu halus lebat tampak berwarna putih cerah yang mencolok. Bagian atas tubuhnya mulai dari kepala, punggung, sayap, dan ekor terlihat berwarna cokelat zaitun. Dan area bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, dan tunggir tampak berwarna kuning cerah.

Ciri kicauan burung Cucak Jenggot yang ada di alam liar sebenarnya tidak terlalu berbeda dari hasil peliharaan atau tangkaran. Kicauan burung Cucak Jenggot dibunyikan dengan nada yang cukup keras dan terdengar seperti suara “cret... cret... cret”. Suara bawaannya cenderung agak monoton dengan hanya terdiri dari dua jenis variasi kicauan saja. Selain itu, saat burung Cucak Jenggot berkicau ditandai dengan tegaknya bulu-bulu yang ada di area tenggorokan dan mahkota kepalanya.

Nah, itulah ulasan tentang kehidupan burung Cucak Jenggot di alam liar yang belum terlalu diketahui luas oleh orang-orang. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas tentunya dapat menambah wawasan kita terkait burung ocehan khususnya burung Cucak Jenggot. Selain itu, bila Anda tertarik memelihara burung Cucak Jenggot ada baiknya memang membelinya dari hasil penangkaran atau budidaya. Sebab keberadaannya di alam liar sudah mulai mengkhawatirkan dan ditakutkan akan semakin sulit menjumpainya nanti di masa mendatang. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/25/empuloh-janggut/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_empuloh_janggut.htm

Sumber Gambar:
https://th.wikipedia.org/wiki/%E0%B9%84%E0%B8%9F%E0%B8%A5%E0%B9%8C:Mountain_Bulbul.jpg


Related Posts :